Double Job, Oknum Guru Bersertifikasi Nyambi Jadi Pegawai Desa Cimoyan

Pandeglang, RN  DM dalam aktivitas sehari harinya diduga telah melakukan rangkap jabatan dalam waktu dan jam sama.  Disisi lain dia bert...

Pandeglang, RN 
DM dalam aktivitas sehari harinya diduga telah melakukan rangkap jabatan dalam waktu dan jam sama.  Disisi lain dia bertugas sebagai tenaga pengajar berstatus TKS di SDN 2 Cimoyan dan disisi lain bekerja sebagai Kasi Pemerintahan di kantor desa cimoyan Kecamatan  Patia  Kabupaten Pandeglang  Banten . 

Berprofesi ganda (Double Job) yang dilakukan oleh DM disinyalir sudah berjalan cukup lama sementara Institusi  terkait seolah melakukan pembiaran dan beranggapan persoalan ini bukanlah masalah  krusial. 

Akhmad Sanusi, S.Pd  Kepala SDN 3 Cimoyan dan PLT Kepala SDN 2 Cimoyan  saat dikonfirmasi radarnusantara.com pada hari kamis tgl 30/11/2017 sekira jam 10.00 wib dirumahnya  menjelaskan " Surat Rekomendasi No 800.1/kep-SD13/1/2017 memang dibuat dan ditanda tangani oleh saya untuk DM  menjelang seleksi Administrasi sebagai Calon Perangkat Desa namun setelah pelantikan perangkat desa tidak beberapa lama DD datang kerumah saya dan menyampaikan bhw pekerjaan didesa tidak aktif dan ingin melanjutkan pekerjaan di sekolah lagi bahkan membuat surat pernyataan pula". 

Lanjut Ahmad, namun dalam melaksanakan pekerjaannya DM sering meninggalkan tugas sebagai pendidik sekalipun  disaat proses Kegiatan Belajar Mengajar tatkala ada telepon dari seseorang untuk kegiatan diluar sekolah pasti ia tinggalkan walau ijin. Bahkan saking seringnya ijin saya curiga bahkan pernah saya intip dan telusuri kejadiannya ternyata DM masih aktif juga didesa.  Namun karena sering dilakukan akhirnya saya kordinasi dan melaporkan ke Kepala UPTD DIKBUD Kecamatan Patia akan tetapi hingga kini belum ada tindakan yang berarti".

Surat Rekomendasi yang dibuat tertanggal 25 januari 2017 surat itu berisi tentang dibebas-tugaskannya DM dari SDN 2 Cimoyan untuk sementara karena akan  menjadi perangkat desa hingga akhir masa jabatan namun hal itu kenyataannya sangat berbeda dan bertolak belakang  dengan surat pernyataan yang dibuat dan ditanda-tangani oleh Ahmad Sanusi pada hari kamis 30/11/2017 yang menyatakan bahwa DM masih aktif bertugas sebagai TKS di SDN 2 Cimoyan dan masih terdaftar di Dapodik DIKBUD Kecamatan Patia .

Terpisah, Endang Sutamiharja  Ka UPTD DIKBUD kec patia  saat dikonfirmasi pd hari kamis 30/11/2017 lewat telepon genggam menerangkan, "Saya sudah mengadakan tindakan dan pemanggilan ke beberapa tenaga pendidik  yang diduga merangkap sebagai tenaga pegawai desa dan itu saya lakukan sekitar bulan maret yang lalu dan saya berikan 2(dua) pilihan sebagai perangkat desa atau sebagai tenaga pendidik,"Ucapnya singkat. 

Sementara itu, MH adalah Guru TKK yang telah BERSERTIFIKASI di SDN 3 Cimoyan  saat dikonfirmasi radarnusantara.com via pesan singkat menyampaikan , "Maaf saya selama ini tidak menerima SK sebagai  Bendahara Desa", Kilah MH singkat yang beberapa waktu yang lalu ditugaskan Harun Roni /Kepada Desa Cimoyan untuk mengambil dana desa dari Banprov Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah)  yang Raib entah kemana. 

"Bendahara Desa memang tidak dikasih SK kecuali Perangkat Desa, namun honornya tetap dapat seperti yang lainnya. Menurut pendapat saya sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi karena saya yakin masih ada warganya  yang mampu bekerja walaupun "BUKAN KELUARGA KADES ITU SENDIRI, " ucap salah satu Kepala Desa yang minta di rahasiakan namanya. 

Mencermati persoalan ini, Dedi Rohendi,SH  Pemerhati Sosial Kemasyarakatan kepada wartawan radarnusantara.com menyampaikan bhw dirinya sangat menyayangkan adanya "RANGKAP JABATAN" di dua Institusi antara pemerintahan dan pendidikan.   Patut dievaluasi saat penerimaan Pegawai Desa baik itu perangkat desa maupun staff desa cenderung tidak sesuai Aturan yang berlaku sehingga timbul masalah seperti  ini. 

Karena dari dua institusi itu pastinya ada honor dan insentive yang dia terima dan jika itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan harus mengembalikan uang negara yang selama ini dia terima dan sebaiknya mulai dari sekarang pihak pemerintah segera mengambil langkah cepat dan tepat Untuk antisipasi kuatir terjadi hal yang sama didesa lain karena bisa berdampak buruk soal Administrasi secara kelembagaan. (IWAN RN)

COMMENTS

Nama

Aceh Tengah,30,Banda Aceh,2,Bandung,24,Bangka Belitung,1,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,7,Banjarnegara,1,Banten,5,Banyuasin,4,Banyuwangi,6,Batam,14,Bekasi,153,Belitung,27,Beltim,63,Bener Meriah,45,Bengkayang,20,Berita terkini,64,Bintan,2,BNN,1,Bogor,61,Bola,1,Brebes,21,Ciamis,8,Cianjur,1,Cibinong,1,Cikarang,1,Cilacap,5,Cilegon,2,Cileungsi,19,Cirebon,82,Daerah,2805,Dairi,15,Deli Serdang,6,Depok,38,Dolok,2,Doloksanggul,3,Donggala,2,Ekonomi,2,Garut,7,Hukum,6,Indramayu,1,Jabar,3,Jakarta,113,Jambi,6,Jawa Barat,13,Jawa Timur,2,Jayapura,1,Jember,1,Kab. Brebes,1,Kab. Kuningan,3,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,1,Kab. Sukabumi,5,Kab. Tasikmalaya,6,Kab.Bandung,93,Kab.Bekasi,22,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,5,Kalbar,11,Kalsel,6,Kalteng,28,Kaltim,12,Kapuas Hulu,71,Karawang,2,Kec.Ukui,1,Kediri,1,Kerinci,3,Korupsi,5,Kotabumi,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,3,Kuningan,90,Kutai Timur,10,Kutim,1,Labura,1,Lahat,12,Lampung,6,Lampung Barat,7,Lampung Tengah,1,Lampung Timur,90,Lampung Utara,52,Lingga,165,Loksado,1,Lombok,1,Lubuk Pakam,4,Luwuk,6,Magelang,1,Majalengka,19,Malang,16,Maluku,1,Manado,1,Manokwari,3,Mauk,2,medan,1,Mekar Baru,1,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,83,Muara Belida,1,Muara Enim,54,Musi Banyuasin,4,Nasional,4,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,18,Oku Timur,4,Opini,1,Pagaralam,2,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,176,Palangkaraya,23,Palas,6,Palembang,10,Palu,32,Paluta,1,Pandegelang,15,Pandeglang,44,Pangkalpinang,2,Papua,4,Parigi,4,Parlemen,29,Pasaman,2,Pasuruan,1,Patia,1,Pekanbaru,7,Pematangsiantar,3,Pendidikan,66,Polhukam,128,Pontianak,8,Pulang Pisau,2,Purwakarta,136,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,12,Rokan Hilir,9,Sabang,55,Samarinda,10,Sampit,140,Sarolangun,45,Selayar,10,Seram Bagian Barat,1,Serang,11,Serdang Bedagai,20,Sergai,23,Seruyan,1,Sibolga,4,Sigi,8,Simalungun,1,Solok Selatan,7,Subang,23,Sukabumi,28,Sulawesi,1,Sulteng,123,Sulut,93,Sumbar,2,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,48,Sungai Penuh,1,Tangerang,49,Tanjab Barat,98,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,12,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,28,Tebing Tinggi,35,Tegal,9,Terkini,3143,Tolitoli,4,Touna,1,Tulang Bawang,2,Tulungagung,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Double Job, Oknum Guru Bersertifikasi Nyambi Jadi Pegawai Desa Cimoyan
Double Job, Oknum Guru Bersertifikasi Nyambi Jadi Pegawai Desa Cimoyan
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2017/12/double-job-oknum-guru-bersertifikasi.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2017/12/double-job-oknum-guru-bersertifikasi.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy