Urgensi Perda Pengelolaan Limbah Medis

Radar Nusantara  Limbah medis, ancaman yang nyata, Mengintai kesehatan, meracuni dunia, Perda pengelolaan limbah medis, payung yang dinanti,...


Radar Nusantara 

Limbah medis, ancaman yang nyata, Mengintai kesehatan, meracuni dunia, Perda pengelolaan limbah medis, payung yang dinanti,M enjaga bumi pertiwi, dari nestapa.

Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan telah menimbulkan perdebatan yang serius terkait keterlibatan masyarakat dan pengelolaan lingkungan sesuai dengan regulasi yang berlaku. 


Sorotan terhadap proyek ini menyoroti dugaan bahwa pembangunan RSUD tidak dilengkapi dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), sebuah prosedur yang wajib dalam setiap proyek besar untuk memastikan dampak lingkungan dipertimbangkan secara matang sebelum konstruksi dimulai.


Komunitas Rehabilitasi Lingkungan Pandeglang mengungkapkan kekhawatiran bahwa proses pengambilan keputusan terkait Amdal tidak melibatkan masyarakat secara transparan. Ini mencerminkan kurangnya akuntabilitas dalam proses pembangunan, yang harusnya mendasari partisipasi publik yang lebih besar. 


Penulis sebagai penggagas dari Diskusi AMDAL Tadarus Sosial dari awal memiliki kekhawatiran akan potensi dampak lingkungan dari lokasi RSUD yang terletak di area padat penduduk dan jauh dari sumber air.


R. Nugraha Danandjaja, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, merespons bahwa proses administratif terkait Amdal masih dalam peninjauan, meskipun pengakuan bahwa proses ini dimulai setelah pembangunan dimulai menunjukkan kekurangan dalam mematuhi prosedur hukum yang ada.


Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Umar Barmawi, mengamati bahwa keluhan masyarakat terhadap kurangnya keterlibatan dalam proses keputusan menegaskan perlunya transparansi dan komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah daerah dan warga setempat. 


Ini menyoroti pentingnya penerapan regulasi yang lebih ketat dan pemenuhan kewajiban hukum dalam setiap tahap pembangunan.


Ali Nurdin, Pengamat Kebijakan Publik, menekankan bahwa lokasi strategis RSUD yang tidak mempertimbangkan dampak lingkungan dapat menimbulkan tantangan serius terkait manajemen limbah, yang seharusnya diprioritaskan dalam perencanaan proyek. Kritik terhadap keterlambatan izin Amdal menegaskan perlunya integrasi kebijakan lingkungan yang lebih baik dalam proses pembangunan.


Catatan Kritik


Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di Labuan memang penting untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Namun, sebagai bagian dari public, saya merasa perlu menyuarakan beberapa catatan kritis terkait AMDAL RSUD ini, terutama menyangkut transparansi, partisipasi publik, dan evaluasi implementasinya.


Pertama, informasi mengenai AMDAL RSUD ini terkesan tertutup dan minim sosialisasi kepada publik. Masyarakat awam kesulitan mengakses dokumen AMDAL, apalagi memahami isi dan implikasinya. Padahal, keterbukaan informasi merupakan elemen krusial dalam AMDAL. Bagaimana masyarakat bisa memberikan masukan dan berpartisipasi aktif jika mereka tidak tahu menahu mengenai potensi dampak pembangunan RSUD ini?


Kedua, mekanisme partisipasi publik dalam proses AMDAL terkesan formalitas belaka. Rapat dengar pendapat yang diadakan terkesan hanya sebagai "seremonial" tanpa benar-benar menyerap aspirasi dan kekhawatiran masyarakat. Suara kritis masyarakat, terutama yang terdampak langsung, seringkali diabaikan. 


Ketiga, evaluasi terhadap implementasi AMDAL terkesan lemah. Belum terlihat upaya serius dari pihak terkait untuk memastikan bahwa komitmen-komitmen yang tertuang dalam dokumen AMDAL benar-benar dijalankan. 


Misalnya, bagaimana dengan pengelolaan limbah medis RSUD? Apakah sudah sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan sekitar? 


Bagaimana dengan dampak sosial ekonomi pembangunan RSUD terhadap masyarakat sekitar? Apakah ada peningkatan kesejahteraan atau justru sebaliknya?


Bagi penulis, tanpa transparansi, partisipasi publik yang genuine, dan evaluasi yang ketat, AMDAL hanya akan menjadi dokumen formalitas yang tidak bermakna. Pembangunan RSUD memang penting, tetapi bukan berarti mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan layak. 


Pemerintah daerah dan pihak terkait harus lebih serius dalam menjalankan amanat AMDAL. Jangan sampai pembangunan RSUD yang seharusnya membawa manfaat justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari. 


Urgensi Perda Pengelolaan Limbah Medis


Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Limbah Medis yang diinisiasi usul DPRD Banten disambut bak oasis di tengah gurun. Harapan membuncah, janji terukir. 


Semoga tak ada lagi cerita jarum suntik terbuang sembarangan, limbah B3 bercampur sampah rumah tangga, atau ancaman kesehatan yang mengintai dari balik tumpukan limbah medis. 


Namun, benarkah oasis itu nyata atau hanya fatamorgana di tengah dahaga? 


Realitas di lapangan seringkali berkata lain. Di balik kata-kata manis perda, tumpukan limbah medis masih bergentayangan. Bau menyengat masih menusuk hidung di sudut-sudut kota.  Ironisnya, di balik tembok megah rumah sakit, pelanggaran justru terjadi. 


Apakah raperda ini hanya menjadi tumpukan kata tanpa makna? 


Tentu saja,  menyalahkan sepenuhnya raperda bukanlah solusi. Persoalannya kompleks, melibatkan banyak aktor: pemerintah yang abai, fasilitas kesehatan yang lalai, hingga masyarakat yang belum sepenuhnya sadar. 


Pemerintah, sebagai nahkoda, seharusnya tak hanya pandai merangkai kata. Pengawasan ketat, penegakan hukum yang tegas, dan sanksi yang membuat jera adalah kunci. Fasilitas kesehatan, sebagai garda terdepan, harusnya memiliki sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi dan bertanggung jawab. 


Masyarakat pun tak bisa hanya berpangku tangan. Kesadaran akan bahaya limbah medis dan partisipasi aktif dalam pengawasan adalah keniscayaan. 


Raperda Pengelolaan Limbah Medis adalah langkah awal yang baik. Namun, tanpa implementasi yang nyata, ia hanya akan menjadi macan kertas, mengaum tanpa taring. Jangan sampai harapan yang kita gantungkan hanya menjadi fatamorgana di tengah dahaga akan lingkungan yang sehat dan aman.


Penulis meyakini bahwa raperda ini bukan sekadar tempelan regulasi. Ia adalah manifestasi komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dan lingkungannya. Raperda ini harus mampu menjawab tantangan lokal masyarakat Banten, mulai dari mendefinisikan dengan jelas kewajiban dan tanggung jawab setiap pihak terkait limbah medis, menetapkan standar operasional prosedur yang ketat, hingga merumuskan mekanisme pengawasan dan penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan. 


Tanpa Perda yang kuat dan implementasi yang konsisten, Banten hanya akan menjadi potret buram dari sebuah ironi: keindahan alam yang dirusak oleh kelalaian manusia. Sudah saatnya Banten berbenah, mengobati lukanya sendiri, dan menjadikan pengelolaan limbah medis sebagai prioritas utama. Keindahan Banten haruslah selaras dengan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungannya.


Dalam konteks ini, catatan kritik ini menggarisbawahi pentingnya kepatuhan yang lebih ketat terhadap regulasi lingkungan dan perlunya penerapan kewajiban hukum secara menyeluruh sebelum memulai setiap proyek pembangunan. 

Evaluasi ulang terhadap prosedur Amdal menjadi imperatif untuk mencegah konflik dan masalah lingkungan yang lebih serius di masa depan.


Publik Perlu Menegaskan


Dalam era pembangunan yang semakin pesat di Provinsi Banten, risiko dampak negatif terhadap lingkungan harus dikelola dengan lebih baik. 


Penulis memandang bahwa peningkatan aktivitas industri dan infrastruktur telah meningkatkan volume limbah berbahaya dan beracun (B3), mengancam tidak hanya kesehatan manusia tetapi juga kelestarian ekosistem.


Publik juga perlu menegaskan bahwa pengelolaan limbah B3, termasuk limbah medis, harus mematuhi standar yang ketat untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Edukasi yang terus-menerus dan sosialisasi kepada semua pihak terlibat menjadi kunci dalam memastikan pemahaman dan kesadaran akan risiko dan tanggung jawab dalam pengelolaan limbah.


Pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas harus diterapkan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Investasi dalam infrastruktur modern dan peningkatan kapasitas fasilitas pengelolaan limbah sangat penting untuk menangani volume yang terus meningkat dengan efektif.


Kerja sama dengan sektor swasta dalam pengelolaan limbah B3 juga harus diperkuat untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi yang dibutuhkan. Partisipasi aktif dari sektor ini diharapkan akan mempercepat pencapaian tujuan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.


Penulis menyoroti pentingnya tarif pengelolaan limbah medis yang adil dan berkeadilan, mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Azas keadilan harus menjadi landasan dalam penetapan tarif layanan untuk mencegah beban ekonomi yang berat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Revitalisasi infrastruktur sanitasi, termasuk pengelolaan air limbah, juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. 

Pembiayaan program pengelolaan limbah medis harus mencari sumber pendanaan yang berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan anggaran daerah, untuk memastikan program ini dapat terus berjalan dengan efektif.


Dengan demikian, penegakan hukum yang konsisten, edukasi yang menyeluruh, dan investasi dalam infrastruktur menjadi kunci dalam mengatasi tantangan pengelolaan limbah B3 di Provinsi Banten. Hanya dengan pendekatan yang terintegrasi dan komprehensif, masalah lingkungan ini dapat diatasi secara efektif demi keberlanjutan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Banten.


Saran dan Percepatan Pembentukan Perda


Untuk  memastikan pembangunan RSUD Labuan ini berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat,  saya  merekomendasikan beberapa langkah strategis:


Pertama, Optimalisasi Peran dan Fungsi AMDAL, AMDAL  harus diimplementasikan secara konsisten, bukan hanya dokumen formalitas.  Pemantauan  dan evaluasi berkala  mutlak dilakukan  untuk  memastikan  RSUD  beroperasi sesuai  standar  lingkungan  yang  ditetapkan.


Kedua, Pelibatan Publik yang Transparan, proses AMDAL  harus  melibatkan partisipasi publik  secara  transparan dan akuntabel.  Aspirasi  dan kekhawatiran  masyarakat harus didengar dan  diperhatikan secara serius.


Ketiga, Percepatan Pembentukan Perda Pengelolaan Limbah Medis,  Pemerintah daerah  harus  segera  merumuskan  dan  mengesahkan  Perda  yang  secara  khusus  mengatur  Pengelolaan Limbah Medis.  Perda  ini  akan  menjadi  payung  hukum  yang  kuat  dalam  menjamin  implementasi  Pengelolaan Limbah Medis  yang  efektif  dan  berkelanjutan.


Pembangunan RSUD Labuan adalah ikhtiar mulia yang  harus diapresiasi. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa  pembangunan harus berjalan seiring dengan kelestarian  lingkungan  dan  kesejahteraan  masyarakat.  

Sudah  saatnya  kita  bergerak  bersama,  memastikan  RSUD Labuan tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga  menyehatkan  lingkungan  dan  kehidupan  sosial  masyarakat.


Saya berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat menjadikan kritik ini sebagai bahan evaluasi dan perbaikan dalam proses pembangunan RSUD Labuan. 


Mari kita kawal bersama agar pembangunan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan berkelanjutan.


Tentang penulis:


EKO SUPRIATNO


Dosen Fakultas Hukum dan Sosial 

Universitas Mathlaul Anwar Banten.

COMMENTS













































































Nama

.,3,.berita terkini,11108,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,abiansemal,5,Aceh,35,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,120,ACEH TENGGARA,2,ACEH TIMUR,2,Aceh Utara,5,advertorial,21,aek kanopan,1,Aekkanopan,9,agam,19,aimas,3,ALAI.,5,Alor,1,ambon,7,amlapura,66,anjatan,2,Anyer,1,AS,1,Asahan,7,babel,1,badau,1,badung,644,Bagansiapiapi,4,bakan,1,BALAESANG,1,bali,1021,balige,12,BALIKPAPAN,6,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,16,BANDAR LAMPUNG,39,Bandar Seri Begawan,1,bandara,7,Bandung,178,Bandung Barat,23,banggai,5,bangka,2,bangka barat,1,Bangka Belitung,5,Bangka Tengah,2,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,5,bangli,854,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,23,Banjarnegara,8,bantaeng,46,Banten,153,Banyuasin,6,Banyumas,13,Banyuwangi,148,barito utara,1,Barru,6,Batam,103,batang,67,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,7,batu bara,72,baturaja,4,baturiti,1,bekasai,1,Bekasi,2391,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,2,Belitung,218,Belitung Timur,17,Beltim,225,belu,2,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,481,BENGKALIS,81,Bengkayang,77,BENGKULU,6,BENGKULU SELATAN,19,BENGKULU UTARA,1,benoa,7,BER,3,BERI,1,beria terkini,1,beriita terkini,3,berit terkini,2,berita,1,berita terikini,1,Berita terkini,3300,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,4,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,3,Bintan,9,Bintuni,1,Bitung,6,blahbatu,2,blahbatuh,24,Blitar,15,Blora,2,BMKG,1,BNN,1,Bogor,460,BOGOR TIMUR,71,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,3,bolmong,538,Bolmong raya,4,Bolmong selatan,16,bolmong timur,2,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,8,boltim,18,bone,3,BOYOLALI,2,Brebes,173,bualu,1,Bukit Tinggi,52,bukittinggi,19,buleleng,226,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,91,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,10,Ciamis,85,Cianjur,18,Cibinong,15,Cibitung,3,cikampek,45,Cikampek barat,1,Cikande,1,Cikarang,103,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,2,Cilacap,11,Cilegon,47,cilengsi,3,Cileungsi,41,Cimahi,461,Cimanggung,1,Cirebon,562,Cirebon Kota,2,Cisarua,1,citeureup,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,7573,daerah Terkini,2,daerh,1,Daik Lingga,3,Dairi,245,Deli Serdang,54,Deli tua,1,deliserdang,1,demak,51,Denpasa,4,denpasar,881,denpasar timur,3,Dentim,1,Depok,637,derah,5,dharmasraya,6,DIY,8,Dolok,4,Doloksanggul,75,Dompu,2,Donggala,179,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,99,DPRD LamSel,8,Dumai,28,Dumoga,179,Dumoga Utara,2,duri,3,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,14,ende,2,eretan,1,Erkini,1,Fakfak,2,fakta,1,Garut,101,gianyar,826,gilimanuk,1,gorontalo,67,Gowa,107,Gresik,1,GROBOGAN,2,gunung mas,2,Gunung Putri,2,gunungsitoli,2,hamparan perak,1,HL,23,HSU,1,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,14,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,5,indralaya,44,Indramayu,35,Indrapura,15,info,1,INHIL,48,inhilriau,1,INHU,8,Jabar,22,jaka,4,Jakarta,1813,Jakarta barat,2,jakarta selatan,5,jakarta timur,3,jakarta utara,3,Jambi,160,jateng,5,jatijajar,1,JATIM,7,Jawa Barat,48,Jawa Tengah,12,Jawa Timur,13,Jayapura,56,Jember,8,jembrana,309,Jeneponto,23,Jepara,106,jimbaran,3,Jombang,4,kab,7,kab .Bandung,208,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,30,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3875,kab. bekasi,195,Kab. Bogor,27,Kab. Brebes,61,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,8,kab. Karawang,2,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,84,kab. langkat,3,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,7,Kab. Serdang Bedagai,4,Kab. Sukabumi,12,kab. tangerang,6,Kab. Tasikmalaya,97,Kab. Toba,8,kab.agam,1,Kab.Bandung,1877,kab.barru,3,Kab.Bekasi,397,kab.bogor,31,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.buru,2,Kab.Dogiyai Papua Tengah,1,kab.garut,2,kab.langkat,2,Kab.Malang,3,Kab.Nganjuk,6,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,8,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,3,Kab.Sumedang,26,Kab.Tangerang,28,kab.Tasikmalaya,52,Kab.Way kanan,29,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,591,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,15,kalipuro,1,Kalsel,10,Kalteng,264,Kaltim,25,Kampar,179,Kampar Kiri,4,Kampar Riau,302,kapuas,3,Kapuas Hulu,278,kara,1,karanganyar,1,karangasem,893,Karawang,344,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,7,KARIMUN - RN,1,KARO,27,katapang,1,KATINGAN,6,kayong utara,6,keban agung,1,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,67,KEEROM,27,Kendari,4,kepahiang,4,KEPRI,4,Kepulauan Riau,10,Kerinci,23,keritang inhil,1,kerobokan,7,KETAPANG,17,kintamani,1,klapanunggal,1,klungkung,529,KOBAR,1,kolaka,1,Kolaka Utara,1,Kominfo Kab.Bekasi,34,konawe selatan,1,Korupsi,9,kota agung,1,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,5,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,29,kota pekalongan,8,Kota Sorong,10,kotabaru,1,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,108,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,4,KOTIM,11,kriminal,5,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,15,kuantan,1,kuantan Sengingi,4,kubu,4,kubu raya,63,KUDUS,123,Kuningan,1608,kupang,3,kuta,18,kuta badung,3,kuta selatan,3,kuta utara,6,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,12,Kutim,6,l,1,Labuhan Bajo,1,Labuhan Batu,18,Labura,407,labusel,1,Lahat,31,LAMBATA,1,Lamongan,3,Lampung,98,Lampung Barat,196,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,65,Lampung Tengah,23,Lampung Timur,466,Lampung Utara,794,LAMPUNGUTARA,1,lampura,20,landak,6,langkat,6,langsa,3,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,46,lebak,204,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,6,Lingga,1081,liwa,13,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,3,Lombok,6,Lombok barat,5,Lombok tengah,13,lombok timur,132,Lombok Utara,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,8,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,7,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,8,m,1,M.Labuhan,1,Mabar,1,madina,1,madura,1,Magelang,4,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,638,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,maka,1,makasar,3,makassar,212,malaka,1,Malang,192,Maluku,8,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,195,MAMUJU,219,MAMUJU TENGAH,7,Manado,66,mancanegara,1,mandau,1,mangapura,3,Manggar,91,Manggarai,1,manggarai barat,2,mangupura,171,Manokwari,165,mansel,1,marga,1,maros,1,mataram,13,MATENG,7,Mauk,2,Maybrat,1,medan,248,Mekar Baru,1,melawi,15,MEMPAWAH,1,mengwi,8,mentawai,1,merak,5,merangin,93,MERANTI,969,MERAUKE,7,Merbau,3,Mesuji,75,metro,216,metro lampung,10,meulaboh,1,Minahasa,7,Minahasa Selatan,5,Minahasa Tenggara,2,Minahasa Utara,1,Minas,1,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,560,monokwari,2,morowali,29,MOROWALI UTARA,1,MORUT,3,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,583,muara Tami,2,Muaro Jambi,4,muba,8,Mukomuko,81,muratara,534,murung raya,2,Musi Banyuasin,15,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Nabire,1,Naibenu,1,namlea,4,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,5,negara batin,1,ngawi,3,Nias barat,21,NTB,74,NTT,14,nunukan,25,nusa dua,1,Ogan Ilir,7,OKI,3,OKU,2,Oku Selatan,566,Oku Timur,52,olahraga,1,Opini,14,P. Bharat,1,P.SIANTAR,12,PACITAN,2,Padang,16,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,2,padang pariaman,1,Pagaralam,34,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,pakuan ratu,2,Pakuhaji,2,Palangka raya,347,Palas,23,palelawan,44,Palembang,102,pali,2,palopo,1,Palu,212,palu utara,1,Paluta,66,pamekasan,2,Panang Enim,2,pancur batu,1,pand,1,pande,1,pandegelang,3,Pandeglang,2417,Pangandaran,23,Pangkalan Kerinci,3,pangkalanbun,5,Pangkalpinang,21,pangkep,4,pantai labu,1,Papandayan,1,Papua,96,PAPUA BARAT,227,papua barat daya,2,papua tengah,2,parapat,2,PARIAMAN,10,Parigi,6,Parigi Moutong,19,PARIMO,1063,PARIMOUT,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,13,Pasangkayu,1,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,190,Patia,1,patrol,17,PAYAKUMBUH,9,PEBAYURAN,2,Pekalongan,88,pekan baru,7,Pekanbaru,534,Pekanbaru Riau,1624,pelalawan,26,pemalang,3,Pematangsiantar,47,pemekas,1,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,81,pengkadan,1,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),116,perbaungan,1,perimo,2,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,27,pesel,1,Pesisir Barat,2,Pesisir Barat,2,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,ponorogo,1,pontia,1,Pontianak,1425,Poso,5,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,50,probolinggo,2,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,purbalingga,5,Purwakarta,1871,Purwokerto,2,Putussibau,58,Rabat,4,radar,3,Radar Artikel,36,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,5,REMBANG,3,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,192,Rohil,6,rokan,1,Rokan Hilir,54,rokan hulu,16,Rongurnihuta,1,rote ndao,1,Sabang,57,Samarinda,60,sambas,2,sambilan,1,sampang,76,SAMPI,1,Sampit,652,Sangatta kutim,1,Sanggau,15,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,460,sekadau,7,SELAT PANJANG,10,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,62,Semarapura,43,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,2,sentul,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,497,Serdang Bedagai,42,Sergai,32,Seruyan,19,SIAK,22,siak hulu,9,sian,1,sibau hulu,1,Sibolga,166,siborongborong,1,sidikalang,1,SIDOARJO,6,SIDRAP,15,Sigi,103,silaen,1,Simalungun,151,simpang apek,1,Singaparna,10,singaraja,46,SINGKAWANG,14,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,sintang,44,situbondo,6,sleman,2,solo,10,SOLOK,18,Solok Selatan,9,Soppeng,38,Sorong,308,Sorong selatan,4,Sragen,34,Subang,2103,SUKABUM,1,Sukabumi,571,sukawati,3,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,34,sulawesi tengah,57,sulawesi tenggara,1,Sulbar,350,Sulsel,30,Sulteng,315,Sulut,386,Sumatera Selatan,6,SUMATERA UTARA,6,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,73,Sumbawa,6,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,166,sumenep,47,sumsel,43,Sumut,108,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,113,Surakarta,2,tabanan,688,tajabbarat,1,Takalar,203,talangpadang,5,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tana toraja,1,tanah,1,tanah datar,2,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,122,Tangerang,462,Tangerang Selatan,105,tangg,1,tanggamus,140,Tanjab Barat,973,Tanjab Timur,140,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,8,tanjung balai,4,Tanjung Enim,140,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,14,tanjung samak,1,tanjung selor,1,tanjungenim,2,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,6,Tapanuli Tengah,99,Tapanuli Utara,31,tapung,3,tapung hulu,4,tarakan,1,tarutu,1,tarutung,45,Tasikmalaya,401,tebi,1,tebin,1,tebing,1,Tebing Tinggi,130,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,11,Teelini,1,Tegal,32,tekini,5,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,5,temanggung,2,tembilahan,2,tembuku,2,Teminabuan,6,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,3,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkiji,4,Terkimi,1,Terkin,9,Terkin8,1,Terkini,49103,Terkinii,1,Terkinin,1,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkino,11,Terkinu,1,terkiri,9,TERKNI,3,Terkuni,2,Terlini,2,Termini,4,ternate,1,Tetkini,14,Timika,2,Toabo,1,toba,41,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1445,tolotoli,3,TOMOHON,5,Touna,87,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,9,Tulung agung,2,Tulungagung,304,Twrkini,1,ubud,25,Waibakul,1,Waisai,23,wajo,1,warseno,1,WAY KANAN,38,way tuba,1,wonosari,1,Yogyakarta,11,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Urgensi Perda Pengelolaan Limbah Medis
Urgensi Perda Pengelolaan Limbah Medis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjitfQ36Og8x-lQ08dur2uto4_dLB45UAt548ZiLIrKeVeuqP4ZJRmJnftz4iEWeWFS1KVQV7mXQQLLupy0F_SvHuiWLPHCHRnu3NTI59zZcPG3Ew0D5rGKOHsFiEwkbfcXfP1RhNgsj3bFBRW7pQqiCCIFdq8IyF6tapSnxgpLlynDxefDKkttuTVwD58/s320/IMG-20240709-WA0181.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjitfQ36Og8x-lQ08dur2uto4_dLB45UAt548ZiLIrKeVeuqP4ZJRmJnftz4iEWeWFS1KVQV7mXQQLLupy0F_SvHuiWLPHCHRnu3NTI59zZcPG3Ew0D5rGKOHsFiEwkbfcXfP1RhNgsj3bFBRW7pQqiCCIFdq8IyF6tapSnxgpLlynDxefDKkttuTVwD58/s72-c/IMG-20240709-WA0181.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2024/07/urgensi-perda-pengelolaan-limbah-medis.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2024/07/urgensi-perda-pengelolaan-limbah-medis.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy