Kepala Desa Pakuan Aji Diduga Menghalangi Pers

Lampung Timur, RN. Tindakan menghambat atau menghalangi wartawan diduga dilakukan Kepala Desa Pakuan Aji Kecamatan Sukadana berinisial,...



Lampung Timur, RN. Tindakan menghambat atau menghalangi wartawan diduga dilakukan Kepala Desa Pakuan Aji Kecamatan Sukadana berinisial, TM. Sebagai pejabat publik bidang pemerintahan desa, sejatinya ia memberi pelayanan terbaik. Baik terhadap masyarakat desanya maupun elemen masyarakat semua kalangan. Proses pelayanan mudah, cepat dan tidak berbelat - belit atau one stop service.

Apalagi tujuan ingi menjalin kemitraan, untuk bekerjasama mempublikasikan hasil program pembangunan. Dimana kegiatan pembangunan itu dibiayai dari sumber anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Dana APBDes sumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Selain dibantu dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Propinsi Lampung maupun Kabupaten Lampung Timur.

Kepala Desa Pakuan Aji telah didatangi dirumah, juga telah dihubungi melalui aplikasi WhatssAppnya. Ketika dirumah, ia menanyakan nama media dan meminta nomor handphone. Ia berjanji akan menghubungi Kepala Biro Radar Nusantara Lampung Timur, waktu akan kegiatan peliputan di desanya. Namun sangat disesalkan hampir sebulan ditunggu - tunggu janji itu tidak ditepati. Dalam hal ini, terjadi indikasi unsur dengan sengaja menghalangi atau menghambat tugas Wartawan. Ia seakan - akan mengabaikan, tak menghubungi apalagi mengirim data sesuai dengan kebutuhan.

"Apa nama media dan berapa nomor WAnya, tunggu, nanti saya hubungi kapan waktunya meliput. Kebetulan tadi sudah ada yang ngeliput acara di balai desa",kata TM Kepala Desa itu Kamis, 21/11 pukul 15:38 WIB dirumahnya sembari menshare berita ke WhatssApp.

Sebulanan lamanya menunggu janjinya tak ditepati, saat dikonfirmasi Rabu, 19/12 jam 10:27 WIB, kapan waktunya publikasi hasil pembangunan dapat dilakukan. Namun ia baru kemudian menjawab pada keesokan harinya (Kamis, 20/12). Sedikit aneh, untuk yang kedua kalinya Tama kembali bertanya apa nama media dan beralibi hendak melihat daftar di balai desa terlebih dahulu.

"Apa nama medianya, besok saya lihat daptar di balai desa",kelitnya Kamis, 20/12 pukul 21:37 WIB melalui WhatssAppnya.

Menyikapi perihal itu, Radar Nusantara menyampaikan konfirmasi apa maksud dan tujuan TM yang terkesan mempersulit tugas Wartawan.

"Mohon maaf pak Kades, saya jadi merasa malu karena sudah 2 kali minta data publikasi tapi dipersulit. Saya dianggap anda seperti pengemis, cara anda berbeda dengan Kades lainnya. Pada 21 November 2018 lalu, saya temui anda dirumah dan meminta saya bersabar seraya berjanji akan menghubungi",kata Kepala Biro Radar Nusantara Lampung Timur Sabtu, 22/12 pukul 22:10 WIB melalui sambungan WhatssApp.

"Sebulan lebih saya menunggu, tapi anda tidak juga menepati janji. Setelah dihubungi pada 19 Desember 2018, alasan anda akan melihat daftar dibalai desa lebih dulu. Apa yang sebenarnya maksud anda telah mempermainkan saya. Anda jangan seperti itu, karena selama ini, saya takut dengan kebaikan anda",jelas pemburu berita itu.

"Alangkah baiknya hubungan saya dengan saudara tertua anda, tapi sebaliknya anda terlalu kaku. Saya menanyakan karena itu hak saya sesuai dengan dasar hukumnya Permendes dan Perbup Lamtim. Sungguh tidak disangka perbuatan anda bisa seperti itu",tegas Kuli Tinta Radar Nusantara.

Ia kembali beralibi dengan dalih berbagai alasan tidak sesuai logika sederhana. Menurutnya, data hasil program pembangunan sanitasi telah dikirimkannya pada Kamis, 20 Desember 2018. Akan tetapi kiriman data yang dikirimkannya itu salah alamat.

"Maaf, data sudah saya kirim masalah sanitasi. Tapi setelah saya lihat tadi malam, WA saya salah tempat kirim, padahal saya sudah nunggu beritanya",alibi Kepala Desa Pakuan Aji Minggu, 23/12 jam 8:36 WIB melalui WA-nya.

Dirinya mengakui perbuatan itu adalah mutlak kekeliruannya dan berharap peristiwa itu jangan tersirat didalam hati.

"Itu sekedar kekeliruan jangan sampai diambil hati. Kapan bisa kesini, ditunggu, kebetulan saya tidak pergi karena tidak ada acara",kelitnya.

Kesimpulannya, tindakan Kepala Desa Pakuan Aji jelas terindikasi menghalangi tugas pers. Sebab telah 2 kali berkomunikasi, tapi masih saja mempertanyakan nama media. Ia dengan sengaja beritikad tidak baik, mubah memberikan nama media dan nomor WA. Itulah yang terjadi, keinginan untuk menjalin hubungan kemitraan dipersulit. Undang - Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik tidak dipelajari sehingga kurang mengerti.

"Pasal 18 Undang - Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers berbunyi setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 Ayat (2) dan (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 500 juta",tegas Yosef, A Prasetyo Ketua Dewan Pers di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta Pusat Selasa, 2 Mei 2017 dikutip dari prfmnews.com. (Ropi).
Area lampiran

COMMENTS

Nama

.berita terkini,4875,.beritaterkini,3,Aceh,10,ACEH SINGKIL,77,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,87,Aekkanopan,5,agam,1,ambon,2,AS,1,babel,1,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,4,Bandung,56,Bandung Barat,5,banggai,1,Bangka Belitung,3,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,14,Banjarnegara,6,bantaeng,5,Banten,27,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,30,Barru,1,Batam,71,batang,3,BATU,1,Bekasi,476,bekasi terkini,1,Belitung,77,Beltim,92,Bener Meriah,179,BENGKALIS,6,Bengkayang,27,BENGKULU SELATAN,8,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,1777,Bintan,8,Blitar,5,BNN,1,Bogor,200,BOGOR TIMUR,19,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,1,bolmong,133,bolmong utara,1,BOLNONG,1,boltim,9,BOYOLALI,1,Brebes,48,Bukit Tinggi,31,Buol,75,Ciamis,14,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,24,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,8,Cileungsi,41,Cimahi,96,Cirebon,246,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,235,Daerah,6492,Daik Lingga,2,Dairi,82,Deli Serdang,7,Depok,173,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,10,Donggala,29,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,14,Dumoga,25,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,fakta,1,Garut,26,Gowa,11,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,indralaya,11,Indramayu,11,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,317,jakarta selatan,2,Jambi,60,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,70,Jombang,3,kab,2,Kab 50 Kota,3,Kab. Bandung,29,Kab. Bogor,14,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,8,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,156,Kab.Bekasi,59,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABANJAHE,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,124,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,13,Kalsel,7,Kalteng,70,Kaltim,16,Kampar,12,Kampar Riau,32,Kapuas Hulu,236,Karawang,46,KARIMUN,1,KARIMUN - RN,1,KARO,1,KATINGAN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,6,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,7,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,1,KOTA MANNA,1,Kota Sorong,5,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,19,KOTIM,1,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,5,KUDUS,39,Kuningan,165,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,211,Lahat,13,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,LANTAMAL V,3,lebak,9,LEMBATA,3,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,564,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,8,lotim.berita terkini,37,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,50,makassar,14,Malang,123,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,19,MAMUJU,5,Manado,9,Manokwari,4,Mauk,2,medan,29,Mekar Baru,1,merangin,22,MERANTI,176,Mesuji,72,metro,139,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,204,monokwari,1,morowali,3,Muara Belida,1,muara bungo,2,Muara Enim,75,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,93,NTB,10,NTT,4,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,271,Oku Timur,16,Opini,2,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,12,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,195,Palas,23,palelawan,3,Palembang,37,Palu,100,Paluta,46,pande,1,Pandeglang,654,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,7,Papandayan,1,Papua,3,PAPUA BARAT,6,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,Pasuruan,1,PATI,29,Patia,1,PAYAKUMBUH,3,Pekalongan,24,Pekanbaru,148,Pekanbaru Riau,19,pelalawan,22,Pematangsiantar,35,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,78,Pilkada,1,PIPIKORO,1,Polhukam,149,Politik,1,Pontianak,169,Poso,1,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,purbalingga,3,Purwakarta,703,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,3,Radar Selebrity,2,Riau,103,Rokan Hilir,11,Sabang,57,Samarinda,37,SAMPI,1,Sampit,326,sar,1,Sarolangun,173,Selayar,10,selong,2,Semarang,5,SEMOGA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,56,Serdang Bedagai,32,Sergai,25,Seruyan,5,SIAK,1,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,44,Simalungun,31,Singaparna,5,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,49,Subang,129,Sukabumi,120,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,45,Sulbar,29,Sulsel,11,Sulteng,180,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,sumba barat,1,Sumbar,21,Sumedang,6,sumsel,6,Sumut,57,Sungai Penuh,1,Takalar,32,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,Tangerang,365,Tangerang Selatan,2,Tanjab Barat,453,Tanjab Timur,51,tanjung balai,1,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tarutung,1,Tasikmalaya,66,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6723,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,Tolitoli,664,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,170,Waisai,5,Yogyakarta,1,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Kepala Desa Pakuan Aji Diduga Menghalangi Pers
Kepala Desa Pakuan Aji Diduga Menghalangi Pers
https://3.bp.blogspot.com/-xpgr7SDDHgU/XCL8LTfLTCI/AAAAAAABqIU/ClsxRPyunXsZIEAoorrQXEEHM8-5Zv17ACLcBGAs/s320/photo.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-xpgr7SDDHgU/XCL8LTfLTCI/AAAAAAABqIU/ClsxRPyunXsZIEAoorrQXEEHM8-5Zv17ACLcBGAs/s72-c/photo.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/12/kepala-desa-pakuan-aji-diduga.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/12/kepala-desa-pakuan-aji-diduga.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy