Merampas Ruang “Publik” di Perkotaan

LAMPUNG, Metro – RN Polemik Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Merdeka di Pusat Kota dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tentang reloka...


LAMPUNG, Metro – RN
Polemik Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Merdeka di Pusat Kota dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tentang relokasi yang di perkuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor  09 Tahun 2017 Tentang Ketertiban Umum, Kebersihan dan Keindahan harus menaati keputusan Pemkot Metro.

Setelah dikaji lebih jauh oleh Pemkot ternyata PKL selama ini telah merampas “Ruang Publik” sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk berdagang, yang dapat diakses oleh siapa saja dan digunakan bersama sebagai mana fungsinya ruang publik.

Pantauan Radar Nusantara, Pemkot Metro sudah bijaksana dan arif dalam merelokasi PKL dengan memenyediakan solusi, yakni rekolaksi ke Sentra Makanan Siap Saji “Nuwo Intan”, dan eks Tanah Transmigrasi yang hanya berjarak 150 meter dari Taman Merdeka Kota Metro. 

Relokasi ditolak PKL, dengan alasan ialah akses pada pengunjung yang tidak terjangkau, sepi omset menurut sampai 85 persen, dan kios-kios yang disediakan relatif mahal. Sehingga mereka para PKL mempunyai argumentasi penolakan adanya Perda tersebut dan lebih memilih ngotot melakukan tuntutan aksi demo kesekilan kalinya ke Kantor Pemkot Metro dan Kantor DPRD Kota Metro.

Koordinator Aksi Yudha Saputra menyatakan bahwa dalam tuntutan aksinya membawa 5 point tuntutan, salah satunya melakukan executive review terkait hak amandemen DPRD tentang Perda No.9/2017, lalu meminta mengeluarkan rekomendasi izin pedagang sambil menunggu putusan permohonan hak uji materil dengan “Juducial Review” di Mahkaman Agung (MA). 

Kemudian buatkan rekomendasi ke Walikota agar menunda pelaksanaan Perda No. 9/2017 karna mengalami masalah yuridius atau bertentangan dengan Undang-Undang yang lebih tinggi, Pemerintah (Walikota/DPRD beserta stakeholder) taat dan tunduk para UU No.12/20111 tentang pembentukan peraturan UU. Dan pengamanan oleh Satpol PP kepada pedagang (Pasa 43) yang seharusnya hanya penataan (PP No.16/2018. Tindakan Pol PP adalah illegal, tanpa izin ketua PN tanpa peraturan pelaksanaan perwalian.

“Ya dalam aksi ini tidak ada satupun wakil rakyat yang menemui. Mereka (Anggota DPRD red) sedang dinas luar kota, akan tetapi kita akan kembali lagi audiensi meminta kejelasan nasip para pedagang,”ungkap Yudha di Gedung DPRD Kota Metro, Rabu (17/10/2018).

Sementara dilansir dari sejumlah situs resmi, upaya PKL dalam ruang demokrasi.Sebagai warga negara yang mempunyai hak dan wewenang dalam ruang demokrasi, sebagaimana termaksut dalam UUD Tahun 1945, pasal 28. Secara produk hukum dilindungi haknya sebagai warga negara, baik untuk menyampaikan pendapat hingga mempertahankan hidupnya.

Kemudian mengacu pada Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (The International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR), diratifikasi menjadi UU No. 12 tahun 2005, serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (The International Covenant on Economics, Social, and Cultural Rights/ ICESCR), diratifikasi menjadi UU No. 11 tahun 2005. Bahwasanya warga negara mempunyai perlindungan hukum mengenai hak menyatakan pendapat, keberatan dan solusi, diperkuat dengan perlindungan atas hak hidupnya sebagaimana tertuang dalam UU No. 11 tahun 2005 soal hak ekonomi.

Namun dalam realitasnya aturan tersebut tak pernah berlaku, PKL sebagai warga negara selalu dibenturkan dengan Satpol PP dan aparatur terkait. 
Sementara itu, Slamet warga Kota Metro menudukung penuh upaya Pemkot Metro merelokasi PKL Taman Merdeka di Pusat Kota.

“Ya saya setuju bila PKL  di relokasi, kalau memang itu sudah diatur dalam Perda,”ujarnya.

Senada juga diungkapkan Ratih salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Kota Metro. Ia menilai keberadaan PKL sangat penting di pusat Kota.
  
“Ya sebagai pelengkap alun-alun di Pusat Kota untuk menikmati jajanan kuliner sambil jalan-jalan santai bersama keluarga dan teman, akan tetapi bila ada aturan yang melarang ya harus dipatuhi donk . Lagipula -kan Taman Merdeka sebagai ruang terbuka hijau dan sebagai sarana publik. Jadi kalau kelihatan bersih, indah, asri kan enak mau duduk-duduk santai di Taman,”pungkasnya. (Net/Ferdy)

  

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Nama

.berita terkini,3172,.beritaterkini,2,Aceh,10,ACEH SINGKIL,77,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,64,Aekkanopan,3,ambon,2,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,2,Banda Aceh,4,Bandung,54,Bandung Barat,3,banggai,1,Bangka Belitung,3,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,14,Banjarnegara,4,bantaeng,3,Banten,22,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,30,Barru,1,Batam,69,batang,3,Bekasi,374,bekasi terkini,1,Belitung,57,Beltim,83,Bener Meriah,120,BENGKALIS,6,Bengkayang,25,BENGKULU SELATAN,6,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,1775,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,177,BOGOR TIMUR,5,Bola,1,bolmong,133,bolmong utara,1,BOLNONG,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,46,Bukit Tinggi,29,Buol,62,Ciamis,14,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,19,Cilacap,6,Cilegon,7,Cileungsi,41,Cimahi,65,Cirebon,234,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,192,Daerah,6410,Daik Lingga,1,Dairi,80,Deli Serdang,7,Depok,147,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,6,Donggala,10,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,14,Dumoga,25,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,Garut,24,Gowa,8,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,indralaya,11,Indramayu,7,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,284,jakarta selatan,2,Jambi,31,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,62,Jombang,3,kab,2,Kab. Bandung,13,Kab. Bogor,14,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,8,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,156,Kab.Bekasi,57,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,2,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,51,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,13,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,15,Kampar,11,Kampar Riau,29,Kapuas Hulu,236,Karawang,31,KARIMUN - RN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,5,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,5,Korupsi,9,Kota Sorong,5,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,18,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,5,KUDUS,29,Kuningan,148,KUTAI KERTANEGARA,4,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,169,Lahat,12,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,LANTAMAL V,3,lebak,9,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,546,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,4,lotim.berita terkini,37,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,46,makassar,9,Malang,104,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,9,Manado,9,Manokwari,4,Mauk,2,medan,23,Mekar Baru,1,MERANTI,25,Mesuji,70,metro,98,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,189,morowali,2,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,7,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,233,Oku Timur,5,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,11,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,17,palelawan,3,Palembang,33,Palu,98,Paluta,36,pande,1,Pandeglang,620,Pangkalpinang,3,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,4,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,11,Pasuruan,1,PATI,18,Patia,1,PAYAKUMBUH,2,Pekalongan,24,Pekanbaru,143,Pekanbaru Riau,19,pelalawan,22,Pematangsiantar,33,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,78,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,149,Politik,1,Pontianak,90,Poso,1,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,purbalingga,3,Purwakarta,582,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,3,Radar Selebrity,2,Riau,91,Rokan Hilir,11,Sabang,57,Samarinda,22,SAMPI,1,Sampit,276,sar,1,Sarolangun,117,Selayar,10,selong,2,Semarang,4,Seram Bagian Barat,1,Serang,49,Serdang Bedagai,32,Sergai,24,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,36,Simalungun,29,Singaparna,3,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,45,Subang,86,Sukabumi,92,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,44,Sulbar,19,Sulsel,8,Sulteng,179,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,21,Sumedang,3,sumsel,6,Sumut,55,Sungai Penuh,1,Takalar,28,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,Tangerang,365,Tangerang Selatan,2,Tanjab Barat,402,Tanjab Timur,46,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,5,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tarutung,1,Tasikmalaya,60,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6723,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,Tolitoli,559,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,141,Waisai,5,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Merampas Ruang “Publik” di Perkotaan
Merampas Ruang “Publik” di Perkotaan
https://4.bp.blogspot.com/-i4fTSF3ojWQ/W8bc7_OQUsI/AAAAAAABmWU/KF-3ucoPcf4LzKqMRGO-Cho0FApHrg7MACLcBGAs/s320/Taman%2BMerdeka%2BKota%2BMetro.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-i4fTSF3ojWQ/W8bc7_OQUsI/AAAAAAABmWU/KF-3ucoPcf4LzKqMRGO-Cho0FApHrg7MACLcBGAs/s72-c/Taman%2BMerdeka%2BKota%2BMetro.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/10/merampas-ruang-publik-di-perkotaan.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/10/merampas-ruang-publik-di-perkotaan.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy