Demi Tegaknya Keadilan, Rakyat Berharap Kasus Dugaan Korupsi Pembayaran Ganti Rugi Pembayaran Tol Cijago-Desari Terungkap KPK

Depok, RN Pembangunan empat ruas jalan bebas hambatan atau jalan tol yaitu Cinere-Jagorawi, Depaok-Antasari (Desari), Cimanggis-Cibitung,...

Depok, RN
Pembangunan empat ruas jalan bebas hambatan atau jalan tol yaitu Cinere-Jagorawi, Depaok-Antasari (Desari), Cimanggis-Cibitung, dan Cimanggis-Nagrak. Khusus pada ruas jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) sepanjang 14,58 km telah  dilanjutkan setelah cukup lama dihentikan. Mangkraknya pekerjaan pembangunan empat jalan tol tersebut, selain terbentur dengan urusan administrasi juga terbentur dengan aturan pemerintah pusat yakni undang undang nomor 2 tahun 2015 tentang pemerintah daerah  dan peraturan presiden nomor 30 tahun 2015 tentang penyelenggaraan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Hal lain yang cukup krusial  meskipun dalam penyelesaian nilai  perhitungan sebagai dasar untuk pembayaran ganti rugi yang diajukan warga para pemilik lahan awalnya tidak bisa disanggupi oleh pelaksana pekerjaan kontruksi  jalan tol tersebut .pada akhirnya pembebasan tanah dan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat yang tanah miliknya terkena  proyek pembangunan jalan tol sebagian besar telah dilaksanakan.

Dalam  melaksanakan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat yang benar benar sah secara hukum  untuk menerima uang ganti rugi, diduga kuat telah terjadi beberapa penyimpangan berbau korupsi tidak hanya merugikan rakyat, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara senilai puluhan milyar. Salah satu alat bukti kasus yang dimainkan oknum  Aparatur Sipil Negara (ASN) d ipemerintah Kota Depok, diyakini mereka adalah tim pembebasan tanah dan panitia pembebasan tanah.  

Modus operandinya, tidak melibatkan tim aprasial atau tim penaksir harga dalam melakukan penghitungan ganti rugi. Sehingga.mereka dengan leluasa berbuat seenaknya dalam melakukan perhitungan biaya yang akan dibayarkan kepada masyarakat samasekali tidak berpedoman pada hitungan yang layak sesuai harga pasar, kasus ini sampai sekarang terkesan tidak ditindaklanjuti oleh kejaksaan agung dan Mabes Polri/Polda Metrojaya, berdasarkan hal ini rakyat Depok berharap agar pihak komisi pemberantasan korupsi  segera mengambil alih  dugaan kasus korupsi yang merugikan negara hingga puluhan milyaran rupiah.

Saat terjadi penyimpangan, kuat dugaan bahwa para pelaku tak lain tak bukan adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari oknum pejabat pemerintah Depok setingkat lurah, camat,  juga terlibat oknum pejabat Badan Pertanahan Kota Depok, dan  sebagai pelaku utama diduga adalah Sugandhi ketua Tim Pembebasan Tanah (TPT) serta Etty Suryahati  ketua panitia pembebasan tanah (P2T) mantan sekretaris daerah kini menjabat sebagai kepala dinas lingkungan hidup dan kebersihan di pemerintahan Kota Depok.

Selain itu, diketahui juga ada indikasi  perbuatan melanggar hukum terhadap lokasi tanah seluas 4700 m2 milik keluarga H. Amar Apun yang berlokasi di Kelurahan Kemiri Muka termasuk dalam areal seksi  II  seluas 6,4 Km terletak di Jalan Raya Bogor–Jalan Raya Kukusan. Terkait persoalan tersebut, Kasusnya secara resmi telah dilaporkan kepada Kejaksaan Agung dan Polda Metrojaya oleh KSN salah seorang aktivis LSM  di kota Depok. 

Adapun modus operandinya yakni penggelapan surat tanah milik keluarga H. Amar Apun terduga pelaku adalah Sugandhi dan Etty Suryahati. Berdasarkan data  yang berhasil dihimpun, Oleh Polda Metrojaya kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Depok pada tanggal 21 Mei 2015. Menurut KSN saksi pelapor, pihak Polres Depok telah memanggil dan memeriksa beberapa oknum pejabat terkait. Di sisi lain pihak Polres Depok sampai sekarang belum bisa dikonfirmasi sehingga sampai berita ini diturunkan, tak jelas sejauh mana penanganan kasusnya. Mencermati hal ini tentu wajar jika masyarakat menilai bahwa kasus tersebut telah “86”.

Pada bagian lain, keluarga Yohana Samuel De Meyer juga salah seorang warga yang merasa dirugikan oleh oknum ASN yang terkait dengan urusan dimaksud. Karena tanahnya  juga belum dibayar, atau mungkin telah dibayar namun  yang menerima bukan keluarga ahli waris. Hal ini memungkinkan terjadi karena dalam urusan pembayaran ganti rugi  banyak melibatkan  oknum oknum ASN, tentu saja para ahli waris keluarga besar tersebut merasa heran dan kesal, menurut mereka, yang paling berperan dalam kasus ini adalah Sugandhi ketua TPT dan Etty Suryahati ketua P2T. Keduanya diduga kuat telah melakukan kesalahan yang fatal dan telah melanggar hukum karena “salah orang” dalam melaksanakan pembayaran uang ganti rugi. Padahal seharusnya yang berhak untuk menerima uang ganti rugi adalah keluarga besar para ahli waris Samuel De Meyer selaku pemilik tanah Eigendom Verponding  nomor 448 dan nomor 488 seluas 12 Ha berlokasi di lahan eks RRI berdasarkan penetapan hak waris yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Bogor pada tahun 2008. (Demikian menurut  keterangan dan penjelasan Herman Bahar kuasa hukum ahli waris Samuel De Meyer kepada Beni Gerungan wartawan dari Koran SUARAKOTA sekaligus ketua ikatan penulis dan jurnalis DPC Depok, red)

Sementara itu pihak keluarga besar Kelip bin Yahya berdasarkan penuturan salah satu ahli waris yang enggan disebut jati dirinya, bahwa sesungguhnya mereka adalah pemilik tanah yang sah secara hukum. Juga diyakini telah menjadi korban permainan kotor para oknum ASN. Diketahui pada peradilan tingkat banding dikalahkan oleh pihak keluarga Jaw Po Tjoe yang dengan keberanian luar biasa telah mengklaim tanah milik keluarga besar Kelip bin Yahya seluas 7,864 m2 yang berlokasi di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, lokasi tanah itu juga terkena pembebasan untuk pembangunan jalan tol Cijago. Padahal berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, diketahui data otentik yang diajukan sebagai bukti bukti oleh pihak Jaw Po Tjoe di dalam peradilan dimaksud adalah sama sekali tidak benar alias palsu.
Masih menurut salah satu keluarga ahli waris yang sah jadi wajar saja jika saat ini masyarakat berharap agar keadilan benar benar ditegakkan dan atas nama supremasi hukum, Sugandhi dan Etty Suryahati harus segera ditangkap dan di adili sesuai dengan kesalahannya setelah itu jebloskan mereka ke hotel prodeo alias penjara tanpa memperoleh remisi atau pengurangan masa kurungan dan bila perlu sita harta bendanya. Dengan kata lain keduanya juga mendapat bonus berupa hukuman tambahan (di miskinkan) dengan demikian diharapkan untuk kedepannya, hukuman yang  harus dijalani akibat kesalahan yang mereka perbuat, dapat dijadikan sebagai efek jera dan contoh nyata agar seluruh ASN tanpa kecuali, tak lagi berani menganggap remeh  terhadap hukum yang berlaku di negeri ini. (HERDIAN)     

COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,32,Banda Aceh,2,Bandung,24,Bangka Belitung,1,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banten,5,Banyuasin,4,Banyuwangi,6,Batam,14,Bekasi,158,Belitung,31,Beltim,65,Bener Meriah,49,Bengkayang,20,Berita terkini,68,Bintan,2,BNN,1,Bogor,62,Bola,1,Brebes,25,Ciamis,8,Cianjur,1,Cibinong,1,Cikarang,1,Cilacap,5,Cilegon,2,Cileungsi,19,Cirebon,82,Daerah,2863,Dairi,15,Deli Serdang,6,Depok,39,Dolok,2,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,2,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,3,Jakarta,115,Jambi,7,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jayapura,1,Jember,1,Kab. Brebes,1,Kab. Kuningan,3,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,1,Kab. Sukabumi,5,Kab. Tasikmalaya,7,Kab.Bandung,93,Kab.Bekasi,23,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,5,Kalbar,11,Kalsel,6,Kalteng,28,Kaltim,12,Kapuas Hulu,73,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kediri,1,Kerinci,3,Korupsi,5,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,91,Kutai Timur,10,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,6,Lampung Barat,8,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,90,Lampung Utara,52,Lingga,167,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,4,Luwuk,6,Magelang,1,Majalengka,19,Malang,16,Maluku,1,Manado,1,Manokwari,3,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,88,Muara Belida,1,Muara Enim,54,Musi Banyuasin,4,Nasional,4,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,18,Oku Timur,4,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,176,Palangkaraya,23,Palas,6,Palembang,10,Palu,32,Paluta,1,Pandegelang,15,Pandeglang,45,Pangkalpinang,2,Papua,4,Parigi,4,Parlemen,29,Pasaman,4,Pasuruan,1,Patia,1,Pekanbaru,7,Pematangsiantar,3,Pendidikan,66,Polhukam,129,Pontianak,8,Pulang Pisau,2,Purwakarta,136,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,13,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,10,Sampit,141,Sarolangun,45,Selayar,10,Seram Bagian Barat,1,Serang,11,Serdang Bedagai,20,Sergai,23,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,23,Sukabumi,28,Sulawesi,1,Sulteng,124,Sulut,96,Sumbar,2,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,48,Sungai Penuh,1,Tangerang,51,Tanjab Barat,104,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,12,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,28,Tebing Tinggi,38,Tegal,9,Terkini,3208,Tolitoli,4,Touna,1,Tulang Bawang,2,Tulungagung,10,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Demi Tegaknya Keadilan, Rakyat Berharap Kasus Dugaan Korupsi Pembayaran Ganti Rugi Pembayaran Tol Cijago-Desari Terungkap KPK
Demi Tegaknya Keadilan, Rakyat Berharap Kasus Dugaan Korupsi Pembayaran Ganti Rugi Pembayaran Tol Cijago-Desari Terungkap KPK
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/08/demi-tegaknya-keadilan-rakyat-berharap.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/08/demi-tegaknya-keadilan-rakyat-berharap.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy