MENGENAL TOMBOLOTUTU

Oleh: Syamsu Nadjamuddin Parigi Moutong,RN Berawal dari Tokoh sentral Puatta Kacci yang memindahkan pusat kekuasaannya dari Kasimbar ke Mout...

Oleh: Syamsu Nadjamuddin

Parigi Moutong,RN


Berawal dari Tokoh sentral Puatta Kacci yang memindahkan pusat kekuasaannya dari Kasimbar ke Moutong dan menjadi titik awal berdirinya kerajaan Moutong, nama lain Puatta Kacci yaitu Iskandar Saboenge diberi gelar Arajang Taunae Raja Moutong pertama tahun1820, setelah Iskandar Saboenge meninggal digantikan oleh putranya bernama Magalatung diberi gelar Pua Datu Mula.

Magalatung menikah dengan Minarang putri Magau Tampapopa,Tomini pernikahan ini dikaruniai dua anak yaitu Pondatu dan Pabu. Magalatung juga menikah dengan Puang Yunde keturunan Raja Pamboang Mandar dan dikaruniai seorang putra bernama Massu. Magalatung menikah lagi dengan Tanauba dan di karuniai tiga orang anak yaitu Dae Masiri, Dae Mapato dan Dae Mara.

Magalatung atau Pua Datu Mula meninggal, kerajaan Moutong di jabat oleh Mangkau berkuasa hingga tahun 1881, setelah Raja Mangkau tahta kerajaan dipegang oleh Pondatu berkuasa sejak tahun 1881 hingga wafat tahun 1892. Pondatu menikah dengan Cabaik dan memiliki lima orang anak, yakni Yaman, Lapahana, Borman, Sambudo

dan Capele. Saat Pondatu meninggal, anak sulungnya bernama Yaman masih berusia 17 tahun dan putra keduanya bernama Borman berusia 12 tahun, terjadi transisi kerajaan, diluar dugaan Daeng Malino diangkat oleh Belanda sebagai Raja Moutong, Daeng Malino wafat tahta kerajaan di pegang oleh Borman (1907-1923).

kembali ke Raja Magalatung. Raja Magalatung mempersunting Pua Yunde (istri kedua) keturunan Raja Pamboang-Mandar dan dikaruniai seorang putra bernama Massu. Massu menikah dengan keluarga dekatnya bernama Pua Lara, dari rahim Pua Lara lahir anak laki-laki bernama Tombolotutu dan anak perempuan Pa’e.

sebelumnya menikah dengan Lakaiyang (istri pertama), seorang keturunan Arajang Sendana yang tinggal di Walea pernikahan ini menurunkan tiga orang anak bernama Pawajoi, Makarau dan Pasuniang. Kemudian

Tombolotutu menikah dengan Pua Pika putri Sappewali Raja Toribulu, dari rahim Pua Pika lahir Kuti Tombolotutu. Semasa bergerilya di kepulauan Togean, Tombolotutu menikah dengan Bungadara yang menurunkan seorang putra bernama Daeng Matupu.

Berdasarkan keterangan tersebut diatas, Tombolotutu menjadi istimewa, namanya melegenda dan menghiasi ruang kota antara lain seperti jalan Tombolotutu di Kelurahan Talise Kota Palu, rumah sakit Tombolotutu, Taman Kota Tombolotutu di Tinombo Kabupaten Parigi Moutong bahkan namanya banyak dijumpai dalam berita media asing, laporan resmi dalam bahasa Belanda pada abad XIX. Secara khusus Tombolotutu masuk dalam usulan pahlawan nasional, bila kemudian keputusan politik menetapkannya, maka tentu generasi pertama Sulawesi Tengah yang menyandang gelar tersebut, secara normatif berpeluang karena memenuhi syarat pengusulan Pahlawan Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Kalau kita memutar balik sedikit arah jarum jam sejarah pada tanggal 26 september 1898, Ketika itu, Tombolotutu atau biasa disebut Pua Dara, manabuh gendang perang saat diundang oleh Raja Moutong Daeng Malino untuk membicarakan persoalan sosial politik dan ekonomi serta kerjasama Moutong dengan Belanda. Sikap tegasnya terlihat saat disambut Daeng Malino, tangan kanannya memegang hulu keris isyarat siap menghadapi tantangan dan tangan kirinya berjabat tangan memberi arti tidak mengakui Daeng Malino sebagai Raja. Konsekuensi dari sikap tegasnya itu lalu kolonial Belanda menurunkan serdadu dari Manado untuk menangkap Tombolotutu, namun mendapat perlawanan signifikan kendatipun dengan sejata seadanya, peristiwa ini dikenal perang Lobu bulan september 1898, Tombolotutu dan istrinya Pua Pika serta sembilan pengawalnya selamat dari peristiwa ini, lalu memutuskan bergerilya sebagai strategi perang melawan Belanda, bergerak menuju Bolano membangun kekuatan dan Pertahanan baru dan disambut baik oleh olongian Bolano. Sebelum perang Bolano pecah, secara diam-diam Tombolotutu berlayar  dari pantai Moian menuju Walea menemui saudara tirinya Makarau dan Pawajoi, mendapat dukungan dari saudaranya dan siap dan siap membantu melawan Belanda, misi pelayaran berlanjut melintasi laut utara sulawesi hingga ke Tolitoli, sampai disini menarik untuk dicermati bahwa dalam misi pelayaran selain mendapat dukungan luas dari berbagai daerah juga sukses memperluas jaringan ekonomi dan mitra bisnis dengan saudagar dari Bugis, Makasar dan Mandar, misi pelayaran di teluk Tomini hingga laut utara sulawesi yaitu bagian dari perjuangan melawan Belanda. Kembali ke Bolano, tidak lama kemudian keberadaanya diketahui, maka segera komandan pasukan mengirim telegram pada tanggal 16 oktober 1900 untuk meminta bantuan pasukan dari Manado, lalu diberangkatkan serdadu marsose dan marinir Belanda untuk menyerang Bolano dan benteng Monsologe dari laut, perang Bolano berkuah darah dan terbesar sepanjang sejarah perlawanan Tombolotutu, peritiwa ini disebut perang Bolano pada bulan oktober 1900, perang selesai Belanda menarik pasukan ke Manado awal november 1900. Tombolotutu dan pasukannya bergerak menuju Tompapopa, suatu daerah terpencil yang sulit di jangkau, ketika itu Pua Pika sedang hamil. diluar dugaan terjadi pembakaran pos-pos pasukan Belanda pada bulan november 1900, peristiwa Tompapopa memicu ketegangan baru dengan Raja Moutong dan kolonial Belanda, pihak kolonial menyadari bahwa Tombolotutu sangat berbahaya sehingga operasi penangkapan di perluas Moutong, Bolano dan Tomini, situasi ini menyebabkan Tombolotutu bergerak menuju Sojol, Tambu dan Banawa, di Banawa mendapat sambutan dan dukungan dari Raja Banawa, La Makagili Tamaidoda, beberapa hari kemudian keberadaanya diketahui intelejen Belanda dan Banawa sasaran operasi penangkapan, karena situasi tidak kondusif, misi gerilya lanjut ke Pantoloan, Tambu dan menyeberang lewat gunung menuju Toribulu, di Toribulu bertemu dengan serdadu Belanda yang tengah melakukan Patroli di wilayah itu, kontak senjata kedua belah pihak tak terhindarkan, korban pun berjatuhan dan Tombolotutu gugur dalam peritiwa ini. Peristiwa Ujalarit tanggal 17 agustus 1901 mengakhiri perjuangan fisik Tombolotutu. Kisah yang lebih lengkap dapat di baca dalam buku Bara Perlawanan di Teluk Tomini karya Lukman dkk, menurut Lukman dkk ada empat peristiwa penting yang menyebabkan Tombolotutu sangat terkenal, meninggalnya Pondatu (1892), diangkatnya Daeng Malino sebagai Raja Moutong (1893), penandatanganan kontrak Moutong dengan Kolonial Belanda (1897), peristiwa Ujalarit (1901)

Dari kisah heroik ini, penulis simpulkan bahwa (1) kepentingan sosial, politik dan ekonomi yang menganga menimbulkan asap dan bara api (2) kesewenangan dan ketidakadilan berlangsung telanjang melahirkan perlawanan dan pertumpahan darah, (3) terdapat prinsip dasar yang melatari sebuah perjuangan seperti yang di yakini Tombolotutu "natuvu naberoka, namate maupa, hidup penuh berkah, mati meninggalkan nama".


COMMENTS

































































Nama

.,3,.berita terkini,11107,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,Aceh,33,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,118,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,2,advertorial,3,Aekkanopan,9,agam,13,ALAI.,5,ambon,4,amlapura,17,Anyer,1,AS,1,Asahan,1,babel,1,badung,53,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,38,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,15,BANDAR LAMPUNG,22,Bandung,107,Bandung Barat,18,banggai,3,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,bangli,108,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,21,Banjarnegara,7,bantaeng,46,Banten,94,Banyuasin,6,Banyumas,12,Banyuwangi,147,barito utara,1,Barru,1,Batam,99,batang,65,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,7,batu bara,22,baturaja,3,Bekasi,1459,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,188,Beltim,216,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,479,BENGKALIS,57,Bengkayang,75,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2630,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,4,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,3,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,3,Blitar,13,Blora,2,BMKG,1,BNN,1,Bogor,310,BOGOR TIMUR,71,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,332,Bolmong raya,3,Bolmong selatan,7,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,7,boltim,17,bone,1,BOYOLALI,2,Brebes,59,Bukit Tinggi,48,bukittinggi,10,buleleng,38,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,84,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,3,Ciamis,34,Cianjur,5,Cibinong,5,Cibitung,1,cikampek,23,Cikampek barat,1,Cikande,1,Cikarang,61,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,7,Cilegon,31,cilengsi,3,Cileungsi,41,Cimahi,312,Cimanggung,1,Cirebon,331,Cirebon Kota,1,Cisarua,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,7089,daerah Terkini,2,Daik Lingga,3,Dairi,244,Deli Serdang,20,Deli tua,1,demak,29,denpasar,136,Depok,372,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Dompu,2,Donggala,43,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,45,Dumai,13,Dumoga,133,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,Fakfak,2,fakta,1,Garut,60,gianyar,213,gorontalo,60,Gowa,105,Gresik,1,GROBOGAN,1,gunung mas,2,Gunung Putri,2,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,2,indralaya,44,Indramayu,28,Indrapura,4,info,1,INHIL,2,inhilriau,1,INHU,5,Jabar,15,jaka,1,Jakarta,1027,jakarta selatan,5,jakarta timur,2,jakarta utara,1,Jambi,150,jateng,2,jatijajar,1,JATIM,3,Jawa Barat,18,Jawa Tengah,5,Jawa Timur,7,Jayapura,25,Jember,3,jembrana,6,Jeneponto,18,Jepara,106,Jombang,3,kab,6,kab .Bandung,203,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3822,kab. bekasi,194,Kab. Bogor,19,Kab. Brebes,4,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,1,kab. Karawang,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,17,kab. langkat,2,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,4,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,12,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,47,kab.agam,1,Kab.Bandung,713,Kab.Bekasi,236,kab.bogor,3,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Nganjuk,6,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,8,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,16,Kab.Tangerang,2,kab.Tasikmalaya,7,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,579,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,kalipuro,1,Kalsel,8,Kalteng,264,Kaltim,24,Kampar,108,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,127,kapuas,3,Kapuas Hulu,240,kara,1,karangasem,90,Karawang,295,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,6,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,6,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,43,KEEROM,25,Kendari,4,kepahiang,4,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,3,klungkung,121,KOBAR,1,Kolaka Utara,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,27,kota pekalongan,8,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,72,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,7,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,5,kuantan,1,kuantan Sengingi,1,kubu raya,5,KUDUS,112,Kuningan,486,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,12,Kutim,6,l,1,Labuhan Batu,8,Labura,394,Lahat,29,LAMBATA,1,Lamongan,2,Lampung,66,Lampung Barat,114,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,61,Lampung Tengah,16,Lampung Timur,464,Lampung Utara,648,LAMPUNGUTARA,1,lampura,10,landak,3,langkat,4,langsa,1,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,24,lebak,173,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,4,Lingga,912,liwa,9,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,2,Lombok,5,Lombok barat,4,Lombok tengah,9,lombok timur,122,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,3,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Mabar,1,Magelang,2,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,436,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,makasar,2,makassar,177,Malang,185,Maluku,5,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,143,MAMUJU,166,MAMUJU TENGAH,6,Manado,45,mancanegara,1,mangapura,1,Manggar,78,Manokwari,159,mansel,1,maros,1,mataram,12,MATENG,5,Mauk,2,Maybrat,1,medan,217,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merak,3,merangin,92,MERANTI,964,MERAUKE,2,Merbau,3,Mesuji,75,metro,212,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,5,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,558,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,2,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,369,muara Tami,1,Muaro Jambi,4,Mukomuko,81,muratara,422,murung raya,2,Musi Banyuasin,11,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,1,ngawi,1,Nias barat,21,NTB,69,NTT,6,nunukan,23,Ogan Ilir,7,OKI,3,Oku Selatan,503,Oku Timur,45,Opini,10,P. Bharat,1,P.SIANTAR,6,PACITAN,2,Padang,13,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,Pakuhaji,2,Palangka raya,347,Palas,23,palelawan,32,Palembang,97,pali,2,Palu,168,Paluta,65,Panang Enim,1,pancur batu,1,pande,1,pandegelang,2,Pandeglang,1307,Pangandaran,4,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,20,Papandayan,1,Papua,87,PAPUA BARAT,218,parapat,2,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,16,PARIMO,519,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,131,Patia,1,patrol,8,PAYAKUMBUH,3,PEBAYURAN,1,Pekalongan,84,pekan baru,6,Pekanbaru,278,Pekanbaru Riau,582,pelalawan,25,pemalang,3,Pematangsiantar,37,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),87,perbaungan,1,perimo,1,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,21,Pesisir Barat,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,Pontianak,1286,Poso,3,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,purbalingga,5,Purwakarta,1524,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,14,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,1,REMBANG,1,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,164,Rohil,3,rokan,1,Rokan Hilir,17,rokan hulu,6,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,59,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,624,Sangatta kutim,1,Sanggau,5,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,457,sekadau,1,SELAT PANJANG,8,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,33,Semarapura,15,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,340,Serdang Bedagai,34,Sergai,31,Seruyan,19,SIAK,14,Sibolga,10,sidikalang,1,SIDOARJO,5,SIDRAP,15,Sigi,102,silaen,1,Simalungun,113,simpang apek,1,Singaparna,7,singaraja,11,SINGKAWANG,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,sintang,2,situbondo,4,solo,5,SOLOK,7,Solok Selatan,9,Soppeng,37,Sorong,67,Sorong selatan,3,Subang,1039,SUKABUM,1,Sukabumi,463,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,52,Sulbar,71,Sulsel,25,Sulteng,303,Sulut,286,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,48,Sumbawa,5,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,86,sumenep,1,sumsel,41,Sumut,80,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,96,tabanan,93,tajabbarat,1,Takalar,182,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah,1,tanah datar,1,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,122,Tangerang,388,Tangerang Selatan,17,Tanjab Barat,931,Tanjab Timur,140,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,3,tanjung balai,4,Tanjung Enim,42,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,12,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,3,Tapanuli Tengah,18,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarakan,1,tarutung,1,Tasikmalaya,256,Tebing Tinggi,68,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,7,Teelini,1,Tegal,21,tekini,4,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,2,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkin,5,Terkini,27533,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkino,11,terkiri,9,TERKNI,2,Terkuni,1,Terlini,1,Termini,3,ternate,1,Tetkini,1,Timika,1,Toabo,1,toba,21,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1162,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,25,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,301,Waisai,23,warseno,1,WAY KANAN,2,wonosari,1,Yogyakarta,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: MENGENAL TOMBOLOTUTU
MENGENAL TOMBOLOTUTU
https://1.bp.blogspot.com/-xgSWu2U9kQ0/YSRtXmILRMI/AAAAAAADhzQ/vQCFipBJP003EoI8qLJ_now2cK23pqx1gCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20210824-WA0069.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xgSWu2U9kQ0/YSRtXmILRMI/AAAAAAADhzQ/vQCFipBJP003EoI8qLJ_now2cK23pqx1gCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20210824-WA0069.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2021/08/mengenal-tombolotutu.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2021/08/mengenal-tombolotutu.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy