Sekarat” Korban Laka Lantas diduga ditelantarkan di Rumah Sakit Aulia Hospital, Karena tidak ada uang jaminan”

RN:Pekan Baru  Aturan yang diterapkan oleh Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kota Pekan Baru dinilai sangat tidak Manusiawi dan be...


RN:Pekan Baru 
Aturan yang diterapkan oleh Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kota Pekan Baru dinilai sangat tidak Manusiawi dan bertentangan dengan aturan UU yang ada.

Yang mana Diduga Rumah Sakit Aulia Hospital Panam Kota Pekan Baru tidak bersedia  memberikan pertolongan  serta merawat Korban Laka Lantas karena tidak dapat membayar Uang muka a sebanyak 70% dari total biaya perawatan yang yang ditangung  korban. 

Tentunya hal ini dinilai sangatlah tidak Manusiawi serta bertentangan dengan aturan UU yang ada terkait Kesehatan, yang mana seharusnya ketika ada pasien yang datang ke rumah saki, baik Rumah Sakit Umum Atau Swasta dalam keadaan darurat maka pihak Rumah Sakit diwajibkan agar dapat segera memberikan pertolongan pertama bagi pasien Kritis tanpa meminta uang muka terlebih dahulu .


Sebagai mana dijelaskan Dalam Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang mana dijelaskan bahwa dalam keadaan darurat rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan meminta uang muka.

Namun Peraturan sayangnya aturan itu  tidak diindahkan ( digubris ) oleh Pihak Rumah Sakit Aulia Hospital , yang mana mereka tidak mau merawat pasien apabila belum bisa membayar Uang muka atau uang jaminan sebagai mana Aturan yang diterapkan oleh Pihak Rumah Sakit.

Padahal didalam Pasal 32 ayat 2 Undang - Undang Nomor 36 Tentang Kesehatan juga diterangkan sangsi bagi yang melanggarnya berupa penjara dua tahun dan denda maksimal Rp200 juta. dan jika menyebabkan kematian, dipenjara 10 tahun dan denda Rp1 miliar

Hal inilah yang dialami oleh Korban Laka Lantas, Irvan Supranda warga desa Rimbo panjang seorang Pengendara kendaraan  roda  dua yang mengalami luka serius ketika menabrak orang tak dikenal pada pukul 21.30 Wib saat hendak menjeput pulang istrinya yang bekerja di Mall SKA Kota Pekan Baru.

Akibat Kejadian Laka Lantas tersebut Kedua korban Laka Lantat sudah dibawa ke Rumah Sakit Aulia Panam Pekan Baru oleh Ketua RT St Oyon, bersama warga desa Rimbo panjang, lebih kurang 10 oranguntuk mendapatkan pertolongan Medis. 

Namun sesampainya di Rumah Sakit bukannya  ditangani secara Medis  diberikan ,malahan pihak Rumah sakit Aulia Hosvital meminta uang jaminan sehingga korban  Laka Lantas terbaring ditempat tidur sambil menjerit menahan sakit karena tulang rahangnya patah tiga, ketika dimintai merawat petugas rumah Sakit agar keluarga korban membayar uang jaminan.

Seperti yang terlihat dari rekaman video yang menunjukkan pernyataan Pekerja Rumah Sakit yang menolak memberikan perawatan terhadap Pasien karena belum membayar Uang muka / Administrasi awal.

Ditambahkannya mengenai pasien yang akan dirawat memang harus menyelesaikan terlebih dahulu Administrasi Awal atau Uang Muka( uang sebagai jaminan sesuai dengan apa yang diminta oleh Kasir / bagian Administrasi guna untuk mendapatkan perawatan karena ini sudah menjadi aturan dari Rumah Sakit ini yang harus dipatuhi ," Jelas pekerja Rumah Sakit Aulia yang terlihat jelas dalam video.

Walaupun diterangkan oleh keluarga korban, bahwa korban Laka Lantas  akan menggunakan jasa Raharja yang akan menjamin biaya  perawatan, namun  Pekerja Rumah sakit tetap juga menolak untuk memberikan peyanan Medis, perawatan terhadap Pasien karena Jaminan yang mereka maksud adalah bentuk Uang yang harus disediakan sebagai Uang Muka sebesar Rp. 3.220.000 sebagai total biaya sementara yang harus dibayar oleh Pihak Keluarga Pasien agar segera mendapatkan pertolongan Medis.

Padahal selain Biaya pengobatan yang akan dikeluarkan oleh Pihak Jasa Raharja beberapa orang yang ikut mengantarkan Korban,sudah  menjamin supaya cepat mendapatkan pertolongan menginggat kondisi korban luka parah di kepalanya akibat terbentur ke Aspal, ,Namun hal itu tetap sia - sia dan Pihak Rumah Sakit  tetap saja menolak merawat pasien sebelum ada biaya yang sudah ditentukannya. 

Tentunya hal ini harus mendapatkan Respon Khusus dari Dinas terkait Khususnya Menteri Kesehatan untuk segera dapat memberikan sangsi atau penegasan terhadap Salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Pekan Baru yang diduga sudah melanggar UU Tentang Kesehatan.

Merasa tidak mendapatkan Respon Korban Laka Lantas langsung dialihkan ke Rumah Sakit Awal Bros Pekan Baru guna mendapatkan pertolongan pertama serta perawatan agar nyawa Korban Laka Lantas dapat terselamatkan.sampai berita ini di lansir Pihak yang terkait belum berhasil di konfirmasi. ( Sikumbang )

COMMENTS

Nama

Aceh,10,ACEH SINGKIL,40,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,45,ambon,1,BALAESANG,1,Banda Aceh,3,Bandung,34,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,25,Barru,1,Batam,56,batang,2,Bekasi,261,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,79,BENGKALIS,3,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1565,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,146,Bola,1,bolmong,103,bolmong utara,1,boltim,9,Brebes,38,Bukit Tinggi,15,Buol,23,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,10,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,167,Dabo Singkep,79,Daerah,6147,Dairi,53,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,15,Ekonomi,3,Garut,13,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,207,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,27,Jombang,3,kab,1,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,129,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,Kab.Sumedang,8,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,219,Karawang,26,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,2,Kotabumi,1,Kotamobagu,10,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,10,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,75,Lahat,12,Lampung,24,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,29,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,216,Lampung Utara,70,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,474,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,23,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,66,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,61,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,143,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,86,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,122,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,11,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,13,Palu,84,Paluta,1,Pandeglang,535,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,123,pelalawan,15,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,145,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,370,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,78,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,21,Sampit,208,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,3,Sigi,20,Simalungun,24,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,28,Subang,32,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,30,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,4,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,18,Tambraw - RN,1,Tangerang,277,Tanjab Barat,290,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,42,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6556,terkiri,2,Timika,1,Tolitoli,305,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,7,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,74,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Sekarat” Korban Laka Lantas diduga ditelantarkan di Rumah Sakit Aulia Hospital, Karena tidak ada uang jaminan”
Sekarat” Korban Laka Lantas diduga ditelantarkan di Rumah Sakit Aulia Hospital, Karena tidak ada uang jaminan”
https://4.bp.blogspot.com/-_7svPQRAVMY/W9vxtkCKxiI/AAAAAAABndM/Oz-ItFbXEhsO8OKM_4bZx47zmHZdHaa6wCLcBGAs/s320/RS.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-_7svPQRAVMY/W9vxtkCKxiI/AAAAAAABndM/Oz-ItFbXEhsO8OKM_4bZx47zmHZdHaa6wCLcBGAs/s72-c/RS.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/11/sekarat-korban-laka-lantas-diduga.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/11/sekarat-korban-laka-lantas-diduga.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy