Beredar Rilis Berita Sepihak dari Kelompok ABS,Ini Tanggapan Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto

Pekanbaru,RN Sudah terbit dan beredarnya rilis berita sepihak dari beberapa kelompok media online terkait perkara Laporan oknum ASN/PNS DPRD...


Pekanbaru,RN

Sudah terbit dan beredarnya rilis berita sepihak dari beberapa kelompok media online terkait perkara Laporan oknum ASN/PNS DPRD Provinsi Riau,Ferry Sasriadi dengan Terlapor Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto,justru memicu tanda tanya.


Pasalnya,hal itu dilakukan oleh orang-orang yang katanya profesional dibidang kewartawanan.Kelompok tersebut selalu mengklaim bahwa pihaknya adalah wartawan sejati yang profesional dan menganggap dirinya paling benar. 


Tanda tanya semakin memperlebar jurang pemahaman publik akan profesionalisme wartawan yang sesungguhnya,antara kepentingan,patuh terhadap pimpinan 'Bauer' yang dulu sempat ramai dengan istilah 'gundul' atau justru kekeliruan dari oknum wartawan media online itu sendiri,tanyalah pada rumput yang bergoyang?!


Hal itu dipertegas Aktivis Larshen Yunus, yang juga selaku Ketua DPD KNPI Provinsi Riau periode 2022-2025.


Bertempat di Lobby Grand Elite Hotel Pekanbaru,Senin (21/2/2022) Larshen Yunus hanya katakan,bahwa justru dengan beredarnya rilis berita yang keliru dan tendensius tersebut,semakin memastikan pemahamannya,bahwa Wartawan Profesional itu tidak hanya dilahirkan dari Group organisasi pers yang katanya besar dan rajin buat kegiatan jalan-jalan dengan bungkusan istilah 'study banding' dll,namun Wartawan Profesional adalah bebas dari segala bentuk kepentingan, jika penguasa sudah menjadi pemodal perusahaan pers itu sendiri,apakah mungkin pers itu berlaku netral? 


"Saya masih ingat percakapan dengan kakanda Hermanto Ansam,selaku pimpinan salah satu media online terbesar di Riau ini, beliau katakan bahwa media itu tak boleh terikat kerjasama dengan pemerintah, karena pasti akan ada konflik interes (kepentingan).Media yang cerdas pasti mencari peluang dari sisi perusahaan swasta,kalaupun sama pemerintah sifatnya hanya sekejap!"tutur Ketua DPD KNPI Provinsi Riau Larshen Yunus.


Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga katakan,bahwa diduga kuat media-media yang tergabung dalam kelompok organisasi yang katanya besar itu,justru sepertinya mengalami degradasi yang sangat kuat,pola kepentingannya sangat kasar,ketika disinggung mengenai Peraturan Gubernur Riau (Pergubri)Tentang Pers maupun terkait Polemik anggaran Publikasi Media secara keseluruhan di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun anggaran 2020 sebesar lebih kurang Rp.22 Milyar, yang terjadi adalah Kegelisahan dari para kelompok 'Latah' sangat miris prilaku oknum yang katanya profesional ini


"Kami menyebutnya kelompok Latah,karena selain ketidakjujuran,mereka terkesan ikut-ikutan dengan segala situasi.Masih dianggap wajar,ketika yang Latah itu dulunya menikmati 'kue' dari Pemprov Riau,tetapi ada juga media yang tak ada dapat apa-apa, tak pernah menikmati kue atas praktek monopoli itu,justru ikut-ikutan (ABS) Asal Bapak Senang jangan gara-gara dekat dengan penguasa jadi penjilat,padahal pungsi pers itu bukan menjilat kepada penguasa,tetapi mengkritik mereka yang sedang berkuasa"ujar Larshen yunus yang kerap mengkritik penguasa zhalim di Riau 


Lanjutnya lagi, bahwa terkait rilis berita yang membahas (menerbitkan) tentang perkara dugaan pengrusakan dan atau dugaan masuk tanpa hak,dijawab cerdas oleh mantan Presiden Mahasiswa Sosialis Indonesia tersebut.


"Bahwa saya akan menjelaskan secara runut, mohon semuanya memahami dengan landasan fikiran yang tenang dan hati yang sejuk.Berikut ini penjelasan dari saya dan Jurnalis Senior Rudi Yanto S.Pi: Kami mengawali istilah Kepolisian RI dengan sebutan Pelapor tak selamanya benar dan Terlapor tak selamanya salah.Bahwa Laporan dari oknum ASN/PNS DPRD Provinsi Riau itu sangat menyesatkan,brutal, tendensius dan sangat mengandung Fitnah yang Keji"tegas Larshen Yunus dan Rudi Yanto.


Menurut mereka berdua,kegelian dan keanehan itu justru muncul dari awal pelaporan,yang bagi mereka sarat akan kepentingan,didug titipan dan tekanan dari oknum Pejabat di Gedung DPRD Provinsi Riau,baik itu anggota dewan maupun pejabat di Sekretariat Dewan (Setwan).Karena sangat tidak bisa dipercaya,seorang ASN berani melaporkan tanpa dasar hukum yang kuat.


Terhadap pasal yang disangkakan justru sangat keliru dan memalukan.Institusi Polri diuji terkait hal ini, apakah benar-benar Presisi atau justru bertindak seperti Indomie? 


"Coba anda bayangkan,pihak Setwan DPRD Provinsi Riau telah memberikan Barang Bukti (BB) berupa dua unit rekaman CCTV, kenapa dasar otentik dari perkara ini tidak dibuka lebar? Gelar Perkara saja tak pernah dilakukan! Ehh sudah meloncat pula ketahap Penyidikan (Sidik) dan tanpa adanya malu dengan sumpah prajurit, justru menerbitkan sekaligus mengirim SPDP ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru,ini namanya prilaku penegakkan hukum zaman penjajahan 'londo' dulu,"pungkas Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto.


Sambung kedua terlapor itu,semestinya penyidik di Sat Reskrim Polresta Pekanbaru merujuk atas dua unit Rekaman CCTV tersebut,jangan justru bermain diranah Panggung Sandiwara.Karena yakin dan percayalah,bahwa Hukum itu adalah Pembuktian.


"Kami ulangi berkali-kali,bahwa kegiatan yang dimaksud sudah beberapa kali dilakukan,sekitar 5 sampai 6 kali.Hal itu berawal dari kegiatan Advokasi dan Penelitian Formappi Riau terkait oknum anggota dewan pemalas dari fraksi Partai Golkar inisial SA dan kegiatan itu sudah lama diketahui Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau,H Syafaruddin Poti SH dan Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Riau, Abu Khoiri.Bahwa terhadap tuduhan itu sangat-sangat tidak masuk akal.Kalau memang ada pengrusakan,mana bukti rekaman CCTVnya?"ujar Larshen Yunus dan Rudi Yanto penuh tanda tanya


Terhadap pasal yang disangkakan justru bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya.Misal, terkait pengrusakan, lagi-lagi kedua terlapor itu minta agar Barang Bukti (BB) dua rekaman CCTV itu dibuka,dilakukan gelar perkara,kuat dugaan ini adalah praktek Kriminalisasi diterapkan.Terkait pasal masuk tanpa hak, hal ini hanya berlaku di tempat dan atau ruangan yang sifatnya pribadi alias privasi (privat) seperti kamar atau rumah milik pribadi.Nah, sementara Gedung DPRD maupun BK itu termasuk ruang publik yang sering digaungkan dengan istilah rumah rakyat.


"Kami juga telah pegang kedua BB rekaman CCTV itu.Semuanya sudah jelas.Bahwa si Pelapor dan Penyidik di Sat Reskrim Polresta Pekanbaru sepertinya keliru.Kami akan lakukan perlawanan! Kemarin juga kami dihubungi dan diwawancarai dengan kakanda Mahmud Marhaba,yang kami ketahui selaku senior di organisasi GRANAT dan saat ini menjabat sebagai Sekjen JMSI. Berselang beberapa menit,terbitlah berita di situs www.carapandang.com.Bagi kami berita tersebut lumayan berimbang, daripada kelompok media online di Riau yang selama ini ngaku profesional,ternyata juga ikut ngawur alias Latah. Karena berita dari mereka tak pernah berimbang, pernyataan dari kami berdua tak ada, padahal yang menjadi objek perkara kami, kok malah pernyataan yang lain pula dibuat, seakan ingin mengetes nyali kami dengan cara-cara 'dungu' seperti itu" ujar Larshen Yunus.


Aktivis Anti Korupsi yang dikenal vokal dan sukses dalam setiap pelaporannya itu juga jelaskan,bahwa terkait dengan pasal masuk tanpa hak,dianggap sebagai kekeliruan yang sangat memalukan,yakni disisi lain diketahui pihak pelapor menyiapkan saksi sebanyak 5 (lima) orang,apakah itu saksi palsu atau saksi dungu? Pasal masuk tanpa hak,berarti dituangkan itu tak ada orang,ini justru ada saksi sebanyak itu,kenapa tidak semua pegawai dan honorer di Gedung DPRD Riau saja dijadikan saksi.


"Terakhir kami ingin mengajak berfikir Cerdas! Agar publik tak ikut dungu dan latah seperti kelompok-kelompok disebrang. Bahwa definisi Saksi adalah dia yang melihat,dia yang mendengar,dia yang merasakan dan dia yang mengalami. Sementara di pas itu masuk tanpa hak,yang artinya tak ada orang.Kendati pada saat itu terbukti pintu ruang BK DPRD Riau dalam keadaan terbuka alias tak terkunci. Semuanya pasti terjawab dengan kedua rekaman CCTV itu.Ayo Revolusi mental! POLRI wajib PRESISI! Janganlah suka memfitnah, karena pada akhirnya kalian juga merima Karma dari sikap dan perilaku fitnah itu sendiri!"tutup Aktivis Larshen Yunus, yang juga menjabat sebagai Ketua PP GAMARI 5 periode.Demikian rilis diterima dari Larshen yunus hari ini.(kumbang)

COMMENTS































Nama

.,3,.berita terkini,11108,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,Aceh,33,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,120,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,2,advertorial,10,aek kanopan,1,Aekkanopan,9,agam,17,ALAI.,5,ambon,4,amlapura,42,anjatan,2,Anyer,1,AS,1,Asahan,5,babel,1,badung,144,Bagansiapiapi,4,bakan,1,BALAESANG,1,bali,156,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,16,BANDAR LAMPUNG,31,bandara,2,Bandung,122,Bandung Barat,21,banggai,3,bangka,1,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,4,bangli,556,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,22,Banjarnegara,7,bantaeng,46,Banten,108,Banyuasin,6,Banyumas,12,Banyuwangi,148,barito utara,1,Barru,1,Batam,101,batang,67,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,7,batu bara,61,baturaja,4,Bekasi,1740,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,198,Belitung Timur,2,Beltim,225,belu,1,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,481,BENGKALIS,69,Bengkayang,75,BENGKULU,5,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,benoa,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berit terkini,2,berita,1,Berita terkini,2827,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,4,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,3,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,3,blahbatuh,6,Blitar,15,Blora,2,BMKG,1,BNN,1,Bogor,387,BOGOR TIMUR,71,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,400,Bolmong raya,3,Bolmong selatan,7,bolmong timur,1,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,7,boltim,17,bone,1,BOYOLALI,2,Brebes,133,bualu,1,Bukit Tinggi,50,bukittinggi,16,buleleng,108,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,87,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,7,Ciamis,55,Cianjur,6,Cibinong,6,Cibitung,1,cikampek,36,Cikampek barat,1,Cikande,1,Cikarang,68,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,8,Cilegon,35,cilengsi,3,Cileungsi,41,Cimahi,363,Cimanggung,1,Cirebon,406,Cirebon Kota,1,Cisarua,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,7263,daerah Terkini,2,Daik Lingga,3,Dairi,244,Deli Serdang,21,Deli tua,1,demak,29,denpasar,457,Depok,448,derah,5,DIY,3,Dolok,4,Doloksanggul,16,Dompu,2,Donggala,84,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,82,DPRD LamSel,8,Dumai,19,Dumoga,167,Dumoga Utara,2,duri,1,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,eretan,1,Erkini,1,Fakfak,2,fakta,1,Garut,73,gianyar,568,gorontalo,61,Gowa,106,Gresik,1,GROBOGAN,1,gunung mas,2,Gunung Putri,2,gunungsitoli,1,HL,7,HSU,1,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,3,indralaya,44,Indramayu,33,Indrapura,14,info,1,INHIL,2,inhilriau,1,INHU,7,Jabar,19,jaka,1,Jakarta,1338,jakarta selatan,5,jakarta timur,2,jakarta utara,2,Jambi,152,jateng,3,jatijajar,1,JATIM,4,Jawa Barat,33,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,10,Jayapura,27,Jember,8,jembrana,152,Jeneponto,20,Jepara,106,Jombang,4,kab,6,kab .Bandung,203,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3827,kab. bekasi,194,Kab. Bogor,19,Kab. Brebes,49,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,1,kab. Karawang,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,44,kab. langkat,2,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,6,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,12,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,51,kab.agam,1,Kab.Bandung,1657,Kab.Bekasi,315,kab.bogor,8,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Nganjuk,6,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,8,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,23,Kab.Tangerang,6,kab.Tasikmalaya,11,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,579,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,kalipuro,1,Kalsel,10,Kalteng,264,Kaltim,24,Kampar,118,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,185,kapuas,3,Kapuas Hulu,240,kara,1,karangasem,380,Karawang,333,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,6,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,6,keban agung,1,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,54,KEEROM,25,Kendari,4,kepahiang,4,KEPRI,2,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,6,klungkung,360,KOBAR,1,Kolaka Utara,1,Kominfo Kab.Bekasi,34,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,27,kota pekalongan,8,Kota Sorong,7,kotabaru,1,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,86,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,3,KOTIM,9,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,9,kuantan,1,kuantan Sengingi,4,kubu,1,kubu raya,7,KUDUS,122,Kuningan,765,kupang,2,kuta,1,kuta badung,1,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,12,Kutim,6,l,1,Labuhan Bajo,1,Labuhan Batu,9,Labura,405,Lahat,31,LAMBATA,1,Lamongan,3,Lampung,79,Lampung Barat,119,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,62,Lampung Tengah,20,Lampung Timur,465,Lampung Utara,768,LAMPUNGUTARA,1,lampura,12,landak,5,langkat,5,langsa,2,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,45,lebak,179,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,6,Lingga,967,liwa,9,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,3,Lombok,6,Lombok barat,4,Lombok tengah,12,lombok timur,132,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,7,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Mabar,1,madina,1,Magelang,2,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,592,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,makasar,2,makassar,180,Malang,185,Maluku,5,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,178,MAMUJU,184,MAMUJU TENGAH,7,Manado,47,mancanegara,1,mandau,1,mangapura,1,Manggar,83,Manokwari,159,mansel,1,maros,1,mataram,12,MATENG,5,Mauk,2,Maybrat,1,medan,220,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merak,3,merangin,92,MERANTI,967,MERAUKE,2,Merbau,3,Mesuji,75,metro,212,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,5,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,559,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,3,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,555,muara Tami,2,Muaro Jambi,4,Mukomuko,81,muratara,534,murung raya,2,Musi Banyuasin,12,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,3,ngawi,1,Nias barat,21,NTB,74,NTT,8,nunukan,25,Ogan Ilir,7,OKI,3,OKU,2,Oku Selatan,529,Oku Timur,52,Opini,11,P. Bharat,1,P.SIANTAR,6,PACITAN,2,Padang,13,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,2,Pagaralam,33,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,Pakuhaji,2,Palangka raya,347,Palas,23,palelawan,37,Palembang,101,pali,2,Palu,187,palu utara,1,Paluta,66,Panang Enim,2,pancur batu,1,pand,1,pande,1,pandegelang,3,Pandeglang,1641,Pangandaran,11,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,21,Papandayan,1,Papua,90,PAPUA BARAT,224,parapat,2,PARIAMAN,2,Parigi,6,Parigi Moutong,19,PARIMO,997,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,13,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,167,Patia,1,patrol,13,PAYAKUMBUH,8,PEBAYURAN,1,Pekalongan,84,pekan baru,6,Pekanbaru,279,Pekanbaru Riau,991,pelalawan,25,pemalang,3,Pematangsiantar,37,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),112,perbaungan,1,perimo,2,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,22,Pesisir Barat,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,ponorogo,1,Pontianak,1340,Poso,4,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,25,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,purbalingga,5,Purwakarta,1791,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,19,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,1,REMBANG,1,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,172,Rohil,3,rokan,1,Rokan Hilir,46,rokan hulu,9,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,60,sambilan,1,sampang,2,SAMPI,1,Sampit,652,Sangatta kutim,1,Sanggau,6,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,460,sekadau,1,SELAT PANJANG,10,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,41,Semarapura,38,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,1,sentul,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,391,Serdang Bedagai,34,Sergai,31,Seruyan,19,SIAK,16,siak hulu,3,Sibolga,131,sidikalang,1,SIDOARJO,6,SIDRAP,15,Sigi,103,silaen,1,Simalungun,120,simpang apek,1,Singaparna,8,singaraja,18,SINGKAWANG,5,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,sintang,3,situbondo,5,solo,5,SOLOK,13,Solok Selatan,9,Soppeng,37,Sorong,67,Sorong selatan,3,Subang,1321,SUKABUM,1,Sukabumi,566,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,56,sulawesi tenggara,1,Sulbar,200,Sulsel,27,Sulteng,313,Sulut,296,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,51,Sumbawa,5,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,109,sumenep,1,sumsel,43,Sumut,104,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,101,Surakarta,1,tabanan,212,tajabbarat,1,Takalar,184,talangpadang,3,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah,1,tanah datar,2,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,122,Tangerang,402,Tangerang Selatan,74,tanggamus,46,Tanjab Barat,970,Tanjab Timur,140,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,8,tanjung balai,4,Tanjung Enim,65,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,12,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,5,Tapanuli Tengah,75,Tapanuli Utara,16,tapung,3,tapung hulu,1,tarakan,1,tarutung,2,Tasikmalaya,299,Tebing Tinggi,69,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,10,Teelini,1,Tegal,26,tekini,5,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,5,tembilahan,2,tembuku,2,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,3,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkiji,4,Terkin,6,Terkin8,1,Terkini,36345,Terkinii,1,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkino,11,Terkinu,1,terkiri,9,TERKNI,2,Terkuni,2,Terlini,2,Termini,4,ternate,1,Tetkini,6,Timika,1,Toabo,1,toba,33,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1264,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,27,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,302,Twrkini,1,ubud,15,Waibakul,1,Waisai,23,warseno,1,WAY KANAN,2,wonosari,1,Yogyakarta,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Beredar Rilis Berita Sepihak dari Kelompok ABS,Ini Tanggapan Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto
Beredar Rilis Berita Sepihak dari Kelompok ABS,Ini Tanggapan Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudi Yanto
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhGAeS1D9m-oAJzjUHO-DWEAzhvAm4zfSRk4bsWa5S6o1Gbc6WUvJDKA4xW252WvlZ4kCvbn-ilyiBVfjx4KZEc-DmCSqU_pQXjTisrg-8tejaC3qWT56IIAdE5w0t-OFUPoGPYuJcF3wCuWRZ3-pYLLpaOTYbOOkKAee3HW8EtASQrUs1KJQEIXm_C=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhGAeS1D9m-oAJzjUHO-DWEAzhvAm4zfSRk4bsWa5S6o1Gbc6WUvJDKA4xW252WvlZ4kCvbn-ilyiBVfjx4KZEc-DmCSqU_pQXjTisrg-8tejaC3qWT56IIAdE5w0t-OFUPoGPYuJcF3wCuWRZ3-pYLLpaOTYbOOkKAee3HW8EtASQrUs1KJQEIXm_C=s72-c
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2022/02/beredar-rilis-berita-sepihak-dari.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2022/02/beredar-rilis-berita-sepihak-dari.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy