Mencuatnya Permukaan Publik, Akibat Kades Memberi Keterangan Bohong Pada Awak Media

Meranti, RN Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Meranti, Suhendri pastikan belum ada irban (staff inspektorat – red) nya yang melakuka...

Meranti, RN
Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Meranti, Suhendri pastikan belum ada irban (staff inspektorat – red) nya yang melakukan pemeriksaan kegiatan pembangunan jalan desa, yaitu peningkatan semenisasi Jalan Kayu Ara Tahun Anggaran 2018, di Desa Kayu Ara Kecamatan Rangsang Pesisir.

“Pada prinsipnya kita belum ada melakukan pemeriksaan di Desa Kayu Ara. Saya sudah tanyakan juga ke irbannya, memang sampai saat ini belum dilakukan pemeriksaan terhadap kegiatan pembangunan disana. Tapi desa itu sudah termasuk dalam Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (PKPT) kami, dan dari PKPT itulah nanti kita akan membuat obyek pemeriksaannya.” kata Suhendri, Selasa (25/6/2019).

Suhendri menambahkan salah satu penyebab kendalanya kami dalam melakukan pemeriksaan adalah lambatnya para kepala desa dalam menyiapkan SPJnya.
“Sampai saat ini baru lima puluh persen (50%) saja Kepala Desa yang memasukan SPJnya. Padahal untuk melanjutkan pencairan tahap kedua salah satu sarat utamanya adalah SPJ.” tambahnya.

Terkait kegiatan pembangunan jalan di Desa Kayu Ara, Suhendri menambahkan lagi sebelum ini kami juga sudah mendapat informasi tentang adanya kejanggalan di sana.

“Dan yang pasti saya juga sudah meng full up kan ke anggota saya. Tetapi untuk memastikannya kami akan meminta RABnya.” tambahnya lagi, Mencuatnya hal ini kepermukaan, berawal dari keterangan bohong yang di berikan Kepala Desa Kayu Ara, Jon Patimura kepada wartawan ketika di konfirmasi tentang pelaksanaan pembangunan jalan Kayu Ara, dengan volume 873 x 2.20 x 0.15 m, tahun anggaran 2018, yang di duga telah terjadi penggelembungan anggaran hingga berpotensi adanya kerugian negara.

“Tidak ada masalah dengan pembangunan jalan tersebut, Pembangunan jalan itu sudah sesuai aturan dan perencanaan, dan sudah pula di periksa inspektorat.” ujar Kades ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Pemasangan besi war mesh yang di renggangkan pada setiap sambungan, Selasa (25/6/2019). Photo : Noeradi/Indonesia Berita.

Ketika ditanya siapa irban pemeriksa, kades dengan sedikit ragu menjawab “Irban empat kalau tak salah”. tambah Jon.

Pembangunan jalan Desa yang menelan anggaran sebesar Rp. 687.615.100, itu di nilai telah terjadi pengurangan volume material pada pelaksanaannya. Dapat dilihat secara kasat mata, bangunan yang baru selesai dikerjakan sudah terkelupas dan retak di beberapa bagian, pasalnya kualitas/kuantitas beton yang digunakan tidak memenuhi standar justek, karena kadar beton yang di gunakan diduga tidak mecapai K-175, sementara dalam pelaksanaan jalan semenisasi lingkungan pedesaan, kadar beton yang digunakan setidaknya K-225.

Ironisnya lagi dalam pemasangan besi “war mesh” juga telah terjadi penyunatan, yaitu dengan merenggangkan pemasangannya hingga mencapai 1 (satu) meter persetiap sambungan.

Hal tersebut juga diakui oleh masyarakat setempat yang minta identitasnya tidak di sebutkan, menurutnya pembangunan jalan tersebut tidak pernah melibatkan masyarakat dalam perencanaan, dan dikerjakan dengan asal-asalan, hingga nantinya tidak akan bisa bertahan lama.

Pembangunan jalan ini tidakkan bisa bertahan lama karena kurang semen, seperti yang kita lihat hari ini, masih dalam pengerjaan saja, ada bagian jalan yang sudah terkelupas dan timbul batu. Selain itu juga setiap besi tidak besambung sampai keujung sana.

“Dan setau saya dasar semua kegiatan pembangunan Desa itu adalah musyawarah desa, tetapi ini saya sendiri tak pernah tau ada musyawarah desa, apalagi di ikut sertakan dalam musyawarah.Zam.

COMMENTS

Nama

.berita terkini,3619,.beritaterkini,2,Aceh,10,ACEH SINGKIL,77,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,74,Aekkanopan,3,ambon,2,babel,1,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,4,Bandung,55,Bandung Barat,5,banggai,1,Bangka Belitung,3,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,14,Banjarnegara,4,bantaeng,3,Banten,24,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,30,Barru,1,Batam,69,batang,3,Bekasi,401,bekasi terkini,1,Belitung,65,Beltim,85,Bener Meriah,138,BENGKALIS,6,Bengkayang,25,BENGKULU SELATAN,6,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,1775,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,186,BOGOR TIMUR,8,Bola,1,bolmong,133,bolmong utara,1,BOLNONG,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,47,Bukit Tinggi,29,Buol,64,Ciamis,14,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,19,Cilacap,6,Cilegon,8,Cileungsi,41,Cimahi,70,Cirebon,237,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,203,Daerah,6435,Daik Lingga,1,Dairi,80,Deli Serdang,7,Depok,151,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,6,Donggala,15,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,14,Dumoga,25,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,Garut,25,Gowa,11,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,indralaya,11,Indramayu,7,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,295,jakarta selatan,2,Jambi,31,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,64,Jombang,3,kab,2,Kab. Bandung,21,Kab. Bogor,14,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,8,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,156,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,2,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,61,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,13,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,15,Kampar,11,Kampar Riau,29,Kapuas Hulu,236,Karawang,32,KARIMUN - RN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,5,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,5,Korupsi,9,Kota Sorong,5,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,18,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,5,KUDUS,31,Kuningan,151,KUTAI KERTANEGARA,4,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,179,Lahat,12,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,LANTAMAL V,3,lebak,9,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,550,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,5,lotim.berita terkini,37,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,46,makassar,10,Malang,112,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,11,Manado,9,Manokwari,4,Mauk,2,medan,24,Mekar Baru,1,MERANTI,63,Mesuji,71,metro,113,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,194,morowali,3,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,7,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,245,Oku Timur,5,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,11,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,194,Palas,17,palelawan,3,Palembang,35,Palu,99,Paluta,36,pande,1,Pandeglang,642,Pangkalpinang,3,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,4,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,11,Pasuruan,1,PATI,18,Patia,1,PAYAKUMBUH,2,Pekalongan,24,Pekanbaru,146,Pekanbaru Riau,19,pelalawan,22,Pematangsiantar,34,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,78,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,149,Politik,1,Pontianak,101,Poso,1,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,purbalingga,3,Purwakarta,613,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,3,Radar Selebrity,2,Riau,95,Rokan Hilir,11,Sabang,57,Samarinda,22,SAMPI,1,Sampit,286,sar,1,Sarolangun,136,Selayar,10,selong,2,Semarang,5,Seram Bagian Barat,1,Serang,50,Serdang Bedagai,32,Sergai,24,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,40,Simalungun,30,Singaparna,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,48,Subang,100,Sukabumi,106,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,45,Sulbar,24,Sulsel,11,Sulteng,180,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,21,Sumedang,4,sumsel,6,Sumut,56,Sungai Penuh,1,Takalar,29,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,Tangerang,365,Tangerang Selatan,2,Tanjab Barat,409,Tanjab Timur,50,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tarutung,1,Tasikmalaya,62,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6723,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,Tolitoli,588,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,154,Waisai,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Mencuatnya Permukaan Publik, Akibat Kades Memberi Keterangan Bohong Pada Awak Media
Mencuatnya Permukaan Publik, Akibat Kades Memberi Keterangan Bohong Pada Awak Media
https://1.bp.blogspot.com/-4K4vdXqyN4A/XRRIe2-3eNI/AAAAAAABz0M/TOPsZp038WMpYXzG1ubDBH25TzKsmm2BQCLcBGAs/s320/WhatsApp%2BImage%2B2019-06-27%2Bat%2B11.12.23.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-4K4vdXqyN4A/XRRIe2-3eNI/AAAAAAABz0M/TOPsZp038WMpYXzG1ubDBH25TzKsmm2BQCLcBGAs/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2019-06-27%2Bat%2B11.12.23.jpeg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2019/06/mencuatnya-permukaan-publik-akibat.html
https://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2019/06/mencuatnya-permukaan-publik-akibat.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy