Lima Sila Sudah Final, Agama Bukan Ancaman Pancasila

Pontianak (Kalbar), RN Dinamika sosial menyusul maraknya penolakan atas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) men...

Pontianak (Kalbar), RN
Dinamika sosial menyusul maraknya penolakan atas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) mendapat perhatian khusus dari anggota DPD-MPR RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. 

Hal itu disampaikan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di hadapan sekitar 50 pengasuh pondok pesantren se Jawa Timur di Surabaya, Minggu (28/6/2020). 
Dikatakan, lima Sila dalam Pancasila sudah final dan tidak bisa diperas lagi dalam pemaknaan Trisila atau Ekasila. Karena ke-5 sila tersebut saling berurutan dari Sila pertama hingga melahirkan tujuan hakiki bangsa ini di Sila kelima. 

“Dan Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran agama, termasuk Islam. Artinya Islam bukan ancaman bagi Pancasila. Justru komunisme dan kapitalisme ancaman sebenarnya bagi Pancasila,” tandas LaNyalla. 
Lebih jauh LaNyalla menjabarkan bahwa sila pertama yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa memiliki arti ber-Tuhan, artinya melaksanakan ajaran agamanya. Dalam Islam, artinya menjalankan Syariat Islam. Dan syariat Islam paling fundamental adalah mendirikan sholat dan berbuat amal kebajikan. Dengan mendirikan sholat berbuat amal sholeh, sudah bisa mencegah manusia Indonesia dari perbuatan keji dan mungkar. 

“Nah, kalau seluruh anak bangsa ini menjalankan ajaran agamanya, dan kita sudah mencegah perbuatan keji dan mungkar, maka Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab akan terwujud. Apa artinya? Rakyat yang hidup di negeri ini memiliki moral, akhlak dan adab, serta sikap yang baik dan luhur,” tegas Ketua Pemuda Pancasila Jawa Timur itu. 

Dengan situasi itu, masyarakat Indonesia akan bersatu dengan saling menghargai perbedaan suku dan agama serta perbedaan lainnya. Masyarakat Indonesia akan hidup dalam keber-adab-an dengan budi pekerti yang luhur. Dalam situasi itu, maka terwujudlah Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Persatuan yang terjadi atas kesadaran diri, bukan atas 
paksaan atau tekanan.
“Lalu apa yang terjadi setelah orang-orang yang menjalankan agamanya, dan orang-orang beradab ini bersatu? Munculah orang-orang yang bijaksana sebagai perwakilan untuk bermusyawarah dengan tujuan menemukan pemimpin bangsa ini. Itulah makna Sila keempat. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat dalam Permusyawaratan Perwakilan," sindir mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu. 

Jika keempat Sila telah dilaksanakan, maka bangsa yang kaya dan besar ini akan dipimpin oleh pemimpin yang Hikmat dalam mengabdi untuk bangsa dan negara. Dan jika hal ini terwujud, maka Indonesia akan menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Yaitu terwujudnya Sila kelima yang merupakan cita-cita akhir para pendiri bangsa ini. Yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

LaNyalla menegaskan, kalimat Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung dua frasa penting. Yaitu kata Keadilan Sosial dan kata Seluruh Rakyat. Artinya, adil dalam kacamata sosial itu bukanlah sama rata sama rasa atau membiarkan siapa yang mampu bertahan hidup. Tetapi mana yang harus dibantu, mana yang tidak, mana yang harus disubsidi, mana yang tidak. 

“Orang miskin atau kurang beruntung harus mendapat keadilan dengan biaya kesehatan gratis. Biaya pendidikan gratis, dan lainnya. Sementara yang mampu atau kaya, tidak boleh mendapatkan perlindungan negara semacam itu. Makanya dalam konstitusi kita disebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Itulah makna keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya. 

Jadi, sambungnya, wajar adanya banyak penolakan RUU HIP dari seluruh elemen bangsa ini. Terutama dari MUI, NU dan Muhamadiyah. Karena hal itu bermuara pada sikap dan pandangan umat Islam, bahwa Pancasila itu sudah final dan sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. Bahkan sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Quran. Tidak perlu diberi tafsir baru lagi, apalagi dimaknai dalam Trisila dan Ekasila.

Oleh karena itu, DPD RI sepakat membentuk Tim Kerja untuk menelaah lebih dalam dan komprehensif terhadap RUU HIP tersebut, untuk nantinya DPD RI akan menyatakan sikapnya secara kelembagaan. Apakah RUU ini harus disederhanakan hanya sebagai payung hukum Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) saja, atau memang tidak perlu ada. 

Sosialisasi Empat Pilar tersebut selain dihadiri para pengasuh pondok pesantren se Jawa Timur, juga diikuti anggota Komisi Kajian Konstitusi MPR RI Jamal Aziz dan Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto. Pertemuan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memberi jarak antara kursi peserta dialog. 

Pandangan yang sama juga diutarakan oleh Jamal Aziz bahwa Pancasila sudah final dengan urutan sila yang terkandung di dalamnya. Sila pertama melahirkan sila dua, sila kedua melahirkan sila ketiga, sila ketiga melahirkan sila keempat dan sila keempat melahirkan sila kelima. 

“Ini sudah final dan ini yang melahirkan para kyai terdahulu. Sehingga menurut saya, penjabaran pak LaNyalla itu sudah mewakili, sangat mewakili. Apalagi pak LaNyalla ini dari Pemuda Pancasila. Implementasinya sudah pas," ujar Jamal Aziz. 
 
Sementara seorang peserta sosialisasi, Gus Zahrul Azhar As'ad atau yang dikenal Gus Hans, mengatakan RUU HIP memang meresahkan masyarakat. Apalagi banyak informasi yang simpang siur di media sosial. 

“Karena itu saya sempatkan datang untuk mendengarkan perspektif utuh apa sebenarnya yang dimaksud HIP. Dan mudah-mudahan langkah pak LaNyalla yang selalu berkeliling Jatim dan Indonesia bisa mencerahkan,” pungkasnya. 
Adrian.

COMMENTS

Nama

.,2,.berita terkini,11086,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),1,Aceh,18,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,110,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,8,agam,9,ALAI.,4,ambon,2,Anyer,1,AS,1,babel,1,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,7,BANDAR LAMPUNG,2,Bandung,78,Bandung Barat,12,banggai,2,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,18,Banjarnegara,7,bantaeng,29,Banten,43,Banyuasin,6,Banyumas,10,Banyuwangi,130,Barru,1,Batam,82,batang,3,BATU,6,batu bara,1,baturaja,3,Bekasi,753,bekasi terkini,2,Bekasi Utara,1,Belitung,139,Beltim,111,Bener Meriah,245,BENGKALIS,24,Bengkayang,47,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,13,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2284,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,berta terkini,1,Bintan,9,Blitar,11,BNN,1,Bogor,235,BOGOR TIMUR,47,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,199,bolmong utara,1,bolmut,1,BOLNONG,1,bolsel,2,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,43,bukittinggi,5,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,80,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,1,Ciamis,15,Cianjur,4,Cibinong,1,cikampek,1,Cikarang,40,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,13,cilengsi,1,Cileungsi,41,Cimahi,191,Cirebon,294,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,6756,Daik Lingga,2,Dairi,229,Deli Serdang,9,demak,4,Depok,247,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Donggala,41,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,22,Dumai,1,Dumoga,85,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,2,fakta,1,Garut,31,gorontalo,28,Gowa,46,Gresik,1,GROBOGAN,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,INDRA,1,indralaya,44,Indramayu,14,info,1,inhilriau,1,INHU,1,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,437,jakarta selatan,3,Jambi,140,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,5,Jember,2,Jeneponto,9,Jepara,102,Jombang,3,kab,3,Kab 50 Kota,4,Kab. Bandung,2486,kab. bekasi,7,Kab. Bogor,18,Kab. Brebes,3,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,Kab. Kapuas Hulu,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,18,Kab.Bandung,170,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,7,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,570,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,8,Kalteng,119,Kaltim,22,Kampar,50,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,90,Kapuas Hulu,236,Karawang,102,KARIMUN,3,KARIMUN - RN,1,KARO,26,katapang,1,KATINGAN,4,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,10,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,1,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,3,KOTA MANNA,1,KOTA METRO,19,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,31,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,6,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,6,KUDUS,64,Kuningan,260,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,6,Labuhan Batu,4,Labura,312,Lahat,23,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,42,Lampung Barat,30,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,6,Lampung Tengah,5,Lampung Timur,460,Lampung Utara,155,langkat,2,LANTAMAL V,81,LANTAMAL X JAYAPURA,19,lebak,52,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,2,Lingga,753,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,1,Lombok,4,lombok timur,16,LOTIM,9,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,6,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,13,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwu,1,Luwuk,7,m,1,Magelang,1,mahakam hulu,1,Majalengka,186,makassar,62,Malang,165,Maluku,3,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,87,MAMUJU,88,MAMUJU TENGAH,4,Manado,13,mancanegara,1,Manokwari,4,MATENG,2,Mauk,2,medan,90,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merangin,92,MERANTI,548,Mesuji,72,metro,197,metro lampung,7,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,322,monokwari,1,morowali,20,MOROWALI UTARA,1,MORUT,1,moskow,1,Muara Belida,1,muara bungo,3,Muara Enim,152,Muaro Jambi,1,Mukomuko,81,muratara,7,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,22,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,NTB,20,NTT,5,nunukan,23,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,419,Oku Timur,38,Opini,6,P. Bharat,1,P.SIANTAR,2,PACITAN,2,Padang,3,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pakpak Bharat,15,Pakuhaji,2,Palangka raya,212,Palas,23,palelawan,6,Palembang,74,pali,2,Palu,129,Paluta,65,pancur batu,1,pande,1,Pandeglang,860,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,18,Papandayan,1,Papua,4,PAPUA BARAT,21,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,15,PARIMO,2,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,75,Patia,1,patrol,3,PAYAKUMBUH,3,PEBAYURAN,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,189,Pekanbaru Riau,196,pelalawan,24,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),14,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,Pontianak,951,Poso,2,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,6,pulpis,1,purbalingga,4,Purwakarta,951,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,RANGSANG,6,rangsang pesisir,1,REMBANG,1,Riau,144,Rohil,1,rokan,1,Rokan Hilir,13,rokan hulu,2,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,50,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,523,Sangatta kutim,1,Sanggau,1,sar,1,Sarolangun,334,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,17,selong,2,Semarang,5,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,93,Serdang Bedagai,34,Sergai,28,Seruyan,16,SIAK,8,Sibolga,7,SIDOARJO,2,SIDRAP,14,Sigi,93,Simalungun,91,simpang apek,1,Singaparna,7,SINGKAWANG,1,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,SOLOK,5,Solok Selatan,8,Sorong,55,Subang,425,SUKABUM,1,Sukabumi,201,Sukoharjo,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,48,Sulbar,44,Sulsel,17,Sulteng,234,Sulut,258,Sumatera Selatan,4,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,46,Sumedang,19,sumsel,32,Sumut,71,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,SURABAYA,48,tajabbarat,1,Takalar,93,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,TANAH JAWA,3,Tanah Karo,62,Tangerang,373,Tangerang Selatan,6,Tanjab Barat,663,Tanjab Timur,78,tanjung balai,1,Tanjung Enim,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,7,tanjung samak,1,TANOYAN,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,98,Tebing Tinggi,66,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,3,Tegal,12,teluk buntal,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,TERJUN GAJAH,1,Terkini,10589,terkiri,8,Timika,1,Toabo,1,tolitol,3,Tolitoli,944,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,20,Tulang Bawang,12,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,295,Waisai,5,Yogyakarta,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Lima Sila Sudah Final, Agama Bukan Ancaman Pancasila
Lima Sila Sudah Final, Agama Bukan Ancaman Pancasila
https://1.bp.blogspot.com/-BojsKnC3eHc/XviEqUWXa4I/AAAAAAACgjY/G0ncb8BC7JkrGpfbaStTPB50uY8lj4rFgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20200628-WA0049.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-BojsKnC3eHc/XviEqUWXa4I/AAAAAAACgjY/G0ncb8BC7JkrGpfbaStTPB50uY8lj4rFgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200628-WA0049.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2020/06/lima-sila-sudah-final-agama-bukan.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2020/06/lima-sila-sudah-final-agama-bukan.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy