P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis

Pekanbaru, RN Advokat Padil Saputra & Partners atas nama Jekson Jumari Pandapotan Sihombing, alias Jekson Sihombing, mengirimkan dokumen...


Pekanbaru, RN

Advokat Padil Saputra & Partners atas nama Jekson Jumari Pandapotan Sihombing, alias Jekson Sihombing, mengirimkan dokumen hak jawab terhadap pemberitaan Haluanriau.co kepada redaksi media ini, Minggu, 08 Februari 2026. Dokumen tersebut secara telak membeberkan fakta penting tentang borok busuk bagaimana hukum dijalankan di Indonesia, khususnya oleh Kapolda Riau Herry Heryawan, yang berselingkuh dengan perusahaan perusak hutan Riau, Surya Dumai Group.


Dokumen hak jawab tersebut menegaskan bahwa status P-21, yang adalah kelengkapan berkas perkara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), tidak otomatis meniadakan dugaan kriminalisasi, pelanggaran prosedur, maupun rekayasa hukum. Seperti ditegaskan Wilson Lalengke, seorang aktivis HAM internasional Indonesia yang mengatakan bahwa kelengkapan administrasi bukanlah bukti keadilan, karena berpotensi dibuat sesuka hati oleh para pejabat yang tidak berintegritas.


"Administrasi bukanlah bukti keadilan. Negara yang puas dengan stempel birokrasi, sementara rakyat dirampas haknya, sedang mengkhianati kontrak sosial dan kontrak moral dengan rakyat,” kata lulusan pasca sarjana bidang _Global Ethics_ dari _Birmingham University, England_, ini, Minggu, 08 Februari 2026.


Setidaknya terdapat dua kasus kriminalisasi yang dapat dijadikan argumentasi hukum dalam membedah pernyataan Kapolda Riau Herry Heryawan yang disampaikan melalui Kabid Humas Riau soal P-21 Jekson Sihombing beberapa hari lalu. Pertama, perkara kriminalisasi Haris Azhar oleh Luhut Binsar Panjaitan di PN Jakarta Pusat yang meski Kejaksaan menerbitkan P-21, pengadilan memutus bebas karena unsur pidana tidak terbukti.


Kedua, perkara mahasiswa Unversitas Riau Khariq Anhar, korban kriminalisasi aparat polisi, di PN Jakarta Pusat yang diputus bebas pada 23 Januari 2026 lalu. Meski telah dinyatakan P-21, pengadilan membebaskan terdakwa karena cacat prosedural, yakni alat bukti tidak memenuhi standar pembuktian; terdapat persoalan serius dalam proses penegakan hukum sejak tahap awal; dan penafsiran unsur pidana tidak dapat dipaksakan atau bersifat sumir.


Berdasarkan dua penetapan hakim PN Jakarta Pusat yang dapat dijadikan jurispudensi itu, sangat jelas bahwa pernyataan Kapolda Riau Herry Heryawan yang mengatakan terbitnya status P-21 menandakan tindakan penangkapan Jekson Sihombing bukanlah kriminalisasi, tidak berdasar sama sekali. Penting juga digarisbawahi bahwa cacat prosedural di tahap penyelidikan dan penangkapan tetap dapat berujung pada pembebasan terdakwa, meskipun berkas dinyatakan lengkap atau P-21; dan penegakan hukum tidak boleh berhenti pada formalitas administrasi, melainkan harus diuji secara substansial di hadapan hakim yang independen.


Dengan demikian, menjadikan status P-21 sebagai dalih untuk menepis dugaan kriminalisasi, penjebakan, atau pelanggaran prosedur adalah argumentasi yang menyesatkan dan tidak berdasar secara hukum. Fakta-fakta ini menegaskan bahwa P-21 tidak berarti adanya kesalahan terdakwa, juga bukan bukti bahwa Kapolda Riau Herry Heryawan tidak melakukan kriminalisasi terhadap Jekson Sihombing. Pengadilan Negeri Pekanbaru tetap berhak dan wajib menilai keabsahan penangkapan dan proses hukum.


*Kriminalisasi yang Tidak Dibantah*


Berdasarkan keterangan saksi-saksi dari pihak PT. Ciliandra Perkasa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan PN Pekanbaru mengungkap fakta yang justru mengkonfirmasi adanya kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan dan anti korupsi Jekson Sihombing oleh pihak pelapor sendiri. Keterangan di bawah sumpah pihak pelapor, Basril Boy, yang merupakan Legal Corporate PT. Ciliandra Perkasa, mengungkap tiga fakta krusial. Pertama, adanya koordinasi pihak pelapor dengan Polda Riau sejak pagi (±09.00 WIB), delapan jam sebelum pertemuan dengan Jekson sebagai target kriminalisasi.


Kedua, rekan pelapor dari perusahaan yang sama, Nur Riyanto, telah menyiapkan uang Rp. 150 juta, yang menunjukkan adanya pengondisian atau perencanaan untuk terjadinya tindak pidana pemerasan yang dituduhkan kepada Jekson. Ketiga, proses penangkapan terjadi pukul 17.20–17.33 WIB, sementara laporan polisi baru dibuat pukul 21.36 WIB.


Fakta ini menunjukkan adanya _reverse procedure_: penangkapan mendahului laporan polisi. Dalam hukum acara pidana, hal ini adalah pelanggaran serius. KUHAP menegaskan bahwa laporan polisi (LP model B) adalah dasar formil dimulainya proses hukum, kecuali dalam keadaan tertangkap tangan (LP model A). Namun dalam kasus ini, penangkapan dilakukan ±4 jam sebelum laporan dibuat. Laporan polisi justru menyusul untuk membenarkan tindakan yang sudah terjadi.


"Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan pelecehan terhadap prinsip _due process of law_. Aparat menjadikan hukum sebagai alat pembenaran belaka, bukan pedoman melaksanakan tugas penegakan hukum," jelas Wilson Lalengke.


*Klaim Sesat OTT*


Padil Saputra juga dengan tegas menolak klaim Kapolda Riau Herry Heryawan bahwa Jekson Sihombing ditangkap dalam operasi tertangkap tangan (OTT). Pertama, peristiwa tidak spontan, melainkan hasil pengondisian (koordinasi polisi, uang disiapkan, lokasi diarahkan) alias Kapolda Riau bersama anggotanya mempersiapkan sebuah skenario terjadinya tindak pidana atau dalam bahasa sederhana sebagai rekayasa peristiwa pidana.


Kedua, tidak ada ancaman langsung dari Jekson Sihombing saat penyerahan uang, dan berdasarkan rekaman CCTV tempat kejadian, Jekson justru menolak menerima tas merah marun yang katanya berisi uang. Ketiga, adanya ketidakpastian waktu penangkapan, apakah pada pukul 17.20 atau 17.33 WIB yang merupakan perbedaan waktu cukup jauh, yang membuka ruang rekayasa kronologi.


Dalam perspektif Immanuel Kant (1724-1804), tindakan aparat semacam ini melanggar imperatif kategoris yang mewajibkan setiap orang bertindak berdasarkan prinsip atau aturan yang dapat diuniversalkan menjadi hukum umum, serta selalu memperlakukan manusia sebagai tujuan, bukan sekadar alat. Jika Kapolda Riau Herry Heryawan dan jajarannya mengondisikan terjadinya sebuah kejahatan, maka hukum kehilangan moralitasnya.


Saksi M. Riki dan Andika Adi Putra, keduanya polisi dari Tim RAGA Polda Riau, saat bersaksi di bawah sumpah di PN Pekanbaru, mengakui bahwa penangkapan dilakukan tanpa mengecek laporan polisi dan tanpa surat perintah. Penangkapan Jekson Sihombing hanya berdasarkan perintah pimpinan alias Kapolda Riau Herry Heryawan. Pernyataan ini adalah pengakuan eksplisit bahwa prosedur KUHAP diabaikan.


Filsuf Yunani kuno, Plato (428–347 SM) dalam _The Republic_ mengingatkan bahwa ketika hukum tunduk pada kehendak penguasa, maka negara jatuh ke dalam bentuk tirani. Apa yang dilakukan oleh Kapolda Riau Herry Heryawan dan gerombolannya adalah cermin dari peringatan Plato: hukum dijadikan alat kekuasaan, bukan penjaga keadilan.


Rangkaian peristiwa kriminalisasi menunjukkan adanya pola penjebakan atau _entrapment_. Aparat Polda Riau dan pelapor Basril Boy dari perusahaan perusak hutan PT. Ciliandra Perkasa merencanakan terjadinya peristiwa pidana dengan modus pemerasan yang tujuan utamanya menangkap aktivis lingkungan Jekson Sihombing. Dalam doktrin hukum pidana, aparat dilarang menciptakan kejahatan. Jika kejahatan lahir dari skenario, maka asas legalitas hancur.


Wilson Lalengke menggambarkan tindakan Kapolda Riau Herry Heryawan yang melakukan penjebakan terhadap warga sebagai kriminalisasi paling brutal dan keji. "Penjebakan adalah bentuk kriminalisasi yang paling keji di dunia. Negara tidak lagi menindak kejahatan, melainkan menciptakannya. Ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat yang biasa disebut sebagai bentuk tindak kejahatan negara _(state crime),_” tuturnya.


*Konsekuensi Yuridis*


Karena penangkapan Jekson oleh Kapolda Riau Herry Heryawan dilakukan tanpa dasar hukum, maka seluruh proses hukum lanjutannya ikut tercemar sebagai proses kriminalisasi oleh JPU dan majelis hakim. Dalam hukum dikenal doktrin _fruit of the poisonous tree,_ yakni bukti yang lahir dari pelanggaran prosedural tidak sah dan harus dikesampingkan.


John Locke (1632-1794) dalam _Two Treatises of Government_ menulis bahwa kekuasaan negara hanya sah jika dijalankan berdasarkan hukum yang adil. Jika Kapolda Riau Herry Heryawan mengarahkan anggotanya sebagai aparat negara menciptakan kejahatan bersama geng gelapnya Surya Dumai Group (PT. Ciliandra Perkasa), maka negara telah melanggar kontrak sosial dan kehilangan legitimasi.


Hak jawab yang disampaikan PH Jekson Sihombing, Advokat Padil Saputra & Partner, yang dikirimkan ke ratusan media se-tanah air melalui jaringan PPWI ini bukan sekadar bantahan terhadap pemberitaan, melainkan peringatan keras bahwa hukum di Indonesia masih rentan dijadikan alat kekuasaan. Status P-21 tidak boleh menutup mata atas cacat prosedural, dugaan penjebakan, dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan secara keji oleh Kapolda Riau Herry Heryawan dan aparat polisi di Polda Riau.


Sebagaimana ditegaskan oleh Wilson Lalengke dan para filsuf besar, hukum tanpa keadilan adalah tirani, kekuasaan tanpa kontrol hukum. Oleh karena itu, kejaksaan dan pengadilan harus berani menegakkan prinsip _due process of law_ (proses hukum yang adil), membebaskan terdakwa jika prosedur dilanggar, dan mengembalikan martabat hukum sebagai pelindung rakyat. JPU dan Majelis Hakim jangan terseret ikut arus Polda Riau menjadi alat pengusaha bejat Surya Dumai Group dan atau terintervensi oleh legitnya uang haram perusahaan pelaku penggelapan triliunan uang negara tersebut. (TIM/Red)

COMMENTS
































Nama

.,3,.berita terkini,11108,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),5,abiansemal,34,aceh,5,Aceh,36,aceh besar,1,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,25,Aceh Tengah,122,ACEH TENGGARA,2,ACEH TIMUR,2,Aceh Utara,5,advertorial,22,aek kanopan,1,Aekkanopan,9,agam,21,aimas,3,ALAI.,5,Alor,1,ambon,7,amlapura,67,ampana,1,anjatan,2,Anyer,1,AS,1,Asahan,7,babel,1,badau,1,badung,827,Bagansiapiapi,4,bakan,1,BALAESANG,1,bali,1707,balige,23,BALIKPAPAN,7,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,18,BANDAR LAMPUNG,39,Bandar Seri Begawan,1,bandara,7,bandung,7,Bandung,220,Bandung Barat,23,banggai,54,banggai kepulauan,1,bangka,2,bangka barat,2,Bangka Belitung,10,bangka selatan,1,Bangka Tengah,2,bangkalan,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,7,bangli,1023,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,24,Banjarmasin,1,Banjarnegara,8,bantaeng,46,Banten,375,Banyuasin,7,Banyumas,13,Banyuwangi,168,Barito Selatan,1,barito utara,2,Barru,6,Batam,105,batang,67,BATANG HARI,3,batang kuis,3,BATU,9,batu bara,74,Batur,6,baturaja,4,baturiti,2,bekasai,1,bekasi,240,Bekasi,3166,bekasi berita terkini,1,bekasi terkini,3,Bekasi Utara,1,belawan,5,Belitung,220,Belitung Timur,18,Beltim,225,belu,17,benakat,1,bener,1,Bener Meriah,481,BENGKALIS,178,Bengkayang,78,BENGKULU,7,BENGKULU SELATAN,19,BENGKULU UTARA,1,benoa,12,BER,3,berastagi,1,BERI,1,beria terkini,1,beriita terkini,3,berit terkini,3,berita,1,berita berita terkini,1,berita teekini,1,berita terikini,1,berita terki,1,berita terkini,68,Berita terkini,3976,berita terkini daerah,1,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita terkinu,2,berita tetkini,1,beritaterkini,5,beritq terkini,1,berta terkini,1,Bima,2,binjai,4,Bintan,9,Bintuni,2,bireuen,1,Bitung,7,blahbatu,2,blahbatuh,59,Blitar,16,Blora,2,BMKG,1,BMR,1,BNN,1,Boalemo,1,Bogor,479,BOGOR TIMUR,71,Bojonegoro,1,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,3,bolmong,617,Bolmong raya,5,Bolmong selatan,24,bolmong timur,4,bolmong utara,3,bolmongsiar,1,bolmut,2,BOLNONG,1,bolong mopusi,1,bolsel,15,boltim,22,bondowoso,1,bone,4,BOYOLALI,2,Brastagi,1,Brebes,179,bualu,1,Bukit Tinggi,52,bukittinggi,19,buleleng,241,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,bunta banggai,3,Buol,93,BUTENG,1,Casablanca,2,Catatan Radar Nusantara,13,Ciamis,207,Cianjur,19,Cibinong,17,Cibitung,3,cikampek,47,Cikampek barat,1,Cikande,1,cikarang,2,Cikarang,116,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,2,Cilacap,15,Cilegon,61,cilengsi,3,Cileungsi,42,Cimahi,462,Cimanggung,1,Cirebon,572,Cirebon Kota,2,Cisarua,1,citeureup,1,Dabo Singkep,266,daeah,1,daearh,1,daeeah,3,daeha,1,daer,2,daera,1,daerah,142,Daerah,8186,daerah Terkini,2,daerh,1,Daik Lingga,3,Dairi,246,Deli Serdang,150,Deli tua,1,deliserdang,2,demak,51,Denpasa,5,denpasar,1354,denpasar barat,2,denpasar timur,15,Dentim,4,Depok,725,derah,7,dharmasraya,6,DIY,10,Dolok,4,Doloksanggul,75,Dompu,2,Donggala,179,donri donri,1,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,99,DPRD LamSel,8,Dumai,33,Dumoga,187,Dumoga Utara,2,duri,3,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,19,ende,2,eretan,1,Erkini,1,Erknkÿ Terkini,1,Fakfak,2,fakta,1,Flores Timur,1,Garut,103,Gayo Lues,1,gianyar,1205,gilimanuk,1,gorontalo,68,Gowa,107,Gresik,3,GROBOGAN,3,gunung mas,2,Gunung Putri,2,gunungsitoli,3,Halaman Rohani,7,halma,1,Halmahera,1,Halmahera Barat,1,Halmahera Tengah,6,Halmahera Timur,2,Haltim,1,hamparan perak,1,HL,23,HSU,1,Hukum,11,hulu sungai,1,HUMAS BELTIM,6,humbahas,20,iklan,3,Iklan Ucapan Idul Fitri 2026,2,Indonesia,5,INDRA,1,Indragiri hulu,6,indralaya,44,Indramayu,35,Indrapura,15,info,1,INHIL,52,inhilriau,1,INHU,9,Jabar,25,jaka,4,jakarta,94,Jakarta,2284,Jakarta barat,2,jakarta selatan,5,jakarta timur,4,jakarta utara,3,Jambi,163,jateng,6,jatijajar,1,JATIM,7,Jawa Barat,59,Jawa Tengah,15,Jawa Timur,14,Jayapura,58,Jayawijaya,2,Jember,51,jembrana,368,Jeneponto,23,Jepara,106,jimbaran,5,Jombang,6,kab,7,kab .Bandung,209,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,31,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3876,kab. bekasi,197,Kab. Bogor,35,Kab. Brebes,61,kab. buru,1,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,kab. Garut,1,Kab. Gumas,1,kab. Kajen,1,Kab. Kapuas Hulu,8,kab. Karawang,3,KAB. KARO,129,Kab. Kuningan,150,kab. langkat,4,kab. malang,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,40,Kab. Serdang Bedagai,6,Kab. Sukabumi,13,kab. tangerang,11,Kab. Tasikmalaya,156,Kab. Toba,23,kab.agam,1,Kab.Bandung,1878,kab.barru,3,kab.beka,1,Kab.Bekasi,402,kab.bogor,38,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.buru,2,Kab.Caringin,1,Kab.Dogiyai Papua Tengah,1,kab.garut,2,kab.langkat,3,Kab.Malang,11,Kab.Nganjuk,50,kab.pekalongan,26,Kab.Samosir,12,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,8,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,3,Kab.Sumedang,40,Kab.Tangerang,41,kab.Tasikmalaya,111,Kab.Way kanan,29,KABANJAHE,12,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,4,Kajen,4,Kalbar,592,kalideres,1,Kalimantan Barat,10,Kalimantan Selatan,2,kalimantan timur,18,kalipuro,1,Kalsel,10,Kalteng,270,Kaltim,32,Kampar,279,Kampar Kiri,4,Kampar Riau,400,kapuas,3,Kapuas Hulu,278,kara,1,karanganyar,2,karangasem,1191,Karawang,353,karawang Berita terkini,1,KARIMUN,12,KARIMUN - RN,1,KARO,193,katapang,1,KATINGAN,6,kayong utara,6,keban agung,1,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,84,KEEROM,27,Kendari,5,Kep.Seribu,1,kepahiang,4,KEPRI,5,Kepulauan Riau,11,Kerinci,23,keritang inhil,1,kerobokan,13,KETAPANG,18,kintamani,1,klapanunggal,1,klungkung,645,KOBAR,2,kolaka,3,kolaka timur,1,Kolaka Utara,1,Kominfo Kab.Bekasi,34,konawe selatan,1,Korupsi,9,kota agung,1,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,5,Kota Maba,2,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,29,kota pekalongan,9,Kota Sorong,10,kotabaru,2,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,4,Kotamobagu,123,kotawaringin barat,3,KOTAWARINGIN TIMUR,4,KOTIM,11,kriminal,5,Kristen,7,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,9,kuansing,15,kuantan,1,kuantan Sengingi,4,kubu,4,kubu raya,64,KUDUS,123,Kuningan,1749,kupang,5,kuta,28,kuta badung,3,kuta selatan,15,kuta utara,32,kutai barat,1,KUTAI KERTANEGARA,9,Kutai Timur,19,Kutim,11,l,1,Labuhan Bajo,1,Labuhan Batu,21,Labura,407,labusel,1,Lahat,31,LAMBATA,1,Lamongan,3,Lampung,106,Lampung Barat,196,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,70,Lampung Tengah,23,Lampung Timur,466,Lampung Utara,794,LAMPUNGUTARA,1,lampura,20,landak,10,langkat,7,langsa,4,LANTAMAL V,86,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lawang kidul,46,lebak,221,Lelilef,1,Lembang,1,LEMBATA,7,LHOKSEUMAWE,27,LIMAPULUHKOTA,6,Lingga,1445,liwa,13,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,3,Lombok,6,Lombok barat,6,Lombok tengah,13,lombok timur,140,Lombok Utara,1,London,1,LOTIM,12,lotim.berita terkini,38,LUBUK LINGGAU,17,Lubuk Pakam,10,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,16,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,9,Lumanjang,1,Luwu,3,Luwuk,25,luwuk banggai,37,m,1,M.Labuhan,1,Mabar,1,madina,1,Madiun,2,madura,1,Magelang,6,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,644,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,majene,3,maka,1,makasar,3,makassar,213,malaka,2,Malang,200,Maluku,9,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,6,MAMAJU.RN,3,MAMASA,195,MAMUJU,228,MAMUJU TENGAH,7,Manado,75,mancanegara,1,mandau,1,mangapura,6,Manggar,91,Manggarai,2,manggarai barat,2,mangupira,1,mangupura,435,Manokwari,165,mansel,1,marga,1,Maroko,1,maros,2,mataram,15,MATENG,7,Mauk,2,Maybrat,1,medan,776,Mekar Baru,1,melawi,15,MEMPAWAH,1,mengwi,42,mentawai,1,merak,6,merangin,93,MERANTI,969,MERAUKE,8,Merbau,3,merek,1,Mesuji,136,metro,216,metro lampung,10,meulaboh,1,mimika,2,Minahasa,8,Minahasa Selatan,6,Minahasa Tenggara,3,Minahasa Utara,1,Minas,1,Minut,2,miranti,1,Mitra,9,Mojokerto,561,monokwari,2,morowali,33,MOROWALI UTARA,2,MORUT,3,moskow,1,Muara Belida,1,Muara Bulian,1,muara bungo,3,Muara Enim,672,muara Tami,2,Muaro Jambi,4,muba,14,Mukomuko,81,muratara,534,murung raya,2,Musi Banyuasin,17,MUSI RAWAS,35,musirawas,7,Nabire,1,Nagan Raya,1,Naibenu,1,namlea,4,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,negara,5,negara batin,1,New York City,8,Ngada,27,ngawi,4,Nias barat,21,NTB,76,NTT,15,nunukan,25,nusa dua,1,Ogan Ilir,7,OKI,3,Oksibil,1,OKU,2,Oku Selatan,573,Oku Timur,52,olahraga,1,Opini,18,ottawa,1,P. Bharat,1,P.SIANTAR,14,PACITAN,3,Padang,21,Padang Lawas,15,PADANG PANJANG,2,padang pariaman,3,padang sidimpuan,2,Pagaralam,36,Pagimana,1,Pahuwato,1,Pakpak Bharat,21,pakuan ratu,2,Pakuhaji,2,Palangka raya,356,Palas,23,palelawan,44,Palembang,109,pali,5,palopo,1,Palu,442,palu utara,2,Paluta,66,pamekasan,2,Panang Enim,2,pancur batu,1,pand,1,pandan,1,pande,1,pandegelang,5,Pandeglang,3171,Pangandaran,24,Pangkalan Kerinci,3,pangkalanbun,5,Pangkalpinang,21,pangkep,4,pantai labu,1,Papandayan,1,Papua,208,PAPUA BARAT,229,papua barat daya,3,Papua Selatan,1,papua tengah,4,parapat,2,PARIAMAN,10,Parigi,8,Parigi Moutong,21,PARIMO,1069,PARIMOUT,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,14,Pasangkayu,1,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,6,PATI,190,Patia,1,patrol,20,PAYAKUMBUH,13,PEBAYURAN,2,pecatu,1,Pekalongan,89,pekan baru,7,Pekanbaru,706,Pekanbaru Riau,1784,pelalawan,26,pemalang,3,Pematangsiantar,49,pemekas,1,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Penajam Paser Utara,1,penanaman,1,penang Enim,2,Pendidikan,81,pengkadan,1,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),135,perbaungan,1,perimo,2,peristiwa,16,Permohonan,1,pesawaran,28,pesel,1,Pesisir Barat,2,Pesisir Barat,2,PESISIR SELATAN,2,Pilkada,1,pinrang,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda,1,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,polres Pekalongan,2,ponorogo,1,pontia,1,Pontianak,1433,Poso,23,prabumulih,1,primo,9,Pringsewu,57,probolinggo,4,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,7,pulau tidung,1,pulpis,1,Puncak Jaya,29,purbalingga,5,Purwakarta,1877,Purwokerto,2,Putussibau,58,Rabat,13,radar,3,Radar Artikel,105,Radar Selebrity,3,ragam,58,raja ampat,6,rambang dangku,1,RANGSANG,11,RANGSANG BARAT,1,rangsang pesisir,3,rantauprapat,1,rejang lebong,5,REMBANG,4,Renah mendalu,1,rengasdengklok,1,rengat,1,Riau,211,Rohil,7,rokan,1,Rokan Hilir,56,rokan hulu,17,Rongurnihuta,1,rote ndao,2,Rupat,1,Sabang,57,Samarinda,61,sambas,2,sambilan,1,sampang,79,SAMPI,1,Sampit,652,Sangatta,3,Sangatta kutim,3,Sanggau,18,Sangihe,2,sar,1,Sarolangun,460,sekadau,7,Selat,1,SELAT PANJANG,10,SELATPANJANG,2,Selayar,18,selong,3,Semarang,74,Semarapura,43,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,SENTANI,2,sentul,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,573,Serdang Bedagai,53,Sergai,35,Seruyan,19,SIAK,25,siak hulu,12,sian,1,sibau hulu,1,Sibolangit,1,Sibolga,170,siborongborong,2,sidikalang,1,SIDOARJO,9,SIDRAP,16,Sigi,105,Sijunjung,1,silaen,1,Simalungun,205,simpang apek,1,Sinak,2,Singaparna,10,singaraja,68,SINGKAWANG,15,SINGKEP BARAT,1,singosari,1,Sinjai,6,sintang,45,situbondo,6,slawi,2,sleman,2,Sofifi,1,solo,10,SOLOK,24,Solok Selatan,9,Soppeng,38,Sorong,322,Sorong selatan,4,Sosa,1,Sragen,35,suabang,1,sub,1,Subang,2925,Sugiwaras,1,SUKABUM,1,Sukabumi,579,sukawati,4,Sukoharjo,1,Sukra,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,34,sulawesi tengah,58,sulawesi tenggara,1,Sulawesi Utara,1,Sulbar,409,Sulsel,32,Sulteng,710,Sulut,554,sumatera,1,Sumatera Selatan,6,SUMATERA UTARA,16,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,95,Sumbawa,6,Sumbawa Barat(NTB),5,Sumedang,196,sumenep,54,sumsel,47,Sumut,122,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,Sunggal,2,SURABAYA,139,Surakarta,5,Tabah Bumbu,2,Tabalong(Kalimantan Selatan),1,tabana,1,tabanan,1496,tajabbarat,1,taka,1,Takalar,516,takengon,3,talangpadang,5,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tana toraja,1,tanah,1,Tanah bumbu,9,tanah datar,2,TANAH JAWA,5,Tanah Karo,136,Tangerang,499,Tangerang Selatan,114,tangg,1,tanggamus,149,tanggerang,4,Tanjab Barat,985,Tanjab Timur,141,tanjabbar,1,Tanjabtim,1,tanjung agung,8,tanjung balai,4,tanjung benoa,1,Tanjung Enim,153,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,tanjung morawa,8,TANJUNG PINANG,14,tanjung samak,1,tanjung selor,1,tanjungenim,2,tanjungperak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,8,Tapanuli Tengah,115,Tapanuli Utara,32,tapteng,2,tapung,3,tapung hulu,8,tarakan,1,tarutu,1,tarutung,53,tasik,2,Tasikmalaya,516,tebi,1,tebin,1,tebing,2,Tebing Tinggi,173,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,11,Teekini,12,Teelini,1,Tegal,39,tekini,6,Telawang,1,teluk bintani,1,teluk buntal,1,telukuantan,5,temanggung,2,tembilahan,3,tembuku,2,Teminabuan,6,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,Terjini,3,TERJUN GAJAH,1,Terk,1,Terki,1,Terki i,3,Terkii,1,Terkiji,4,Terkimi,1,Terkin,11,Terkin8,1,terkini,2627,Terkini,57886,Terkinii,7,Terkinin,1,TERKINIO,1,TERKINIP,2,Terkinj,2,Terkino,11,Terkinu,1,terkiri,9,TERKNI,3,Terkuni,2,Terkuuu,1,Terlini,2,Termini,4,ternate,3,Tetkini,14,Timika,4,Toabo,1,toba,58,toili banggai,6,Tokyo,1,tolikara,2,tolitol,3,Tolitoli,1540,tolotoli,3,TOMOHON,5,toun,2,Touna,384,Trenggalek,20,Trkini,1,Tterkini,1,tuba,1,tuba barat,11,Tuerkini,1,Tulang Bawang,14,Tulang Bawang Barat,11,Tulung agung,2,Tulungagung,306,Twrkini,1,ubud,27,Undangan,1,Waibakul,1,Waisai,23,wajo,1,warseno,1,WAY KANAN,38,way tuba,1,wonosari,1,Yogyakarta,14,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis
P-21 Bukan Tameng Keadilan: Membongkar Borok Kapolda Riau Herry Heryawan dalam Kasus Kriminalisasi Aktivis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe3w75oo2uislhXgQOQmTnXbVHLPl1J8TIg1waqkHMnnVsQuBKvjpM9IDB9capAMkf-vSQDjQK2gPYj8SCBulE_sZ2IShgCzuQcEo4OYXqX4G_Jvx55VygVv-7znX8k-yVRRYta-qmwIK1RsJZIcAyifzH0re8exoifFwllVmX2HwfPLa8_0tGEljkb34Y/s320/1003127095.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe3w75oo2uislhXgQOQmTnXbVHLPl1J8TIg1waqkHMnnVsQuBKvjpM9IDB9capAMkf-vSQDjQK2gPYj8SCBulE_sZ2IShgCzuQcEo4OYXqX4G_Jvx55VygVv-7znX8k-yVRRYta-qmwIK1RsJZIcAyifzH0re8exoifFwllVmX2HwfPLa8_0tGEljkb34Y/s72-c/1003127095.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2026/02/p-21-bukan-tameng-keadilan-membongkar.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2026/02/p-21-bukan-tameng-keadilan-membongkar.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy