Refleksi Santri Sambut Era Distrupsi Pasca Perang Dunia II

Oleh  Muhammad Faqih. Alumni Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) Kebonjeruk, Menes Pandeglang Banten Opini,- Diak...


Oleh 

Muhammad Faqih.

Alumni Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) Kebonjeruk, Menes Pandeglang Banten

Opini,- Diakui atau tidak bangsa yang hadir di tengah arus Globalisasi sains dan teknologi mengharuskan setiap masyarakat mengakui sebuah determinasi politik yang menghambat lajunya sebuah perkembangan ekonomi ditingkat nasional maupun internasional.

Hal ini menjadi bagian struktur pikiran umat manusia melihat peran Globalisasi yang menuntun ke arah subornisasi, upaya umat manusia dalam menjawab tantangan tersebut membuat kita sepakat pada kecanggihan dan lajunya sebuah roda ekomoni, politik, hukum dan budaya menjadi lemah atau bangkit.

Lajunya sains dan teknologi adalah sebuah dampak perang dunia 1 yang memusnahkan ribuan umat manusia dan kehancuran idiologi Marxisme di negara jerman dan moskow.

Yang mengharuskan kaum marxisme mengulang kembali sebuah gagasan revolusioner karl marx dalam mencapai negara yang makmur dan masyarat dengan tanpa kelas. Meskipun terdapat perpecahan didalamnya kaum marxisme tetap harus merefleksikan kembali gagasan subtansi Karl Marx dalam mewujudkan cita-cita agung yang tertuang dalam karyanya Das Kapital.

Dalam hal ini banyak sekali timbulnya interpretasi negara-negara melihat tumbangnya negara yang berhaluan Komunisme.

Uni Soviet, sebagai negara komunis terbesar pada saat itu, runtuh oleh krisis politik, ekonomi, dan sosial juga konflik etnis. Krisis yang disebabkan oleh Leninisme, suatu sistem yang mengacu pada tokoh penting Soviet yaitu Lenin. 

Akibatnya, Uni Soviet mengalami krisis lantaran keborosan ekonomi ini yang menjadi kekalahan telak ketika perang tersebut berlangsung, bukan karena kekalahan yang disebabkan perang oleh kelompok Kapitalisme. Melainkan runtuh dengan sendirinya.

Runtuhnya Uni Soviet yang menjadikan matinya komunisme dan berakhirnya Perang Dingin, membawa konsekuensi begitu besar yang sangat nyata merubah peta Geopoliti dunia. 

Runtuhnya komunisme membuat sistem lain, yakni Kapitalisme dan menjadi satu-satunya ideologi yang berjaya. Bahkan, sistem yang disebut sebagai musuh komunisme itu menguasai dunia hingga sekarang dan menciptkan karya tanpa adanya persaingan !


*Perang berkelanjutan dan dampak modernisasi Global indonesia*

Lalu hari ini perang itu tidak lagi dinamakan sebagi gencetan antara Idiologi melainkan berganti dengan istiliah "asimetris" yang mengharuskan setiap bangsa dan negara mampu menciptkan Kecanggihan yang bernama teknologi.

Perang asimetris ini merupakan pertikaian yang terjadi, tidak lagi menggunakan banyaknya senjata fisik melainkan ide-ide, gagasan-gagasan untuk menjatuhkan lawan menggunakan strategi-strategi modern. Potensi ini sangat besar di tengah keberagaman bangsa Indonesia sehingga patut diantisipasi dengan menjaga persatuan oleh karena itu dampak positif ataupun negatif ini, disebut Modernisasi Global yang tidak lepas dari sebuah peperangan yang berkelanjutan. 

Ketika mata mebaca istilah modern maka sepintas kita reflek dengan kata Moodern, maka sepintas selanjutnya kita membayangkan adanya peralatan yang serba modern dan tata kelola kehidupan serba modern.

Tetapi lebih dari itu bahwa modernisasi global tidak sekedar menyangkut aspek yang materiil saja, melainkan juga aspek-aspek yang immateriil, seperti pola pikir, tingkah laku, dan lain sebagainya.

Sehingga modernisasi Global sudah sangat mungkin dapat dikenal dalam kehidupan manusia. Yang melaju pesat pada proses transportasi yang berkemajuan, informasi yang mudah dan komunikasi cepat menjadi ciri khas di bidang teknologi.

Melalui kecanggihan teknologi inilah, teknologi seakan dapat mencengkram dunia berada di genggaman tangan Manusia.

Bahkan Anthony Gidden salah satu seorang Tokoh Strukturasi menyebutkan sebagai “time space distanciation”, yaitu dunia tanpa batas ruang dan waktu bukanlah kendala yang rumit dengan kata lain dalam kondisi apapun tidak mustahil untuk kita capai bila teknologi terus berarus bak air yang mengalir tanpa tepi.

Bahkan juga seorang futurolog yang cukup masyhur harum namanya. Alvin Tofler menyebutkan Moderniasi sebagai sebuah istilah kejutan masa depan (future shock) untuk menggambarkan situasi sekarang yang membuat kita terlempar pada suatu kondisi dimana kita mengalami tekanan yang mengguncangkan dan hilangnya orientasi individu. disebabkan dengan terlalu banyak perubahan dalam waktu yang terlalu singkat.

Itulah kondisi yang sedang kita alami di negara Indonesia. Perubahan-perubahan berskala besar dan cepat ternyata kita respons secara lambat.

Kebudayaan modern yang berkembang menjelang abad 21 merupakan perkembangan lebih lanjut dari kebudayaan yang lebih relevan dan berkemajuan.

Kebudayaan yang lebih relevan itu pertama kali muncul di dunia Barat, pada zaman yang ditandai dengan perkembangan potensi rasional juga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendominasi. Untuk menentukan dan mewarnai kehidupan manusia guna membebaskan manusia secara revolusioner dari pikiran mistis dan irasional sekaligus belenggu tantangan alam semesta.

Mengglobalnya tatanan kehidupan manusia dalam era sekarang seringkali tidak disadari adanya agenda-agenda di balik layar tersebut. 

Bahkan kecenderungan masyarakat justru menyambut gembira dengan penuh gelora sentosa karena globalisasi telah memberikan kemudahan-kemudahan dan jaminan hidup yang lebih baik melalui mudahnya akses informasi dan canggihnya teknologi.

Segala dampak terjadi tidak dapat bisa kita  hindari begitu saja atau dihilangkan keberadaanya, sebab Modernisasi global telah menjadi fenomena di era digital dan disrupsi sekarang ini. Maka, sejumlah negara diharapkan mampu memberikan solusi yang dapat menekan atau mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari modernisasi global termasuk Negara Indonesia kita yang baru semumur jagung merdeka melawan penjajah kolonialisme belanda.

Terdapat 8 dampak yang dapat penulis sampaikan terlepas negatif atau positif

1. Aspek Sosio-Cultural

2. Aspek Ekonomi

3. Aspek Lingkungan

4. Aspek Politik, Hukum, dan Keamanan

5. Aspek Teknologi 

6. Aspek Ideologi

7. Aspek intelektual

8. Aspek kriminalisasi 

Demikian yang dapat penulis sampaikan, bila terdapat kesalahan atau ketidak sesuaian karena  disebabkan rokok yang habis dan kopi hitam tertumpah.

Maka yang dapat disimpulkan perbanyak ngopi kurangi game Online. Sekian.

Iwan 

COMMENTS


































Nama

.,3,.berita terkini,11107,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,Aceh,33,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,120,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,2,advertorial,3,Aekkanopan,9,agam,14,ALAI.,5,ambon,4,amlapura,24,Anyer,1,AS,1,Asahan,1,babel,1,badung,57,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,60,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,15,BANDAR LAMPUNG,23,Bandung,110,Bandung Barat,19,banggai,3,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,bangli,219,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,21,Banjarnegara,7,bantaeng,46,Banten,95,Banyuasin,6,Banyumas,12,Banyuwangi,148,barito utara,1,Barru,1,Batam,99,batang,65,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,7,batu bara,22,baturaja,3,Bekasi,1493,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,189,Beltim,216,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,481,BENGKALIS,60,Bengkayang,75,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2664,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,4,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,3,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,3,Blitar,14,Blora,2,BMKG,1,BNN,1,Bogor,318,BOGOR TIMUR,71,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,354,Bolmong raya,3,Bolmong selatan,7,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,7,boltim,17,bone,1,BOYOLALI,2,Brebes,73,Bukit Tinggi,48,bukittinggi,10,buleleng,48,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,85,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,7,Ciamis,39,Cianjur,5,Cibinong,5,Cibitung,1,cikampek,25,Cikampek barat,1,Cikande,1,Cikarang,62,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,7,Cilegon,33,cilengsi,3,Cileungsi,41,Cimahi,322,Cimanggung,1,Cirebon,338,Cirebon Kota,1,Cisarua,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,7115,daerah Terkini,2,Daik Lingga,3,Dairi,244,Deli Serdang,20,Deli tua,1,demak,29,denpasar,182,Depok,385,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Dompu,2,Donggala,43,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,56,Dumai,15,Dumoga,137,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,Fakfak,2,fakta,1,Garut,61,gianyar,273,gorontalo,60,Gowa,105,Gresik,1,GROBOGAN,1,gunung mas,2,Gunung Putri,2,HL,1,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,2,indralaya,44,Indramayu,29,Indrapura,6,info,1,INHIL,2,inhilriau,1,INHU,5,Jabar,15,jaka,1,Jakarta,1070,jakarta selatan,5,jakarta timur,2,jakarta utara,1,Jambi,151,jateng,2,jatijajar,1,JATIM,4,Jawa Barat,20,Jawa Tengah,5,Jawa Timur,7,Jayapura,25,Jember,4,jembrana,10,Jeneponto,20,Jepara,106,Jombang,3,kab,6,kab .Bandung,203,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3823,kab. bekasi,194,Kab. Bogor,19,Kab. Brebes,12,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,1,kab. Karawang,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,20,kab. langkat,2,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,5,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,12,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,48,kab.agam,1,Kab.Bandung,829,Kab.Bekasi,265,kab.bogor,4,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Nganjuk,6,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,8,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,17,Kab.Tangerang,2,kab.Tasikmalaya,8,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,579,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,kalipuro,1,Kalsel,8,Kalteng,264,Kaltim,24,Kampar,109,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,143,kapuas,3,Kapuas Hulu,240,kara,1,karangasem,135,Karawang,308,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,6,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,6,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,49,KEEROM,25,Kendari,4,kepahiang,4,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,3,klungkung,148,KOBAR,1,Kolaka Utara,1,Kominfo Kab.Bekasi,11,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,27,kota pekalongan,8,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,78,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,3,KOTIM,8,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,5,kuantan,1,kuantan Sengingi,2,kubu raya,5,KUDUS,113,Kuningan,511,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,12,Kutim,6,l,1,Labuhan Batu,9,Labura,394,Lahat,30,LAMBATA,1,Lamongan,2,Lampung,71,Lampung Barat,119,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,61,Lampung Tengah,17,Lampung Timur,464,Lampung Utara,691,LAMPUNGUTARA,1,lampura,10,landak,3,langkat,4,langsa,2,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,31,lebak,173,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,4,Lingga,923,liwa,9,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,3,Lombok,5,Lombok barat,4,Lombok tengah,9,lombok timur,128,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,3,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Mabar,1,Magelang,2,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,502,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,makasar,2,makassar,180,Malang,185,Maluku,5,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,143,MAMUJU,169,MAMUJU TENGAH,7,Manado,45,mancanegara,1,mangapura,1,Manggar,78,Manokwari,159,mansel,1,maros,1,mataram,12,MATENG,5,Mauk,2,Maybrat,1,medan,218,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merak,3,merangin,92,MERANTI,964,MERAUKE,2,Merbau,3,Mesuji,75,metro,212,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,5,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,559,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,2,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,387,muara Tami,1,Muaro Jambi,4,Mukomuko,81,muratara,460,murung raya,2,Musi Banyuasin,12,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,1,ngawi,1,Nias barat,21,NTB,69,NTT,6,nunukan,23,Ogan Ilir,7,OKI,3,Oku Selatan,512,Oku Timur,49,Opini,11,P. Bharat,1,P.SIANTAR,6,PACITAN,2,Padang,13,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,Pakuhaji,2,Palangka raya,347,Palas,23,palelawan,33,Palembang,98,pali,2,Palu,170,Paluta,65,Panang Enim,1,pancur batu,1,pande,1,pandegelang,3,Pandeglang,1363,Pangandaran,6,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,20,Papandayan,1,Papua,90,PAPUA BARAT,224,parapat,2,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,17,PARIMO,594,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,138,Patia,1,patrol,8,PAYAKUMBUH,4,PEBAYURAN,1,Pekalongan,84,pekan baru,6,Pekanbaru,278,Pekanbaru Riau,638,pelalawan,25,pemalang,3,Pematangsiantar,37,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),88,perbaungan,1,perimo,2,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,22,Pesisir Barat,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,Pontianak,1305,Poso,3,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,purbalingga,5,Purwakarta,1565,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,15,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,1,REMBANG,1,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,166,Rohil,3,rokan,1,Rokan Hilir,20,rokan hulu,8,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,59,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,637,Sangatta kutim,1,Sanggau,5,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,457,sekadau,1,SELAT PANJANG,10,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,34,Semarapura,17,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,350,Serdang Bedagai,34,Sergai,31,Seruyan,19,SIAK,14,Sibolga,10,sidikalang,1,SIDOARJO,5,SIDRAP,15,Sigi,102,silaen,1,Simalungun,116,simpang apek,1,Singaparna,7,singaraja,12,SINGKAWANG,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,sintang,2,situbondo,4,solo,5,SOLOK,8,Solok Selatan,9,Soppeng,37,Sorong,67,Sorong selatan,3,Subang,1074,SUKABUM,1,Sukabumi,506,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,55,sulawesi tenggara,1,Sulbar,102,Sulsel,25,Sulteng,305,Sulut,293,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,48,Sumbawa,5,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,92,sumenep,1,sumsel,41,Sumut,80,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,99,tabanan,123,tajabbarat,1,Takalar,184,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah,1,tanah datar,1,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,122,Tangerang,389,Tangerang Selatan,17,Tanjab Barat,955,Tanjab Timur,140,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,5,tanjung balai,4,Tanjung Enim,53,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,12,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,4,Tapanuli Tengah,18,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarakan,1,tarutung,1,Tasikmalaya,267,Tebing Tinggi,68,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,7,Teelini,1,Tegal,21,tekini,5,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,1,tembilahan,1,tembuku,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,3,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkin,5,Terkini,29038,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkino,11,terkiri,9,TERKNI,2,Terkuni,1,Terlini,1,Termini,3,ternate,1,Tetkini,1,Timika,1,Toabo,1,toba,22,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1177,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,25,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,301,Waisai,23,warseno,1,WAY KANAN,2,wonosari,1,Yogyakarta,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Refleksi Santri Sambut Era Distrupsi Pasca Perang Dunia II
Refleksi Santri Sambut Era Distrupsi Pasca Perang Dunia II
https://1.bp.blogspot.com/-vG74ucMTzf8/YUbk2cGjMEI/AAAAAAADluk/EJGHVxs-sbkZNT3O5yxMrL7qgyseCeH1ACLcBGAsYHQ/s320/IMG-20210919-WA0110.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vG74ucMTzf8/YUbk2cGjMEI/AAAAAAADluk/EJGHVxs-sbkZNT3O5yxMrL7qgyseCeH1ACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20210919-WA0110.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2021/09/refleksi-santri-sambut-era-distrupsi.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2021/09/refleksi-santri-sambut-era-distrupsi.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy