“Law As a Tool of Crime” di Penangkapan Wilson Lalengke Penulis : Heintje G. Mandagi Ketua Dewan Pers Indonesia dan Ketum DPP SPRI

Jakarta, RN Judul di atas mungkin terkesan ekstrim. Tapi fakta yang terjadi sulit bagi penulis untuk tidak mengatakan bahwa dalam kasus pena...



Jakarta, RN

Judul di atas mungkin terkesan ekstrim. Tapi fakta yang terjadi sulit bagi penulis untuk tidak mengatakan bahwa dalam kasus penangkapan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) telah terjadi legalisasi “Law as a tool of crime” atau perbuatan menjadikan hukum sebagai alat kejahatan. 

Kepolisian Resort Lampung Timur boleh saja beralasan menjalankan tugas sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Laporan masyarakat memang wajib dilayani dan diproses sesuai ketentuan yang diatur. 

Namun dalam kasus penangkapan Ketum DPN PPWI Wilson Lalengke atas laporan polisi terkait pengrusakan karangan bunga pemberian warga yang sudah menjadi milik Polres Lampung Timur langsung diproses secara ‘membabi-buta’. Tak ada surat pemanggilan kepada pelaku dan surat penetapan sebagai tersangka tiba-tiba Wilson Lalengke langsung ditangkap bak teroris saat hendak memperjuangkan keadilan terhadap wartawan di Markas Polda Lampung.

Wilson Lalengke kemudian diborgol dan diseret ke Mapolres dan diperlakukan oleh oknum petugas polisi seperti penjahat kelas berat. Sebagai rekan seprofesi, penulis miris dan sedih melihat perlakuan aparat negara yang digaji dari keringat rakyat dan memperlakukan tokoh pers dan alumni Lemhanas ini seperti penjahat dalam kasus sepeleh. 

Kapolres Lampung Timur sesungguhnya bukan anggota polisi yang masih berpangkat rendahan.  Seharusnya paham bahwa pemberi karangan bunga ucapan selamat dalam bentuk apapun secara hukum sudah melepas hak kepemilikan atas barang yang diberikan kepada penerima. Itu sudah menjadi hukum positif yang berlaku di seluruh dunia. Jadi karangan bunga itu adalah milik Polres bukan lagi milik si pemberi. 

Bahwa terjadi insiden penurunan papan karangan bunga milik Polres Lampung Timur di halaman Mapolres oleh Wilson Lalengke lebih disebabkan reaksi berlebihan yang diakibatkan isi dari ucapan selamat itu berisi pelecehan terhadap wartawan dan seakan ingin membenturkan watawan dengan institusi Polres Lamptim dalam penanganan perkara Pemimpin Redaksi ResolusiTV.com Muhammad Indra. 

Terlepas dari kejadian itu, Polres Lamptim seharusnya tidak memproses laporan polisi yang dilayangkan orang yang mengaku pemilik papan karangan bunga yang sejatinya sudah menjadi milik Polres Lamptim. 

Penulis ingin lebih menarik jauh ke belakang terkait apa sebetulnya yang diperjuangkan Ketum DPN PPWI Wilson Lalengke di Polres Lamptim. Wilson sedang tidak membela pengusaha kaya tapi sedang memperjuangkan hak azasi anggotanya yang dikriminalisasi. 

Wilson yang saya kenal bukan sekali ini membela kepentingan wartawan yang terzalimi, tapi warga umum sekalipun tak luput dari perhatiannya. Bahkan seorang ibu anggota Bhayangkara, isteri perwira polisi di Polda Sulut yang menjadi korban kriminalisasi turut pula dibelanya mati-matian. Karena Wison menentang keras praktek legalisasi hukum sebagai alat kejahatan untuk mengkriminalisasi orang yang tak bersalah. 

Akan halnya Anggota PPWI Muhammad Indra, Pemimpin Redaksi ResolusiTV.com yang menjadi korban kriminalisasi ikut dibela Wilson tanpa pamrih. Jauh-jauh dari Jakarta terbang ke Lampung untuk membela anggotanya yang dizalimi. 

Dalam keterangan pers yang disampaikan Wilson selaku Ketua DPN PPWI usai korban kriminalisasi pers Muhammad Indra ditahan penyidik Polres Lamptim, secara gamblang diungkapan kronologis kejadian penangkapan terhadap korban di rumahnya. 

Sebelum ditangkap, Muhammad Indra diungkapkan sempat memberitakan peristiwa seorang isteri menggrebek suaminya lagi berselingkuh dengan wanita idaman lainnya. Pelaku perselingkuhan itu Bernama Rio yang disebut-sebut merupakan pimpinan organisasi masyarakat dan orang dekat Bupati di Lampung. 

Pasca pemberitaan itu, Rio Bersama  keponakannya Noval yang juga berprofesi sebagai wartawan meminta Muhammad Indra melakukan pertemuan untuk membicarakan kasus perselingkuhan yang diberitakan di media ResolusiTV.com. 

Pihak Rio meminta bantuan Noval agar persoalan itu diselesaikan secara baik-baik dengan Muhammad Indra. Meskipun sibuk dengan kegiatan medianya, Indra akhirnya mengorbankan waktu dan kesibukannya untuk memenuhi permintaan Noval rekannya sesama wartawan untuk bertemu di Masjid Desa Sumbergede. 

Dalam suasana damai dan kekeluargaan Muhammad Indra bersedia menolong rekannya Noval agar berita tentang perselinguhan pamanya Rio dihapus dari halaman media ResolusiTV.com. Dan Noval pun memberikan uang kepada Muhammad Indra sebagai uang pengganti transport serta waktu yang diberikan untuk bertemu menyelesaikan persoalan nama baik pamannya dengan pendekatan sesama profesi. 

Uang yang diterima Muhammad Indra tidak banyak karena hanya 3 juta rupiah sehingga tidak layak dikategorikan pemerasan. Itupun bukan permintaan Indra melainkan pemberian. Yang pasti uang itu tidak diterima korban kriminalisasi pers Muhammad Indra dari Rio sang pelapor. 

Pertemuan itu rupanya bagian dari skenario untuk menjebak Muhamad Indra setelah menerima uang dari Noval. Rio yang secara langsung tidak memberikan uang kepada Muhammad Indra justeru menghianati kesepakatan dan pertemuan di Masjid dengan melaporkan Muhammad Indra dengan tuduhan pemerasan. 

Dari peristiwa pertemuan itu sudah bisa dipastikan ada scenario yang dilakukan Rio Bersama Noval untuk menggunakan Hukum atau pasal pidana pemerasan terhadap Pimred ResolusiTV.com Muhammad Indra dengan bukti pemberian uang tersebut ke polisi. 

Bagi penulis cukup sulit untuk tidak berprasangka bahwa oknum aparat Polres Lampung Timur tidak terlibat dalam skenario legalisasi law as a tool of crime yang diterapkan Rio untuk menjerat Muhammad Indra. Sepertinya tabiat Rio yang suka berhianat kepada isterinya ikut pula dipraktekan kepada Mumammad Indra dengan menghianati kesepakatan dan niat baiknya menolong untuk menghapus berita perselingkuhannya di media ResolusiTV.com agar nama baik Rio bisa tetap terjaga. 

Bagaimana mungkin polisi memproses tuduhan pemerasan dengan uang yang hanya berjumlah 3 juta rupiah yang diterima tersangka. Serendah itukah parameter nilai uang pemerasan menurut Polres Lamptim? Polisi sangat jelas tidak memperlihatkan profesionalismenya ketika menangani perkara ini. Sejatinya wartawan yang dilaporkan dimintai keterangan dulu. 

Motif atau mens rea dalam kasus ini pun gak ada sama sekali. Karena berita terkait kasus tersebut sudah dimuat di media ResolusiTV.com oleh Muhammad Indra. Dari mana polisi dan pelapor memiliki bukti ada pemerasan atau permintaan uang dari Muhammad Indra kepada pelapor dalam jumlah besar karena tujuan pemberitaan. 

Faktanya berita sudah naik dan terpublikasi. Di mana letak pemerasannya lalu polisi bertindak fulgar dan menggerbek rumah tersangka dengan cara-cara yang kurang pas dan menggambarkan arogansi lembaga kepada rakyat yang menggajinya. 

Operasi tangkap tangan kelihatan sekali sangat dipaksakan. Karena tersangka tidak pernah meminta uang kepada pelapor dan kejadian bukan di rumah tersangka melainkan di Masjid Desa Sumber Gede. Niat tersangka justeru sebaliknya adalah itikad baik menolong pelapor agar nama baiknya bisa terjaga dengan bersedia menghapus berita perselingkuhanya. Fakta ini pun disaksikan langsung isteri tersangka. 

Akibat dari itu, wajar jika Wilson Lalengke selau Ketum DPN PPWI meradang karena anggotanya dikriminalisasi. Meskipun dalam proses pembelaan yang dilakukan Wilson Lalengke itu telah terjadi rentetan peristiwa yang menyebabkan dirinya ditangkap polisi.

Dengan fakta penangkapan Ketum PPWI Wilson Lalengke ini, penulis menjadi semakin yakin ada pihak yang sukses menjadikan law as a tool of crime. Dan pihak oknum Polres Lamptim dan Kapolresnya harus ikut bertanggungjawab atas persoalan itu. Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo sebaiknya segera mencopot Kapolres Lampung Timur dan memberi sanksi kepada seluruh oknum penyidik yang melakukan penangkapan terhadap Wilson Lalengke yang melanggar prosedur. Polisi harusnya menunjukan profesionalisme bukan arogansi.

Terlepas dari semua itu, Wilson Lalengke juga dikabarkan sudah meminta maaf kepada Polres karena sempat membentak petugas Polres dan merobohkan papan karangan bunga. Selain itu Wilson juga meminta maaf kepada tokoh adat Lampung karena karangan bunga dari keluarga adat yang dirobohkannya menyinggung keluarga adat setempat.


Bbl/TimRed

COMMENTS































Nama

.,3,.berita terkini,11108,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,Aceh,33,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,120,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,2,advertorial,10,aek kanopan,1,Aekkanopan,9,agam,17,ALAI.,5,ambon,4,amlapura,43,anjatan,2,Anyer,1,AS,1,Asahan,5,babel,1,badung,151,Bagansiapiapi,4,bakan,1,BALAESANG,1,bali,158,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,16,BANDAR LAMPUNG,31,bandara,2,Bandung,122,Bandung Barat,21,banggai,3,bangka,1,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,4,bangli,563,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,22,Banjarnegara,7,bantaeng,46,Banten,108,Banyuasin,6,Banyumas,12,Banyuwangi,148,barito utara,1,Barru,1,Batam,101,batang,67,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,7,batu bara,61,baturaja,4,Bekasi,1745,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,198,Belitung Timur,2,Beltim,225,belu,1,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,481,BENGKALIS,69,Bengkayang,75,BENGKULU,5,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,benoa,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berit terkini,2,berita,1,Berita terkini,2830,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,4,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,3,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,3,blahbatuh,6,Blitar,15,Blora,2,BMKG,1,BNN,1,Bogor,388,BOGOR TIMUR,71,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,401,Bolmong raya,3,Bolmong selatan,8,bolmong timur,1,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,7,boltim,17,bone,1,BOYOLALI,2,Brebes,133,bualu,1,Bukit Tinggi,50,bukittinggi,16,buleleng,110,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,87,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,7,Ciamis,55,Cianjur,6,Cibinong,6,Cibitung,1,cikampek,36,Cikampek barat,1,Cikande,1,Cikarang,68,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,8,Cilegon,35,cilengsi,3,Cileungsi,41,Cimahi,363,Cimanggung,1,Cirebon,406,Cirebon Kota,1,Cisarua,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,7266,daerah Terkini,2,Daik Lingga,3,Dairi,244,Deli Serdang,21,Deli tua,1,demak,29,denpasar,460,Depok,448,derah,5,DIY,3,Dolok,4,Doloksanggul,16,Dompu,2,Donggala,85,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,82,DPRD LamSel,8,Dumai,19,Dumoga,167,Dumoga Utara,2,duri,1,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,eretan,1,Erkini,1,Fakfak,2,fakta,1,Garut,73,gianyar,575,gorontalo,61,Gowa,106,Gresik,1,GROBOGAN,1,gunung mas,2,Gunung Putri,2,gunungsitoli,1,HL,7,HSU,1,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,3,indralaya,44,Indramayu,33,Indrapura,14,info,1,INHIL,2,inhilriau,1,INHU,7,Jabar,19,jaka,1,Jakarta,1344,jakarta selatan,5,jakarta timur,2,jakarta utara,2,Jambi,152,jateng,3,jatijajar,1,JATIM,4,Jawa Barat,34,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,10,Jayapura,27,Jember,8,jembrana,154,Jeneponto,20,Jepara,106,Jombang,4,kab,6,kab .Bandung,203,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3827,kab. bekasi,194,Kab. Bogor,19,Kab. Brebes,49,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,1,kab. Karawang,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,46,kab. langkat,2,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,6,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,12,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,51,kab.agam,1,Kab.Bandung,1664,Kab.Bekasi,315,kab.bogor,8,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,2,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Nganjuk,6,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,8,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,23,Kab.Tangerang,6,kab.Tasikmalaya,11,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,579,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,kalipuro,1,Kalsel,10,Kalteng,264,Kaltim,24,Kampar,118,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,188,kapuas,3,Kapuas Hulu,240,kara,1,karangasem,387,Karawang,333,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,6,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,6,keban agung,1,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,54,KEEROM,25,Kendari,4,kepahiang,4,KEPRI,2,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,6,klungkung,366,KOBAR,1,Kolaka Utara,1,Kominfo Kab.Bekasi,34,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,4,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,27,kota pekalongan,8,Kota Sorong,7,kotabaru,1,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,86,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,3,KOTIM,9,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,9,kuantan,1,kuantan Sengingi,4,kubu,1,kubu raya,7,KUDUS,122,Kuningan,781,kupang,2,kuta,1,kuta badung,1,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,12,Kutim,6,l,1,Labuhan Bajo,1,Labuhan Batu,9,Labura,406,Lahat,31,LAMBATA,1,Lamongan,3,Lampung,79,Lampung Barat,119,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,62,Lampung Tengah,20,Lampung Timur,465,Lampung Utara,768,LAMPUNGUTARA,1,lampura,12,landak,5,langkat,5,langsa,2,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,45,lebak,179,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,6,Lingga,967,liwa,9,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,3,Lombok,6,Lombok barat,4,Lombok tengah,13,lombok timur,132,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,7,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Mabar,1,madina,1,Magelang,2,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,592,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,makasar,2,makassar,182,Malang,185,Maluku,5,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,180,MAMUJU,184,MAMUJU TENGAH,7,Manado,47,mancanegara,1,mandau,1,mangapura,1,Manggar,83,Manokwari,159,mansel,1,maros,1,mataram,12,MATENG,5,Mauk,2,Maybrat,1,medan,220,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merak,3,merangin,92,MERANTI,967,MERAUKE,2,Merbau,3,Mesuji,75,metro,212,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,5,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,559,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,3,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,555,muara Tami,2,Muaro Jambi,4,Mukomuko,81,muratara,534,murung raya,2,Musi Banyuasin,12,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,3,ngawi,1,Nias barat,21,NTB,74,NTT,8,nunukan,25,Ogan Ilir,7,OKI,3,OKU,2,Oku Selatan,530,Oku Timur,52,Opini,11,P. Bharat,1,P.SIANTAR,6,PACITAN,2,Padang,13,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,2,Pagaralam,34,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,Pakuhaji,2,Palangka raya,347,Palas,23,palelawan,37,Palembang,101,pali,2,Palu,187,palu utara,1,Paluta,66,Panang Enim,2,pancur batu,1,pand,1,pande,1,pandegelang,3,Pandeglang,1649,Pangandaran,12,Pangkalan Kerinci,1,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,21,Papandayan,1,Papua,90,PAPUA BARAT,224,parapat,2,PARIAMAN,2,Parigi,6,Parigi Moutong,19,PARIMO,999,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,13,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,169,Patia,1,patrol,13,PAYAKUMBUH,8,PEBAYURAN,1,Pekalongan,84,pekan baru,6,Pekanbaru,280,Pekanbaru Riau,993,pelalawan,25,pemalang,3,Pematangsiantar,37,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),112,perbaungan,1,perimo,2,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,22,Pesisir Barat,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,ponorogo,1,Pontianak,1342,Poso,4,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,25,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,purbalingga,5,Purwakarta,1797,Purwokerto,1,Putussibau,43,Radar Artikel,19,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,1,REMBANG,1,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,172,Rohil,3,rokan,1,Rokan Hilir,46,rokan hulu,9,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,60,sambilan,1,sampang,2,SAMPI,1,Sampit,652,Sangatta kutim,1,Sanggau,6,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,460,sekadau,1,SELAT PANJANG,10,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,43,Semarapura,39,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,1,sentul,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,391,Serdang Bedagai,34,Sergai,31,Seruyan,19,SIAK,16,siak hulu,3,Sibolga,131,sidikalang,1,SIDOARJO,6,SIDRAP,15,Sigi,103,silaen,1,Simalungun,120,simpang apek,1,Singaparna,8,singaraja,18,SINGKAWANG,5,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,sintang,3,situbondo,5,solo,5,SOLOK,13,Solok Selatan,9,Soppeng,37,Sorong,67,Sorong selatan,3,Subang,1328,SUKABUM,1,Sukabumi,566,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,56,sulawesi tenggara,1,Sulbar,201,Sulsel,27,Sulteng,313,Sulut,296,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,51,Sumbawa,5,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,109,sumenep,1,sumsel,43,Sumut,104,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,101,Surakarta,1,tabanan,217,tajabbarat,1,Takalar,184,talangpadang,3,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah,1,tanah datar,2,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,122,Tangerang,403,Tangerang Selatan,74,tanggamus,46,Tanjab Barat,970,Tanjab Timur,140,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,8,tanjung balai,4,Tanjung Enim,65,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,12,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,5,Tapanuli Tengah,75,Tapanuli Utara,16,tapung,3,tapung hulu,1,tarakan,1,tarutung,2,Tasikmalaya,299,Tebing Tinggi,69,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,10,Teelini,1,Tegal,26,tekini,5,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,5,tembilahan,2,tembuku,2,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,3,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkiji,4,Terkin,6,Terkin8,1,Terkini,36483,Terkinii,1,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkino,11,Terkinu,1,terkiri,9,TERKNI,2,Terkuni,2,Terlini,2,Termini,4,ternate,1,Tetkini,6,Timika,1,Toabo,1,toba,33,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1265,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,27,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,302,Twrkini,1,ubud,15,Waibakul,1,Waisai,23,warseno,1,WAY KANAN,2,wonosari,1,Yogyakarta,7,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: “Law As a Tool of Crime” di Penangkapan Wilson Lalengke Penulis : Heintje G. Mandagi Ketua Dewan Pers Indonesia dan Ketum DPP SPRI
“Law As a Tool of Crime” di Penangkapan Wilson Lalengke Penulis : Heintje G. Mandagi Ketua Dewan Pers Indonesia dan Ketum DPP SPRI
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgKNnJ90LNo5N_AgOQMc--GvQCvwDuhVZ6aVa-UZUGhvjaYyq2axO5qXK2ZlgnzLiamN2hegHVWcZRsgRZmEp80mgp0Bzz2hgbF8E7z-PxpGv1FYmbzVuEsrGFWuLtaCZy4Vx2XxeMB_YRZaAOOBcVoXVofKaYHmqbUeXQZiPQ8gbv_r9irH3iN8258=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgKNnJ90LNo5N_AgOQMc--GvQCvwDuhVZ6aVa-UZUGhvjaYyq2axO5qXK2ZlgnzLiamN2hegHVWcZRsgRZmEp80mgp0Bzz2hgbF8E7z-PxpGv1FYmbzVuEsrGFWuLtaCZy4Vx2XxeMB_YRZaAOOBcVoXVofKaYHmqbUeXQZiPQ8gbv_r9irH3iN8258=s72-c
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2022/03/law-as-tool-of-crime-di-penangkapan.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2022/03/law-as-tool-of-crime-di-penangkapan.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy