Ekonomi Islam Dimasa Kerajaan dan Kesultanan Palembang.

Muara Enim, RN Oleh : H Albar Sentosa Subari (Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan / Peneliti Hukum Adat Indonesia ) dan Marsal (Penghulu Kec...



Muara Enim, RN

Oleh : H Albar Sentosa Subari (Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan / Peneliti Hukum Adat Indonesia ) dan Marsal (Penghulu Kecamatan Muara Enim / Pemerhati Hukum Adat)

Bicara perekonomian islam baik dimasa kerajaan Palembang ataupun Kesultanan Palembang  dari sisi kehidupan masyarakat adat,tentu tidak terlepas dari tradisi dari budaya hulu dan ilir. 

Sebelum kita memasuki masalah perekonomian islam di dimasa dua kerajaan diatas kita akan membahas dulu apa budaya ilir dan budaya ulu. 

Budaya ilir adalah sinonim dari budaya masyarakat adat yang dekat dengan pusat pemerintahan (kerajaan Raja dan kesultanan : Sultan). Sedangkan budaya ulu sinonim dari kehidupan masyarakat adat di pedalaman (uluan). Kedua budaya dari masing masing ilir dan ulu di bidang perekonomian sangat berbeda jauh. Pada masyarakat ilir, mereka lebih terbuka dengan dunia perdagangan karena posisi mereka dekat dengan pelabuhan tempat export impor yang masuk di kerajaan maupun kesultanan. Dan dampaknya mereka lebih makmur dan mudah mendapat pengaruh asing demikian pula penyebaran agama mereka lebih dahulu menerima pelajaran. Sebaliknya bagi masyarakat uluan mereka masih tertutup karena pengaruh luar sulit untuk masuk mencapai pusat perekonomian,yang biasanya dipimpin oleh tua tua sesepuh mereka. Namun kelebihan mereka, masyarakat uluan banyak menghasilkan barang barang dagangan yang sangat populer diperdagangan internasional misal hasil hutan, hasil tambang dan sebagainya. Di sini sudah mulai terlihat benang merah di kedua masyarakat tersebut baik pada masa kerajaan maupun masa kesultanan. Dan umumnya perdagangan saat itu lebih diutamakan adalah sistem barter (tukar menukar) du samping sistem monopoli sudah terlihat, dimana Raja maupun sultan sudah intervensi ke uluan dengan menelusuri sungai sungai yang umumnya bermuara ke sungai Musi. Kalau dilihat dari perkembangan masyarakat adat sendiri maka dapat kita menarik garis sejarah perkembangan masyarakat adat di Sumatera Selatan. Yaitu pada masa kerajaan Palembang, masyarakat adat di uluan masih dipimpin oleh jurai tuwe yang umumnya terikat didalam satu keturunan yaitu unilateral patrilineal. Istilah penulis ini disebut phase awal marga. Sehingga Raja hanya berkomunikasi dengan jurai jurai tuo saja. Sedang masa kesultanan, Sultan dengan strateginya membuat zone zone kesatuan masyarakat adat berdasarkan teritorial (istilah penulis marga phase kesultanan). 

Simpul dari tulisan ini adalah bahwa sistem perekonomian dimasa Kerajaan Palembang dan Kesultanan Palembang adalah  yang utama adalah sistem barter dan sistem monopoli. Karena Raja dan Sultan memegang kekuasaan sebagai masyarakat ilir dan masyarakat adat adalah masyarakat uluan. 

Sebagai pencerahan kita bersama bahwa masyarakat yang  bermukim di Palembang merupakan bekas pusat Kemaharajaan Sriwijaya (kemudian berubah menjadi Kerajaan Palembang di zaman Demang Lebar Daun dan Sapurba, lalu menjadi taklukan Singosari, Majapahit dan Demak Islam)  yang kemudian menjadi wilayah Kerajaan Islam Palembang. 

Pada masa Majapahit masa Ario Damar putra Majapahit, penduduk Palembang sudah banyak memeluk islam pengaruh kerajaan islam Samudra Pasai yang datang dari sebelah utara Sumatera. Akhirnya Ario Damar memeluk islam dengan nama muslim Ario Abdillah. Yang mempunyai keturunan bernama Raden Fatah. 

Adapun para peneraju Kerajaan Islam Palembang adalah :

1. Sri Susuhunan Abdurrahman (1659-1706).

2. Sultan Mahmud Badaruddin (1724-1757).

3. Sultan Ahmad Najamuddin I ( 1757-1776).

4. Sultan Muhammad Badaruddin (1776-1803).

5. Sultan Mahmud Badaruddin II (1804-1812,1813,1818-1821).

6.Sultan Ahmad Najamuddin II (1812-1813, 1813-1818)

7. Sultan Ahmad Najamuddin III (1821-1823).

Demikian perkembangan kerajaan islam Palembang yang tidak terlepas dari sejarah berdirinya kerajaan Palembang yang sebelumnya dibawah naungan kerajaan islam Demak yang memisahkan diri dengan kerajaan Majapahit.

Khairlani 

COMMENTS

Nama

.,3,.berita terkini,11104,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),3,Aceh,31,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,114,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,9,agam,10,ALAI.,5,ambon,2,Anyer,1,AS,1,Asahan,1,babel,1,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,8,BANDAR LAMPUNG,3,Bandung,86,Bandung Barat,15,banggai,2,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,19,Banjarnegara,7,bantaeng,42,Banten,54,Banyuasin,6,Banyumas,10,Banyuwangi,130,Barru,1,Batam,88,batang,27,BATANG HARI,2,BATU,6,batu bara,2,baturaja,3,Bekasi,830,bekasi terkini,2,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,152,Beltim,139,bener,1,Bener Meriah,285,BENGKALIS,38,Bengkayang,66,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2345,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,beritaterkini,2,berta terkini,1,Bintan,9,Blitar,11,BNN,1,Bogor,250,BOGOR TIMUR,53,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,225,Bolmong raya,2,Bolmong selatan,2,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolsel,5,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,45,bukittinggi,5,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,80,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,1,Ciamis,16,Cianjur,4,Cibinong,3,cikampek,1,Cikarang,43,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,20,cilengsi,1,Cileungsi,41,Cimahi,229,Cirebon,305,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,6828,Daik Lingga,2,Dairi,230,Deli Serdang,13,Deli tua,1,demak,27,Depok,287,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Dompu,2,Donggala,42,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,22,Dumai,4,Dumoga,94,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,8,fakta,1,Garut,42,gorontalo,52,Gowa,79,Gresik,1,GROBOGAN,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,INDRA,1,Indragiri hulu,2,indralaya,44,Indramayu,14,info,1,INHIL,1,inhilriau,1,INHU,3,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,491,jakarta selatan,4,jakarta timur,1,Jambi,144,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,12,Jember,2,Jeneponto,15,Jepara,105,Jombang,3,kab,6,kab .Bandung,129,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,27,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3321,kab. bekasi,11,Kab. Bogor,18,Kab. Brebes,3,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,Kab. Kapuas Hulu,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,24,kab.agam,1,Kab.Bandung,440,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,kab.pekalongan,3,Kab.Samosir,7,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,11,Kab.Tangerang,2,kab.Tasikmalaya,3,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,3,Kajen,4,Kalbar,575,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,8,Kalteng,119,Kaltim,22,Kampar,76,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,94,Kapuas Hulu,236,Karawang,136,KARIMUN,4,KARIMUN - RN,1,KARO,26,katapang,1,KATINGAN,4,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,11,KEEROM,15,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,1,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,24,kota pekalongan,1,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,44,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,6,kriminal,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,8,kuansing,1,kuantan,1,KUDUS,91,Kuningan,304,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,6,Labuhan Batu,4,Labura,345,Lahat,29,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,46,Lampung Barat,30,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,26,Lampung Tengah,9,Lampung Timur,460,Lampung Utara,290,LAMPUNGUTARA,1,lampura,6,langkat,4,LANTAMAL V,85,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lebak,69,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,2,Lingga,819,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,2,Lombok,5,Lombok barat,3,Lombok tengah,1,lombok timur,59,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,15,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,14,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Mabar,1,Magelang,1,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,203,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,makasar,1,makassar,86,Malang,178,Maluku,4,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,115,MAMUJU,97,MAMUJU TENGAH,4,Manado,24,mancanegara,1,Manggar,1,Manokwari,85,mansel,1,mataram,4,MATENG,2,Mauk,2,medan,134,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merak,1,merangin,92,MERANTI,780,MERAUKE,1,Merbau,2,Mesuji,72,metro,203,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,3,Minahasa Selatan,3,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,381,monokwari,2,morowali,28,MOROWALI UTARA,1,MORUT,2,moskow,1,Muara Belida,1,muara bungo,3,Muara Enim,206,muara Tami,1,Muaro Jambi,2,Mukomuko,81,muratara,75,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,32,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,Nias barat,5,NTB,37,NTT,5,nunukan,23,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,455,Oku Timur,39,Opini,6,P. Bharat,1,P.SIANTAR,3,PACITAN,2,Padang,8,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pakpak Bharat,18,Pakuhaji,2,Palangka raya,212,Palas,23,palelawan,14,Palembang,82,pali,2,Palu,140,Paluta,65,pancur batu,1,pande,1,pandegelang,2,Pandeglang,969,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,18,Papandayan,1,Papua,49,PAPUA BARAT,108,parapat,1,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,15,PARIMO,70,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,90,Patia,1,patrol,3,PAYAKUMBUH,3,PEBAYURAN,1,Pekalongan,45,pekan baru,6,Pekanbaru,223,Pekanbaru Riau,248,pelalawan,24,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),56,perimo,1,peristiwa,10,Pesisir Barat,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,Pontianak,1079,Poso,3,primo,7,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,6,pulpis,1,purbalingga,4,Purwakarta,1070,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,ragam,25,raja ampat,1,RANGSANG,8,rangsang pesisir,3,REMBANG,1,rengat,1,Riau,155,Rohil,1,rokan,1,Rokan Hilir,14,rokan hulu,2,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,54,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,554,Sangatta kutim,1,Sanggau,1,sar,1,Sarolangun,396,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,17,selong,3,Semarang,8,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,116,Serdang Bedagai,34,Sergai,30,Seruyan,18,SIAK,9,Sibolga,7,SIDOARJO,2,SIDRAP,15,Sigi,96,Simalungun,97,simpang apek,1,Singaparna,7,SINGKAWANG,1,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,solo,1,SOLOK,5,Solok Selatan,8,Sorong,61,Sorong selatan,1,Subang,531,SUKABUM,1,Sukabumi,232,Sukoharjo,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,49,Sulbar,51,Sulsel,19,Sulteng,267,Sulut,259,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,48,Sumbawa,4,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,21,sumsel,38,Sumut,72,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,SURABAYA,51,tajabbarat,1,Takalar,125,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,TANAH JAWA,3,Tanah Karo,80,Tangerang,374,Tangerang Selatan,8,Tanjab Barat,725,Tanjab Timur,110,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung balai,3,Tanjung Enim,1,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,7,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,16,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,121,Tebing Tinggi,66,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,7,Tegal,13,teluk bintani,1,teluk buntal,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,TERJUN GAJAH,1,Terki,1,Terki i,1,Terkin,2,Terkini,15175,TERKINIO,1,TERKINIP,1,terkiri,9,TERKNI,2,Timika,1,Toabo,1,tolitol,3,Tolitoli,1018,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,8,Trenggalek,20,Tulang Bawang,12,Tulang Bawang Barat,8,Tulung agung,2,Tulungagung,299,Waisai,5,warseno,1,WAY KANAN,2,Yogyakarta,3,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Ekonomi Islam Dimasa Kerajaan dan Kesultanan Palembang.
Ekonomi Islam Dimasa Kerajaan dan Kesultanan Palembang.
https://1.bp.blogspot.com/-vQ9f8vHNikQ/X4Pzq3QLvxI/AAAAAAAC4f4/BazHbUYOA7w_r3_sPMNJYMZL8vgyG7BYgCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20201012-WA0088.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vQ9f8vHNikQ/X4Pzq3QLvxI/AAAAAAAC4f4/BazHbUYOA7w_r3_sPMNJYMZL8vgyG7BYgCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20201012-WA0088.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2020/10/ekonomi-islam-dimasa-kerajaan-dan.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2020/10/ekonomi-islam-dimasa-kerajaan-dan.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy