Kronis Tidaknya Penyakit, Pasien RSUD Sukadana Meninggal

Lampung Timur, RN  Pelayanan oknum tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana terindikasi tidak sesuai dengan Standar P...


Lampung Timur, RN Pelayanan oknum tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana terindikasi tidak sesuai dengan Standar Prosedur Operasional dan Pelayanan Minimal. Baik pasien yang berpenyakit kronis maupun tidak tetap saja meninggal. Baik setelah atau sebelum mendapat penanganan tindakan pelayanan kesehatan. Hasil Pantauan Radar Nusantara terdapat tiga orang pasien meninggal. Dua pasien meninggal setelah dioperasi, sedangkan salah seorang saat sedang menunggu penanganan berobat jalan. 
Ketiga pasien itu bernama Jamani alias Gudiel (46) dan Salbiyah (57) serta Masrifah (27). Jamani warga Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana. Ia meninggal pada 15/1 /2015 pukul 15:00 WIB setelah operasi hernia pada jam 10:00 WIB. Lalu, Salbiyah (57) warga Desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara meninggal diruang tunggu polli bedah pada Selasa, 17 April 2018 jam 11:30 WIB. Ketika itu, Salbiyah sedang menunggu penanganan tindakan layanan berobat jalan atau kontrol ulang sejak tiba jam 8:00 WIB. Ia mengidap penyakit komplikasi yaitu stroke, diabetes dan penyumbatan saluran air seni.

Menurut I Nengah Derta suami alm. Salbiyah, istrinya meninggal diruang tunggu poli bedah RSUD Sukadana, disaat menunggu layanan sejak datang pada Selasa, 17/ 4/ 2018 jam 8:00 WIB sampai jam 11:30 WIB belum ada penanganan. Alibi oknum petugas poli bedah terlambatnya penanganan indikasinya disebabkan data rekam medis masih diruang rawat inap (Ranap) belum diserahkan diruang rekam medis (RM).
"Kami datang jam 8 pagi dan nunggu sekitar jam 8:30, pasien yang nunggu cuma ada 2 orang perempuan semua. Sampai jam 11:30 belum ditangani, Salbiyah langsung kejang - kejang dan kepalanya tergolek. Saya tau istri saya itu meninggal dikursi roda. Saya raba denyut nadi tangan sudah tidak ada, baru kemudian dibawa ke UGD. Waktu diruang UGD datang petugas poli bedah  mau nyerahin data rekam medis, katanya, maaf pak datanya kelamaan dibelakang, kata saya percuma saja karena istri saya sudah meninggal",ungkap Derta pada Sabtu, 21/4/2018 di kediamannya.

Kemudian malapetaka kembali menimpa warga Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana bernama Masrifah (27). Ia meninggal dunia pada Rabu, 25/8/ 2018 pukul 15:00 WIB setelah menjalani operasi caesar anak keduanya jam 10:00 WIB.
Kesimpulannya, Jamani dan Masrifah meninggal dunia sedangkan keduanya tanpa penyakit kronis dan atau komplikasi. Apalagi Salbiyah mengidap penyakit stroke, diabetes dan penyumbatan air kencing. Apalagi Salbiyah berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Sedangkan RSUD Sukadana telah berpredikat type / kelas C dan memiliki program unggulan yaitu unit penanganan stroke dan diabetes. Berarti program unggulan tersebut merupakan program yang diduga program gagal.

Apalagi menjelang operasi dilakukan prosedur anestesi yang tidak boleh sembarangan sesuai tahapan. dr. anestesi dibantu seorang perawat mempertanyakan tentang riwayat pasien. Apakah pernah mengidap penyakit tertentu, alergi obat - obatan, apakah konsumsi obat - obatan menjelang operasi dan apakah operasi akibat kecelakaan atau tidak. Anestesi terdiri dari 3 macam yaitu, general anestesi, regional anestesi dan periperal nerve block, seperti dilansir dari vemale.com (31/1/2018).

Menyikapi kematian Salbiyah tersebut, pengurus LSM BERKITAB Lamtim diketuai oleh Mudabbar,RI pada Jumat, 15 Mei 2018 melayangkan surat pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polres Lamtim, berharap agar ditindaklanjuti sampai tuntas. 
"Adanya temuan kami terkait meninggalnya alm. Salbiyah, kami sangat menyayangkan kematian beliau karena beliau meninggal ketika (menunggu) akan kontrol ulang atas anjuran dr. Nanang yang sekaligus sebagai Direktur RSUD Sukadana. Diduga ada penelantaran atau keterlambatan penanganan sehingga menyebabkan Salbiyah meninggal",tegas pengurus LSM BERKITAB Lamtim, Jumat, 11/5 di sekretariat sebelum ke Maporles Lamtim.

"Menyikapi hal ini, kami melayangkan surat pengaduan (Dumas) kepada bapak Kapolres sekaligus berharap agar menindaklanjuti, mengusut dan mengungkap tuntas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan atau hukum berlaku",harapnya.

Direktur RSUD Sukadana, dr. Nanang Salman Saleh,Sp,B mengatakan meninggalnya Salbiyah diakibatkan penyakit kronis yang dialaminya. "Penyakitnya kronis
diabetes, stroke dan penyumbatan kemih. Kalau mau diketahui penyebabnya, perlu bongkar makam untuk dilakukan autopsi",katanya. Nanang tak berkomentar ketika dikonfirmasi pada,13/9 jam 7:06 WIB melalui SMS  setelah 40 hari meninggalnya alm. Masrifah. 
Yeni tetangganya selamat setelah menjalani caesar anak keduanya meski habis 70 kantong darah sebab 2 kali bedah pada Juli 2016 di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Sejauh ini belum ada penanganan oleh penyidik Polres Lamtim untuk melakukan penanganan tindaklanjut pengaduan masyarakat. Dalam rangka pelayanan terbaik Kepolisian, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membentuk program Promoter yaitu Profesional, Modern dan Terpercaya. (Ropi)

COMMENTS

Nama

Aceh,10,ACEH SINGKIL,9,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,45,ambon,1,Banda Aceh,3,Bandung,29,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,22,Barru,1,Batam,54,batang,2,Bekasi,253,Belitung,40,Beltim,74,Bener Meriah,79,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1064,Bintan,8,Blitar,2,BNN,1,Bogor,145,Bola,1,bolmong,88,bolmong utara,1,boltim,8,Brebes,38,Bukit Tinggi,13,Buol,21,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,8,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,159,Dabo Singkep,67,Daerah,6110,Dairi,48,Deli Serdang,6,Depok,89,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,10,Ekonomi,3,Garut,11,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,5,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,196,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jayapura,1,Jember,1,Jeneponto,1,Jepara,24,Jombang,3,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,128,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,2,Kab.Sumedang,7,KABUPATEN SINJAJ,1,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,4,Kalsel,7,Kalteng,39,Kaltim,12,Kampar,3,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,212,Karawang,11,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,1,Kotabumi,1,Kotamobagu,10,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,Kuningan,114,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,52,Lahat,12,Lampung,17,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,5,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,164,Lampung Utara,70,lebak,3,Lingga,459,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,17,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,63,Maluku,3,Maluku tengah,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,58,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,140,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,77,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,113,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,11,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,7,Palembang,12,Palu,80,Paluta,1,Pandeglang,532,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,5,Parigi Moutong,7,Parlemen,32,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,113,pelalawan,1,Pematangsiantar,26,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,145,Politik,1,Pontianak,44,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,355,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,75,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,12,Sampit,201,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,31,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,Sigi,19,Simalungun,23,Sinjai,3,Solok Selatan,7,Sorong,24,Subang,32,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,29,sulawesi tengah,27,Sulsel,6,Sulteng,176,Sulut,242,sumba barat,1,Sumbar,13,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,17,Tangerang,267,Tanjab Barat,281,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,36,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6529,terkiri,2,Tolitoli,265,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,4,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,68,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Kronis Tidaknya Penyakit, Pasien RSUD Sukadana Meninggal
Kronis Tidaknya Penyakit, Pasien RSUD Sukadana Meninggal
https://2.bp.blogspot.com/-zdAULAoGhLA/W6SZsUqyZRI/AAAAAAABkyU/0BBEq_PkkRgu-t878WC4uYNtRiSu-ZzjACLcBGAs/s320/IMG20180823083005.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-zdAULAoGhLA/W6SZsUqyZRI/AAAAAAABkyU/0BBEq_PkkRgu-t878WC4uYNtRiSu-ZzjACLcBGAs/s72-c/IMG20180823083005.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/09/kronis-tidaknya-penyakit-pasien-rsud.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/09/kronis-tidaknya-penyakit-pasien-rsud.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy