Negara Dirugikan, Karantina Wilker Sampit Diduga Rubah Nama Barang Tanpa Alasan Jelas.

SAMPIT-RN Balai Karantina Pertanian Palangka Raya Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Sampit mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan operas...

SAMPIT-RN
Balai Karantina Pertanian Palangka Raya Kalimantan Tengah Wilayah Kerja Sampit mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati hewani nabati. Akan tetapi diduga kuat melakukan dan merubah nama komiditi kopra menjadi Kelapa Cacah.

Ini dilakukan dari surat jalan truk fuso dari daerah Samuda dengan membawa Kopra sebanyak 1 (satu) truk sekitar kurang lebih 23 ton lebih yang akan dinaikkan ke KM Kirana milik PT. Dharma Lautan Utama , begitu disampaikan ke KSOP Sampit Kelas III Kabupaten Kotawaringin Timur berupa manifes yang dilampirkan sebagai persyaratan Surat Persetujuan Berlayar(SPB) berubah menjadi Kelapa Cacah. Jika komuditi itu namanya Kopra akan ada biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan karena namanya dirubah menjadi Kelapa Cacah maka Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tidak ada.

Penanggungjawab Balai Karantina Pertanian Palangka Raya Wilayah Kerja Sampit Agung Rahmadi mengatakan bahwa dulu pernah disebutkan kopra dalam sertifikat karatina terus dilarang oleh KSOP.

" Larangan dari KSOP baru bebarapa tahun terakhir ini," ucapnya 8/1/2020.

Sebelumnya Pimpinan PT. Darma Lautan Utama Hendrik , membenarkan bahwa Kopra adalah jenis barang berbahaya.

"Benar kopra adalah katagori jenis barang berbahaya,"akunya kepada awak media , Selasa 7/1/2020.

Menurutnya kami melakukan pengiriman kendaraan truk fuso yang isinya Kopra sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di pelayaran kami untuk angkutan penumpang dan kendaraan.

"Selama ini kami tidak pernah dilarang untuk membawa kendaraan yang isinya Kopra,"katanya sambil menunjukkan SOP yang ditetapkan pihak manjemen perusahaan PT. Dharma Lautan Utama (DLU).

"KSOP yang mempunyai wewenang memperbolehkan atau tidak untuk mengangkut kendaraan yang berisikan kopra, semua itu kewenangan KSOP,"tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan kelas III Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Capt. Thomas Chandra melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli
Baslan mengatakan masalah kopra itu yang disampaikan ke kami dalam bentuk manifes adalah kelapa cacah.

"Bukan kopra tapi kelapa cacah , coba tanya ke karantina biar lebih jelas , akan hal itu,"ucapnya.

Menurutnya jika itu didalam manifes yang disampaikan ke kami komoditi Kopra maka akan kami lakukan prosudur pengirim sesuai dengan Standart Operasional Perusahaan (SOP) yang ada di KSOP bahkan bisa kami larang karena kopra masuk dalam katagori barang berbahaya. Selain itu jika yang dikirim merupakan komoditi kopra maka ada biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

" Selain kopra masuk dalam katagori barang berbahaya juga ada biaya yang harus disetor ke negara yakni Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP),"ucapanya.

Padahal informasi yang kami dapat , bahwa kopra merupakan barang yang dikatogorikan yang termasuk barang berbahaya sesuai IMDG (International Maritime Dangerous Goods) Code.
Sebelum kapal dinyatakan laik laut, identifikasi barang berbahaya dilakukan bersamaan dengan embarkasi penumpang kapal ro-ro.

Identifikasi terutama dilakukan terhadap muatan di atas mobil truk yang proses stuffing-nya tidak diawasi oleh pihak syahbandar (sekarang KSOP,red) yang mengeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB).

Padahal untuk memastikan keselamatan pelayaran, Kementerian Perhubungan Kepala Sub Direkttorat (Kasubdit) Tertib Berlayar Capt. Purgana pernah mengatakan akan memperketat pengawasan dan penanganan barang berbahaya di pelabuhan. Syahbandar atau petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) atau sekarang KSOP harus melakukan pengawasan dan penanganan barang berbahaya, termasuk proses bongkar muat dari dan ke kapal.

Seluruh pengguna jasa juga harus memahami proses ini guna mewujudkan keselamatan pelayaran yang merupakan salah satu parameter terwujudnya Indonesia menjadi poros maritim dunia. (Joe)

COMMENTS

Nama

.berita terkini,7369,.beritaterkini,3,Aceh,11,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,106,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,8,agam,5,ambon,2,AS,1,babel,1,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,6,Bandung,63,Bandung Barat,10,banggai,1,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,1,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,15,Banjarnegara,6,bantaeng,7,Banten,27,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,98,Barru,1,Batam,74,batang,3,BATU,1,baturaja,1,Bekasi,561,bekasi terkini,1,Belitung,101,Beltim,99,Bener Meriah,227,BENGKALIS,7,Bengkayang,41,BENGKULU,2,BENGKULU SELATAN,8,BER,3,BERI,1,beriita terkini,2,berita,1,Berita terkini,2281,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,berta terkini,1,Bintan,8,Blitar,7,BNN,1,Bogor,209,BOGOR TIMUR,28,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,171,bolmong utara,1,bolmut,1,BOLNONG,1,bolsel,1,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,42,bukittinggi,3,Buol,79,Ciamis,14,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikarang,27,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,8,cilengsi,1,Cileungsi,41,Cimahi,137,Cirebon,267,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,266,Daerah,6632,Daik Lingga,2,Dairi,123,Deli Serdang,8,Depok,212,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,12,Donggala,39,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,22,Dumoga,53,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,2,fakta,1,Garut,26,gorontalo,1,Gowa,13,Gresik,1,GROBOGAN,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,INDRA,1,indralaya,20,Indramayu,12,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,356,jakarta selatan,2,Jambi,129,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,85,Jombang,3,kab,2,Kab 50 Kota,3,Kab. Bandung,192,kab. bekasi,1,Kab. Bogor,16,Kab. Brebes,3,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,162,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABANJAHE,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,352,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,8,Kalteng,111,Kaltim,20,Kampar,23,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,58,Kapuas Hulu,236,Karawang,81,KARIMUN,1,KARIMUN - RN,1,KARO,25,KATINGAN,3,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,7,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,21,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,1,KOTA MANNA,1,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,24,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,6,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,5,KUDUS,54,Kuningan,198,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,275,Lahat,13,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,39,Lampung Barat,30,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,langkat,1,LANTAMAL V,3,lebak,10,LEMBATA,6,LIMAPULUHKOTA,2,Lingga,639,Loksado,1,lolak,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,8,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,3,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,4,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,m,1,Magelang,1,mahakam hulu,1,Majalengka,96,makassar,18,Malang,150,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,38,MAMUJU,26,Manado,10,Manokwari,4,Mauk,2,medan,35,Mekar Baru,1,merangin,69,MERANTI,328,Mesuji,72,metro,167,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,238,monokwari,1,morowali,11,Muara Belida,1,muara bungo,2,Muara Enim,88,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,7,Nasional,15,Natuna,94,NTB,12,NTT,5,nunukan,23,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,344,Oku Timur,34,Opini,4,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,14,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,205,Palas,23,palelawan,4,Palembang,47,Palu,109,Paluta,55,pande,1,Pandeglang,655,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,10,Papandayan,1,Papua,4,PAPUA BARAT,17,Parigi,6,Parigi Moutong,14,PARIMO,2,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,PASSI,1,Pasuruan,1,PATI,58,Patia,1,PAYAKUMBUH,3,Pekalongan,24,Pekanbaru,171,Pekanbaru Riau,88,pelalawan,22,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,Polhukam,154,Politik,2,Pontianak,416,Poso,2,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,pulpis,1,purbalingga,4,Purwakarta,837,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,Riau,130,rokan,1,Rokan Hilir,12,rokan hulu,2,Sabang,57,Samarinda,50,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,442,sar,1,Sarolangun,220,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,10,selong,2,Semarang,5,SEMOGA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,58,Serdang Bedagai,32,Sergai,26,Seruyan,11,SIAK,2,Sibolga,7,SIDOARJO,2,SIDRAP,14,Sigi,63,Simalungun,53,simpang apek,1,Singaparna,6,SINGKAWANG,1,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,5,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,53,Subang,187,SUKABUM,1,Sukabumi,140,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,46,Sulbar,29,Sulsel,13,Sulteng,195,Sulut,257,Sumatera Selatan,2,SUMATERA UTARA,1,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,43,Sumedang,12,sumsel,19,Sumut,63,Sungai Penuh,1,Takalar,38,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,Tanah Karo,43,Tangerang,366,Tangerang Selatan,3,Tanjab Barat,533,Tanjab Timur,55,tanjung balai,1,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,73,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6793,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,tolitol,2,Tolitoli,832,tolotoli,1,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,13,Tulang Bawang,12,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,214,Waisai,5,Yogyakarta,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Negara Dirugikan, Karantina Wilker Sampit Diduga Rubah Nama Barang Tanpa Alasan Jelas.
Negara Dirugikan, Karantina Wilker Sampit Diduga Rubah Nama Barang Tanpa Alasan Jelas.
https://1.bp.blogspot.com/-BH6vrSvNM0I/XhnXKYoHZDI/AAAAAAACCXI/z46P9NAq3t4J9Pu1d2Ipk0IOq2xubn89wCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2020-01-11%2Bat%2B20.10.08.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-BH6vrSvNM0I/XhnXKYoHZDI/AAAAAAACCXI/z46P9NAq3t4J9Pu1d2Ipk0IOq2xubn89wCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2020-01-11%2Bat%2B20.10.08.jpeg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2020/01/negara-dirugikan-karantina-wilker.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2020/01/negara-dirugikan-karantina-wilker.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy