Penambangan Pasir PT. Dika Yoga Tama Diduga Merusak Kawasan Das

Beltim, RN Penambangan pasir menggunakan pompa hisap sebanyak 6 set diduga illegal dan merusak Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah...

Beltim, RN
Penambangan pasir menggunakan pompa hisap sebanyak 6 set diduga illegal dan merusak Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah berlangsung cukup lama  namun pihak pihak bertanggung jawab diduga tutup mata, apakah ada setoran khusus kepada pihak pihak tertentu?.

Ibnu Ketua DPD LSM Laki Propinsi Babel Dari hasil Investigasi kami LSM Laki dan LSM Lintar pada  jumat (28/7) lalu mengatakan “ saya sebagai Ketua LSM Laki menyatakan bahwa kegiatan penambangan pasir di lokasi PT. Dika Yoga Tama diduga illegal, karena berdasarkan informasi bahwa PT. Dika Yoga Tama seharusnya dalam pengolahan  pasir dengan menggunakan panglong bukan pompa hisap, karena sampai saat ini setahu saya tidak ada ijin mengelolaan pasir menggunakan pompa hisap,namun kuat dugaan saya kalaupun ada kemungkinan  masih dalam proses.
    
"Kami mengharapkan supaya setiap perusahan penambangan pasir mempunyai legalitas yang syah mempunyai perijinan seperti adanya Izin Lingkungan, IUP, HO (Izin Gangguan), UKL/UPL atau AMDAL apabila luas lahan 25 ha atau lebih serta volume material urugnya mencapai 500.000 m3 atau lebih wajib memiliki dokumen tersebut, apabila perusahaan penambangan pasir tidak memiliki salah satu perizinan yang dimaksud di anggap  illegal, perusahaan ini harus di tutup, harapan saya kepada pemerintah Belitung Timur dan penegak Hukum harus bersikap tegas segera  tutup lokasi penambangan pasir PT. Dika Yoga tama,” Tandas  Ibnu
    
Ibnu juga mengatakan “Masyarakat umum saja yang melaksanakan aktivitas penambangan timah menggunakan ponton/rajuk atau pompa hisap ditangkap dan pontonnya dibakar, kenapa penambangan pasir menggunakan ponton/pompa hisap tidak ditangkap? ada apa? Saya sudah mengirim sms ke Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Babel dan ke Wakil Bupati Belitung Timur berkaitan dengan dugaan penambangan illegal menggunakan pompa hisap supaya mereka segera bertindak, tapi kalau tidak bertindak ada apa ya? karena saya dapat informasi dari Kadus Batu Air bahwa ijin PT. Dika Yoga Tama diduga sudah tidak berlaku,  dan kalau itu benar artinya  kegiatan PT. Yoga Tama illegal,” ungkap Ibnu.
    
Sekretaris LSM Lintar Belitung Timur Sukardi menambahkan, ”PT. Dika Yoga Tama selama ini merasa kebal hukum, menurut sumber yang bisa dipercaya infonya ada pejabat tinggi orang berbintang dibelakangnya, jadi kegiatan penambangan pasirnya walaupun diduga illegal tidak ada satupun aparat hukum yang berani bertindak, pihak desa aja tidak bisa bertindak walaupun diduga mengetahui kegiatan tersebut illegal, sudah berapa kali kami bertindak tapi hasilnya nol, semua tutup mata tidak ada yang mau bertindak, dari dugaan menggunakan pelabuhan diduga illegal dan pengelolahan pasir yang di subkan ke pihak pihak lain, kami dari LSM Lintar berharap aparat penegak hukum di Pusat setelah membaca berita ini mau bertindak tanpa pandang bulu, kami juga sudah melapor ke Pol PP Beltim untuk segera turun kelapangan,dan dilakukan tindakan penutupan,“ tegas Sukardi.
    
Candra melalui balasan sms konfirmasi mengatakan, ”Kami sudah bahas dengan Pertambangan sejak tahun 2016 yang lalu, dan kami sudah membuat rev. UPL dan UKL  untuk menggunakan pompa hisap, mohon konfirmasi dengan  BPLHD,” Jelas Candra. 
Candra tidak menjelaskan apakah revisi UPL dan UKL tersebut sudah disetujui atau tidak beliau hanya membalas melalui sms, “sebaiknya bapak cek dengan BPLHD, supaya bapak lebih yakin” katanya,Kami coba menghubungi kepala BPLHD Belitung Timur via phone Tapi belum bisa di konfirmasi, sampai berita ini diturunkan belum ada kejelasan tentang penambangan Pasir perusahaan PT. Dika Yoga Tama ini bisa ditutup atau tidak. ( Jphp )


COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,30,Banda Aceh,2,Bandung,24,Bangka Belitung,1,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banten,5,Banyuasin,4,Banyuwangi,6,Batam,14,Bekasi,156,Belitung,27,Beltim,63,Bener Meriah,45,Bengkayang,20,Berita terkini,66,Bintan,2,BNN,1,Bogor,62,Bola,1,Brebes,24,Ciamis,8,Cianjur,1,Cibinong,1,Cikarang,1,Cilacap,5,Cilegon,2,Cileungsi,19,Cirebon,82,Daerah,2827,Dairi,15,Deli Serdang,6,Depok,38,Dolok,2,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,2,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,3,Jakarta,114,Jambi,6,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jayapura,1,Jember,1,Kab. Brebes,1,Kab. Kuningan,3,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,1,Kab. Sukabumi,5,Kab. Tasikmalaya,6,Kab.Bandung,93,Kab.Bekasi,23,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,5,Kalbar,11,Kalsel,6,Kalteng,28,Kaltim,12,Kapuas Hulu,73,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kediri,1,Kerinci,3,Korupsi,5,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,91,Kutai Timur,10,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,6,Lampung Barat,8,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,90,Lampung Utara,52,Lingga,166,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,4,Luwuk,6,Magelang,1,Majalengka,19,Malang,16,Maluku,1,Manado,1,Manokwari,3,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,83,Muara Belida,1,Muara Enim,54,Musi Banyuasin,4,Nasional,4,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,18,Oku Timur,4,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,176,Palangkaraya,23,Palas,6,Palembang,10,Palu,32,Paluta,1,Pandegelang,15,Pandeglang,44,Pangkalpinang,2,Papua,4,Parigi,4,Parlemen,29,Pasaman,4,Pasuruan,1,Patia,1,Pekanbaru,7,Pematangsiantar,3,Pendidikan,66,Polhukam,129,Pontianak,8,Pulang Pisau,2,Purwakarta,136,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,13,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,10,Sampit,140,Sarolangun,45,Selayar,10,Seram Bagian Barat,1,Serang,11,Serdang Bedagai,20,Sergai,23,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,23,Sukabumi,28,Sulawesi,1,Sulteng,123,Sulut,96,Sumbar,2,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,48,Sungai Penuh,1,Tangerang,50,Tanjab Barat,100,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,12,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,28,Tebing Tinggi,38,Tegal,9,Terkini,3170,Tolitoli,4,Touna,1,Tulang Bawang,2,Tulungagung,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Penambangan Pasir PT. Dika Yoga Tama Diduga Merusak Kawasan Das
Penambangan Pasir PT. Dika Yoga Tama Diduga Merusak Kawasan Das
https://4.bp.blogspot.com/-sjIZThrAq60/WYPwTIalIbI/AAAAAAABM6c/NHMBez8yZnQGugBvQHIw01i1GZMNuTu5QCLcBGAs/s640/Untitled%2B5.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-sjIZThrAq60/WYPwTIalIbI/AAAAAAABM6c/NHMBez8yZnQGugBvQHIw01i1GZMNuTu5QCLcBGAs/s72-c/Untitled%2B5.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/08/penambangan-pasir-pt-dika-yoga-tama.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/08/penambangan-pasir-pt-dika-yoga-tama.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy