Kasus Cacing Didin, Dedi Mulyadi: Perlu Ada Reformasi Hukum Bagi Warga Miskin

Purwakarta RN. Di tahan karena mengambil cacing sonari di kawasan taman nasional gunung gede pangrango (TNGGP), Didin seorang pedagang jag...


Purwakarta RN.
Di tahan karena mengambil cacing sonari di kawasan taman nasional gunung gede pangrango (TNGGP), Didin seorang pedagang jagung  yang di tahan di mapolres Cianjur di temui ketua DPD Golkar Jawa barat, Dedi Mulyadi, sabtu (20/5)

Dedi datang untuk memberikan bantuan hukum serta membantu kebutuhan keluarga yang Didin tinggalkan selama menjalani proses hukum.

"Saya prihatin, Pak Didin ini kan tulang punggung keluarga, selama di tahan, kita tanggung kebutuhan keluarganya termasuk biaya sekolah anaknya yang masih usia 8 tahun. Dalam proses hukum juga kita siapkan bantuan hukumnya, biar keluarganya yang sudah susah mikirin pak Didin, nanti mikirin buat kebutuhan di rumah juga", terang Dedi.

Saat di temui Dedi, Didin mengaku kangen sama keluarga dan ingin masalahnya segera selesai.

"Saya ingin masalah saya cepat selesai, saya kangen anak, Pak",. Ujar Didin.

Karena menggangu keseimbangan  ekosistem, Didin Dedi katakan memang salah, namun proses hukum bagi Didin harus di tegakkan secara adil.

"Yang menjadi pertanyaan mengapa yang memesan cacing belum di tangkap, ini aneh. Didin itu mencari cacing karena di pesan, maka pemesan juga harus di tangkap," Ungkap Dedi.

Kasus Didin juga Dedi katakan terbilang kecil, karena kasus yang lebih besar lagi ketika puluhan hutan rusak akibat ulah orang besar.

"Bukannya mau intervensi hukum, Didin salah, karena merusak lingkungan yang menjadi salah satu perhatian saya. Tetapi apakan proses hukum terhadap didin setara dengan perlakuan terhadap kasus besar yang merusak puluhan hektar akibat orang besar ?," Tandas Dedi.

Penangkapan Didin Dedi katakan hanya akan memunculkan masalah baru, memunculkan  penderitaan bagi anak istrinya.

"Proses hukum terhadap masyarakat, khususnya kepada masyarakat miskin perlu ada reformasi hukum. Jadi jangan justeru menimbulkan  persoalan baru". Tegasnya.

Karena mengambil cacing sonari di kawasan TNGGP,  Didin terancam hukuman 10 tahun penjara, dan di tahan sejak 24 Maret 2017 yang lalu.

Didin dinilai melanggar Pasal 78 Ayat 5 dan/atau Ayat 12 juncto Pasal 50 Ayat 3 huruf e dan/atau huruf m Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Kasusnya saat ini masih dalam penanganan penyidik  PNS Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (Dof)

COMMENTS

Nama

.berita terkini,36,Aceh,10,ACEH SINGKIL,46,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,48,Aekkanopan,1,ambon,1,BALAESANG,1,balut.berita terkini,1,Banda Aceh,3,Bandung,34,banggai,1,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,25,Barru,1,Batam,57,batang,2,Bekasi,264,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,88,BENGKALIS,3,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1629,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,146,Bola,1,bolmong,104,bolmong utara,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,38,Bukit Tinggi,15,Buol,24,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,10,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,169,Dabo Singkep,81,Daerah,6176,Dairi,54,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,15,Ekonomi,3,Garut,13,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,209,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,28,Jombang,3,kab,1,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,131,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,8,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,220,Karawang,27,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,3,Kotabumi,1,Kotamobagu,12,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,12,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,81,Lahat,12,Lampung,26,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,32,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,223,Lampung Utara,70,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,479,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,23,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,69,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,62,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,146,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,87,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,126,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,12,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,13,Palu,85,Paluta,6,Pandeglang,535,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,2,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,127,pelalawan,19,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,146,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,372,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,78,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,22,Sampit,213,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,7,Sigi,20,Simalungun,24,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,31,Subang,33,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,30,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,5,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,19,Tambraw - RN,1,Tangerang,277,Tanjab Barat,293,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,42,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6582,terkiri,4,Timika,1,Tolitoli,311,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,8,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,77,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Kasus Cacing Didin, Dedi Mulyadi: Perlu Ada Reformasi Hukum Bagi Warga Miskin
Kasus Cacing Didin, Dedi Mulyadi: Perlu Ada Reformasi Hukum Bagi Warga Miskin
https://lh3.googleusercontent.com/-1ckv-QtArts/WSPaiRAuZbI/AAAAAAAAGcM/vbJRCJNQnTcnrpZWEECbTdq5e58KFZMuQCHM/s640/IMG-20170523-WA0001.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-1ckv-QtArts/WSPaiRAuZbI/AAAAAAAAGcM/vbJRCJNQnTcnrpZWEECbTdq5e58KFZMuQCHM/s72-c/IMG-20170523-WA0001.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/05/kasus-cacing-didin-dedi-mulyadi-perlu.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/05/kasus-cacing-didin-dedi-mulyadi-perlu.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy