Super Berani Presiden Jokowi ke Afghanistan, Setelah Soekarno

Jakarta, RN Setelah 57 Tahun lalu, tepatnya pada saat kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1961, kini Presiden Jokowi kembali mengun...

Jakarta, RN
Setelah 57 Tahun lalu, tepatnya pada saat kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1961, kini Presiden Jokowi kembali mengunjungi Kota Kabul Afghanistan.

"Tiba di Kabul, Afghanistan disambut salju dan angin yang dingin. Saya diberi tahu, setelah 57 Tahun lalu, baru kali ini lagi Presiden Indonesia berkunjung ke Afghanistan. Pada Tahun 1961 Presiden Soekarno pernah melakukan kunjungan kenegaraan yang sejarah, "tulis Presiden Republik Indonesia, Jokowi, tulis Presiden Jokowi melalui fanpage Instragram miliknya, Senin (29/1/2018).

Lanjut Jokowi, melalui fanpage facebook miliknya menuliskan kondisi cuaca dan situasi penyambutannya di Kabul Afghanistan.

"Saya tiba di kota Kabul saat hujan salju tengah mengguyur ibu kota Afghanistan itu, siang tadi. Udara sangat dingin, tapi Presiden Ashraf Ghani dan jajaran pemerintah Afghanistan menyambut saya dengan hangat. Saya melangkah dengan berpayung di atas karpet merah yang mulai tertimbun butir-butir salju. Di sisinya, pasukan jajar kehormatan tetap tegap memberi jalan", tulis Jokowi.

Kendati hanya sehari, ini kunjungan bersejarah. Terakhir kalinya Presiden Republik Indonesia ke Afghanistan adalah kunjungan kenegaraan Presiden Sukarno pada tahun 1961.

Terima kasih Presiden Ashraf Ghani, terima kasih Afghanistan, yang telah menyambut saya dengan hangat. Semoga Allah SWT menganugerahkan kedamaian di negeri ini, "ucap Presiden Republik Indonesia.

Sementara itu, Peneliti terorisme Ridlwan Habib menilai kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabul, Afghanistan, langkah berani. Pasalnya, Kabul baru saja diguncang serangan bom mobil.

"Pertimbangan Presiden Jokowi untuk tetap ke Kabul langkah superberani, karena negara lain justru mengeluarkan 'travel warning' (peringatan berhati-hati) ke Afghanistan," kata Ridlwan di Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.

Ridlwan menilai kunjungan Presiden berisiko secara keamanan. Menurut Ridlwan, tujuh negara besar telah mengeluarkan travel warning ke Afghanistan, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Australia, Swiss, Selandia Baru, dan Denmark.

Ridlwan berharap keberanian Presiden Jokowi ini diikuti dengan persiapan matang oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Grup A Paspampres yang melekat pada Presiden Jokowi harus menyiapkan rencana darurat bahkan skenario evakuasi jika saat kunjungan ke Kabul ada serangan terorisme.

Grup A Paspampres adalah salah satu di antara tiga grup di Paspampres yang bertanggung jawab terhadap keamanan presiden beserta keluarganya. Grup B bertanggung jawab terhadap keselamatan wakil presiden dan keluarganya sedangkan grup C bertanggung jawab terhadap setiap tamu negara bagi presiden. Keselamatan Presiden harus jadi prioritas utama", pungkasnya. (Santo Korwil Kalbar)

COMMENTS

Nama

Aceh,10,ACEH SINGKIL,8,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,45,ambon,1,Banda Aceh,3,Bandung,29,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,22,Barru,1,Batam,54,batang,2,Bekasi,253,Belitung,40,Beltim,74,Bener Meriah,79,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1049,Bintan,8,Blitar,2,BNN,1,Bogor,145,Bola,1,bolmong,87,bolmong utara,1,boltim,8,Brebes,38,Bukit Tinggi,13,Buol,21,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,8,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,159,Dabo Singkep,67,Daerah,6106,Dairi,48,Deli Serdang,6,Depok,87,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,10,Ekonomi,3,Garut,11,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,3,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,196,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jayapura,1,Jember,1,Jeneponto,1,Jepara,24,Jombang,3,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,128,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,2,Kab.Sumedang,7,KABUPATEN SINJAJ,1,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,4,Kalsel,7,Kalteng,39,Kaltim,12,Kampar,2,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,212,Karawang,11,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,1,Kotabumi,1,Kotamobagu,10,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,Kuningan,114,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,52,Lahat,12,Lampung,17,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,5,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,163,Lampung Utara,70,lebak,3,Lingga,458,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,17,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,63,Maluku,3,Maluku tengah,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,58,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,140,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,77,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,113,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,11,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,7,Palembang,12,Palu,80,Paluta,1,Pandeglang,532,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,5,Parigi Moutong,7,Parlemen,32,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,113,pelalawan,1,Pematangsiantar,26,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,145,Politik,1,Pontianak,44,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,354,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,75,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,11,Sampit,199,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,31,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,Sigi,19,Simalungun,23,Sinjai,3,Solok Selatan,7,Sorong,24,Subang,31,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,29,sulawesi tengah,27,Sulsel,6,Sulteng,176,Sulut,242,sumba barat,1,Sumbar,13,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,17,Tangerang,266,Tanjab Barat,281,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,36,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6529,terkiri,2,Tolitoli,265,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,4,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,68,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Super Berani Presiden Jokowi ke Afghanistan, Setelah Soekarno
Super Berani Presiden Jokowi ke Afghanistan, Setelah Soekarno
https://2.bp.blogspot.com/-hmESrDCq9mE/WnFnM3HUieI/AAAAAAABWac/iAp8dEFYKXI2JwiPbtnqbLgtQ_cD0UcBwCLcBGAs/s320/al.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-hmESrDCq9mE/WnFnM3HUieI/AAAAAAABWac/iAp8dEFYKXI2JwiPbtnqbLgtQ_cD0UcBwCLcBGAs/s72-c/al.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/01/super-berani-presiden-jokowi-ke.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/01/super-berani-presiden-jokowi-ke.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy