Perkara KDRT Oknum Lapas,Saksi Mengaku Melihat Tangan dan Kaki Korban Lebam

Kampar,RN Sidang lanjutan tindak pidana kekerasan rumah tangga (KDRT) dan Penelantaran oknum lapas bangkinang AG, digelar secara virtual den...


Kampar,RN

Sidang lanjutan tindak pidana kekerasan rumah tangga (KDRT) dan Penelantaran oknum lapas bangkinang AG, digelar secara virtual dengan agenda mendengar keterangan saksi, Selasa (14/9/21).


Sidang yang di gelar di ruangan cakra Pengadilan Negeri Bangkinang kelas 1B itu menghadirkan dua orang saksi dari jaksa penuntut umum. Menjawab pertanyaan Jaksa, Saksi Sri Rahayu yang merupakan adik kandung korban UN menerangkan, korban menghubunginya dan mengatakan bahwa dirinya bertengkar dengan suaminya, dari pertengkaran itu, korban mengalami tindak kekerasan dipukul oleh suaminya. 


"Saya melihat ada memar di tangan dan kaki korban."Saya jumpa dengan kakak saya pada hari jumat magrib, usai kakak saya melakukan visum, saya melihat ada memar di tangan dan kaki kakak saya, "ungkap saksi menjawab pertanyaan Jaksa. 

Saksi juga mengatakan sakit di tangan dan kakinya, dirasakan oleh korban sekitar satu minggu lebih dan tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.


Berdasarkan pengakuan Sri Rahayui, sebelum kejadian pemukulan itu terjadi ia pernah melihat pertengkaran kakaknya dengan terdakwa. Ia mengatakan kejadian itu terjadi saat saksi berkunjung ke rumah kakaknya. "Mereka bertengkar, dan kakak saya hampir di pukul terdakwa, namun cepat dilerai oleh suami saya, "ungkapnya. 


Selanjutnya, kejadian pemukulan yang dilakukan oleh terdakwa kepada korban terjadi ketika korban pulang dari bank BRI Bangkinang yang menanyakan ATM terdakwa yang dipegang oleh korban di blokir, dan korban juga mempertanyakan peminjaman di bank BRI Bangkinang yang dilakukan oleh terdakwa tanpa sepengetahuan korban. 


Jaksa menanyakan apakah terdakwa menafkahi korban, saksi menjawab korban sebelum menikah dengan terdakwa telah memiliki tiga orang anak, namun semenjak menikah dengan terdakwa, anak-anak korban tinggal dengan saksi, dan tidak pernah dinafkahi oleh terdakwa. begitu juga dengan korban, “untuk kebutuhan di rumah, kakak saya yang menanggulangi sampai listrikpun kakak saya yang bayar, " jawab Sri Rahayu."Terkait usaha yang dimiliki oleh korban, saksi mengatakan, usaha gas elpiji sudah ada sebelum menikah dengan terdakwa, kemudian juga ada salon kencantikan, toko pakaian, rental mobil milik korban yang semuanya modalnya tidak berasal dari terdakwa.

Kemudian jaksa menunjukan buku nikah korban dengan terdakwa.saksi membenarkan bahwa buku nikah yang di tunjukkan oleh jaksa adalah buku nikah antara korban dengan terdakwa.

“Saat pernikahan itu status di buku nikah itu janda, bukan perawan, karena kan dia (korban) sudah punya anak tiga. ”kakak saya janda beranak tiga, dan sebelum nikah itu, akta cerainya sudah diberikan kepada KUA, kalau tidak, buku nikahnya tidak bisa dikeluarkan” kata Sri Rahayu menjelaskan.

Jaksa menanyakan apa penyebab antara terdakwa dengan korban sering terjadi pertengkaran. “Masalah keuangan dan keluarga kata saksi“ selain itu Masalah keuangan, kakak saya tidak pernah di kasi uang belanja, juga kebutuhan anaknya, terdakwa tidak mau membantu. Ternyata Keluarganya ( terdakwa) terutama mamanya tidak mau menerima kalau anaknya menikahi janda”.

“Ada satu kejadian waktu lebaran, kami disana (dirumah korban) kebetulan mamanya terdakwa mau datang dari kampung, kami semua ngumpul di rumah itu termasuk anak-anak kakak saya, kami semua diungsikan dirumah tante saya yang kebetulan tidak jauh dari situ karena takut ketahuan kalau kakak saya sudah punya anak, "jawab saksi Sri Rahayu.

Usai JPU memberikan pertanyaan. Kuasa hukum terdakwa Syafardi Amtmaja, S.H.,M.H mengawali pertanyaannya tentang status PNS dari korban. Dan juga ia menanyakan lama korban bekerja sebagai PNS.“Sebelum menikah dengan terdakwa, kakak saya sudah PNS, sampai tahun 2015 masih berstatus PNS, "jawab saksi.Kemudian kuasa hukum terdakwa menanyakan posisi saksi pada saat kejadian. “saya berada di pasir pengaraian, sementara kakak saya berada dibangkinang, saya taunya setelah kakak saya menelepon saya menggunakan video call, "jawab Sri Rahayu.

“Mohon dicatat majelis, bahwa pada saat kejadian, saudara saksi tidak ada di tempat kejadian perkara”, pinta kuasa hukum kepada majelis hakim usai mendengar keterangan saksi Sri Rahayu. Saat ditanya kuasa hukum mengenai pemberian nafkah oleh terdakwa kepada korban, saksi menjawab sepengetahuannya dari cerita korban kepadanya selama menikah, terdakwa tidak pernah memberi nafkah secara materi, karena semua kebutuhan kakak saya yang tanggulangi.

Mengenai besaran gaji yang diterima oleh terdakwa, yang ditanyakan oleh kuasa hukum terdakwa, ia mengatakan sekitar Rp. 6.000.000. " Nilai itu saya asumsikan berdasarkan golongannya, karena suami saya juga PNS dan seluruh gaji nya diserahkan ke saya, "jawab saksi.

Mengenai izin perceraian yang diajukan oleh terdakwa, kuasa hukum AG, Syafardi menayakan,kepada saksi bahwa terdakwa pernah mengajukan izin perceraian di tahun 2019, “Sepengetahuan saya belum masuk kepengadilan, tidak diberi izin oleh atasanya, karena alasanya tidak ada yang tepat, dia bilang selama menikah dia tidak punya anak, itu alasan yang saya ingat, "kata Sri Rahayu.

Saat ditanya apakah korban mau bercerai dengan terdakwa, saksi menjawab, bersedia apabila terdakwa memenuhi syarat yang diberikan korban kepada terdakwa."Hakim menanyakan kepada saksi kapan melihat foto yang di tunjukkan jaksa (foto lebam pada kaki korban). Kemudian saksi menjawab kalau melihat foto, saat di BAP di Polda, tetapi kalau melihat langsung dua hari setelah kejadian.“Saya melihat tangannya, kakinya lebam merah kebiru biruan” jawab Sri Rahayu.Terdakwa yang diberi kesempatan oleh hakim, menyatakan keberatan terhadap keterangan saksi.

“Mengenai buku nikah, waktu kami menikah akta cerai tidak ada diberikan keluarga korban, yang kedua saat menikah, keluarga saya dipaksa untuk menikah di ujung batu (acara pernikahan di laksanakan di ujung batu). Mengenai PNS, awalnya dia bercerita PNS di Rokan Hulu, selama pernikahan berjalan dua tahun, baru ketahuan dia tidak PNS. Kemudian waktu keluarganya datang kebangkinang pas libur, dan minta makan diluar, "ujar terdakwa menyampaikan keberatannya kepada hakim. 

Setelah mendengar keberatan dari terdakwa, hakim menskor sidang karena waktu menunjukkan istirahat makan siang. 

Usai istirahat makan siang, Sidang pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum dilanjutkan kembali. Kali ini menghadirkan Sargiantono yang merupakan sopir korban.

Saksi menerangkan kronologis perkara tindak kekerasan yang dialami korban UN.

“Sebelum kejadian itu, saya mengantarkan korban bersama pengacaranya ke bank BRI, pulang dari bank BRI kami hendak menuju polres, di jalan korban melihat suaminya di rumah makan Nirwana, kemudian korban meminta diturunkan di rumah makan Nirwana. saya bersama pengacara lanjut menuju polres kampar, "kata saksi.

Sesampai di polres sambung saksi, ia ditelpon oleh korban, sambil menanngis mengatakan bahwa dia dipukul oleh suaminya. “Kemudian saya balik lagi ke rumah makan Nirwana, sesampai disana dia menunjukkan bekas dipukul dan terlihat agak memerah,"terang saksi.

Kepada saksi, jaksa menanyakan apabila korban hendak keluar kota, diberi izin oleh terdakwa. pada saat korban akan pergi, terdakwa sering meminta membelikan barang melalui saksi, seperti alat-alat mobil.

“Bang nanti belikan alat mobil, terus saya tanya, uangnya mana? Ada sama UN tu jawabnya kepada saya,"kata Saksi.Kepada saksi korban UN pernah mengeluhkan masalah ekonomi kepada dirinya, dimana terdakwa AG tidak mau membantu korban.

Berdasarkan pengakuan saksi bahwa ia telah bekerja menjadi supir UN dari tahun 2015, l kuasa hukum terdakwa menanyakan kepadanya usaha yang dilakukan oleh korban. Untuk usaha elpiji, sudah ada sebelum dia bekerja dengan UN, sedangkan salon dan toko pakaian baru ada setelah bekerja dengan UN, "jawab Sargiantono.

Lanjut Kuasa tanya hukum terdakwa syafardi Atmaja, dengan usaha yang ditekuni oleh korban saat sekarang ini apakah cukup memenuhi kebutuhannya. “Cukup” kata Sargiantono.

Seperti yang diajukan kepada saksi Sri Rahayu, Syafardi menanayakan keberadaan Sargiantono saat terjadi pemukulan yang dilakukan oleh terdakwa.saat kejadian dia sedang berada di polres, dan mengetahui kejadian pemukulan itu setelah di telepon oleh korban. Mendengar jawaban saksi Sargiantono, kuasa hukum terdakwa meminta kepada majelis hakim untuk mencatat keterangan saksi bahwa pada saat kejadian pemukulan itu saksi tidak berada di tempat kejadian. “kemudian usahanya baru ada setelah saksi bekerja dengan korban UN, berarti usahanya baru ada diatas tahun 2015, mohon dicatat majelis kata syafardi kepada majelis hakim.

Usai mendengar keterangan saksi sargiantono, mejelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa untuk memberi tanggapan. Dan terdakwa keberatan terhadap keterangan saksi

“Saya tidak memberi izin kepada UN untuk mempekerjakan saksi, dan tidak tau berapa gaji saksi yang diberikan oleh UN, "kata terdakwa AG kepada hakim.(kumbang)

COMMENTS
















































Nama

.,3,.berita terkini,11107,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,Aceh,33,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,120,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,2,advertorial,3,Aekkanopan,9,agam,13,ALAI.,5,ambon,4,amlapura,18,Anyer,1,AS,1,Asahan,1,babel,1,badung,53,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,46,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,15,BANDAR LAMPUNG,22,Bandung,108,Bandung Barat,18,banggai,3,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,bangli,122,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,21,Banjarnegara,7,bantaeng,46,Banten,95,Banyuasin,6,Banyumas,12,Banyuwangi,147,barito utara,1,Barru,1,Batam,99,batang,65,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,7,batu bara,22,baturaja,3,Bekasi,1460,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,188,Beltim,216,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,481,BENGKALIS,59,Bengkayang,75,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2631,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,4,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,3,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,3,Blitar,13,Blora,2,BMKG,1,BNN,1,Bogor,312,BOGOR TIMUR,71,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,333,Bolmong raya,3,Bolmong selatan,7,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,7,boltim,17,bone,1,BOYOLALI,2,Brebes,62,Bukit Tinggi,48,bukittinggi,10,buleleng,39,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,84,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,6,Ciamis,34,Cianjur,5,Cibinong,5,Cibitung,1,cikampek,23,Cikampek barat,1,Cikande,1,Cikarang,61,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,7,Cilegon,31,cilengsi,3,Cileungsi,41,Cimahi,312,Cimanggung,1,Cirebon,331,Cirebon Kota,1,Cisarua,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,7090,daerah Terkini,2,Daik Lingga,3,Dairi,244,Deli Serdang,20,Deli tua,1,demak,29,denpasar,145,Depok,376,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Dompu,2,Donggala,43,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,45,Dumai,13,Dumoga,133,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,Fakfak,2,fakta,1,Garut,60,gianyar,221,gorontalo,60,Gowa,105,Gresik,1,GROBOGAN,1,gunung mas,2,Gunung Putri,2,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,2,indralaya,44,Indramayu,28,Indrapura,4,info,1,INHIL,2,inhilriau,1,INHU,5,Jabar,15,jaka,1,Jakarta,1030,jakarta selatan,5,jakarta timur,2,jakarta utara,1,Jambi,151,jateng,2,jatijajar,1,JATIM,3,Jawa Barat,18,Jawa Tengah,5,Jawa Timur,7,Jayapura,25,Jember,3,jembrana,6,Jeneponto,18,Jepara,106,Jombang,3,kab,6,kab .Bandung,203,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3822,kab. bekasi,194,Kab. Bogor,19,Kab. Brebes,4,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,1,kab. Karawang,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,17,kab. langkat,2,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,4,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,12,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,47,kab.agam,1,Kab.Bandung,734,Kab.Bekasi,243,kab.bogor,3,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Nganjuk,6,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,8,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,16,Kab.Tangerang,2,kab.Tasikmalaya,7,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,579,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,kalipuro,1,Kalsel,8,Kalteng,264,Kaltim,24,Kampar,108,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,133,kapuas,3,Kapuas Hulu,240,kara,1,karangasem,94,Karawang,295,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,6,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,6,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,44,KEEROM,25,Kendari,4,kepahiang,4,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,3,klungkung,129,KOBAR,1,Kolaka Utara,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,27,kota pekalongan,8,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,72,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,7,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,5,kuantan,1,kuantan Sengingi,1,kubu raya,5,KUDUS,112,Kuningan,492,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,12,Kutim,6,l,1,Labuhan Batu,8,Labura,394,Lahat,29,LAMBATA,1,Lamongan,2,Lampung,68,Lampung Barat,115,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,61,Lampung Tengah,17,Lampung Timur,464,Lampung Utara,658,LAMPUNGUTARA,1,lampura,10,landak,3,langkat,4,langsa,2,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,27,lebak,173,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,4,Lingga,914,liwa,9,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,2,Lombok,5,Lombok barat,4,Lombok tengah,9,lombok timur,122,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,3,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Mabar,1,Magelang,2,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,445,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,makasar,2,makassar,177,Malang,185,Maluku,5,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,143,MAMUJU,166,MAMUJU TENGAH,6,Manado,45,mancanegara,1,mangapura,1,Manggar,78,Manokwari,159,mansel,1,maros,1,mataram,12,MATENG,5,Mauk,2,Maybrat,1,medan,217,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merak,3,merangin,92,MERANTI,964,MERAUKE,2,Merbau,3,Mesuji,75,metro,212,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,5,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,558,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,2,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,376,muara Tami,1,Muaro Jambi,4,Mukomuko,81,muratara,427,murung raya,2,Musi Banyuasin,11,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,1,ngawi,1,Nias barat,21,NTB,69,NTT,6,nunukan,23,Ogan Ilir,7,OKI,3,Oku Selatan,504,Oku Timur,45,Opini,11,P. Bharat,1,P.SIANTAR,6,PACITAN,2,Padang,13,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,Pakuhaji,2,Palangka raya,347,Palas,23,palelawan,32,Palembang,97,pali,2,Palu,169,Paluta,65,Panang Enim,1,pancur batu,1,pande,1,pandegelang,2,Pandeglang,1323,Pangandaran,4,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,20,Papandayan,1,Papua,88,PAPUA BARAT,221,parapat,2,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,16,PARIMO,527,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,132,Patia,1,patrol,8,PAYAKUMBUH,3,PEBAYURAN,1,Pekalongan,84,pekan baru,6,Pekanbaru,278,Pekanbaru Riau,594,pelalawan,25,pemalang,3,Pematangsiantar,37,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),87,perbaungan,1,perimo,1,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,21,Pesisir Barat,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,Pontianak,1290,Poso,3,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,purbalingga,5,Purwakarta,1535,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,14,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,1,REMBANG,1,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,164,Rohil,3,rokan,1,Rokan Hilir,17,rokan hulu,6,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,59,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,624,Sangatta kutim,1,Sanggau,5,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,457,sekadau,1,SELAT PANJANG,8,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,33,Semarapura,15,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,342,Serdang Bedagai,34,Sergai,31,Seruyan,19,SIAK,14,Sibolga,10,sidikalang,1,SIDOARJO,5,SIDRAP,15,Sigi,102,silaen,1,Simalungun,113,simpang apek,1,Singaparna,7,singaraja,11,SINGKAWANG,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,sintang,2,situbondo,4,solo,5,SOLOK,7,Solok Selatan,9,Soppeng,37,Sorong,67,Sorong selatan,3,Subang,1042,SUKABUM,1,Sukabumi,470,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,52,Sulbar,73,Sulsel,25,Sulteng,304,Sulut,286,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,48,Sumbawa,5,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,86,sumenep,1,sumsel,41,Sumut,80,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,96,tabanan,95,tajabbarat,1,Takalar,183,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah,1,tanah datar,1,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,122,Tangerang,389,Tangerang Selatan,17,Tanjab Barat,933,Tanjab Timur,140,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,3,tanjung balai,4,Tanjung Enim,43,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,12,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,3,Tapanuli Tengah,18,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarakan,1,tarutung,1,Tasikmalaya,257,Tebing Tinggi,68,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,7,Teelini,1,Tegal,21,tekini,4,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,2,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkin,5,Terkini,27777,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkino,11,terkiri,9,TERKNI,2,Terkuni,1,Terlini,1,Termini,3,ternate,1,Tetkini,1,Timika,1,Toabo,1,toba,21,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1165,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,25,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,301,Waisai,23,warseno,1,WAY KANAN,2,wonosari,1,Yogyakarta,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Perkara KDRT Oknum Lapas,Saksi Mengaku Melihat Tangan dan Kaki Korban Lebam
Perkara KDRT Oknum Lapas,Saksi Mengaku Melihat Tangan dan Kaki Korban Lebam
https://1.bp.blogspot.com/-W3cJcaofaXU/YUFmKpWVJeI/AAAAAAADlBw/MK4358rOv0UvXN-lXApH8On7LCYYzkwBwCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20210915-WA0059.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-W3cJcaofaXU/YUFmKpWVJeI/AAAAAAADlBw/MK4358rOv0UvXN-lXApH8On7LCYYzkwBwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20210915-WA0059.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2021/09/perkara-kdrt-oknum-lapassaksi-mengaku.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2021/09/perkara-kdrt-oknum-lapassaksi-mengaku.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy