Peredaran Obat Tradisional Ilegal, Kabupaten Tangerang Menjadi Perhatian BPOM Banten

Tangerang, RN Balai Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) Serang Banten bersama Anggota DPR RI melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarak...


Tangerang, RN
Balai Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) Serang Banten bersama Anggota DPR RI melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Keamanan Pangan kepada ratusan masyarakat Tangerang di Gedung Serba Guna Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatan itu turut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea, SE., M. Ak., Kepala seksi pengkajian bahan pangan bahan berhaya dan mikrobilo Ahmad  Kurnia, Kasi Dinas Kesehatan Muji, Rahyuni Camat Curug, Kapolsek Curug Tedjo Asmoro, serta 500 warga yang ada di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.



Anggota DPR RI Komisi IX Marinus Gea didalam acara tersebut mengatakan, program sosialisasi pemberdayaan itu sudah diprogramkan dan merupakan upaya untuk memberikan informasi edukasi masyarakat agar lebih tau untuk memilih obat dan pangan makanan.

"Kita memberikan tips kepada masyarakat untuk dapat memilih obat-obatan tradisional dimana sekarang banyak sekali muncul obat tradisional sebagai alternatif bagi masyarakat tapi apakah itu sehat atau tidak untuk dikonsumsi,"Kata Marinus, Kamis (12/7/18).

Ditempat yang sama, Kepala seksi pengkajian bahan pangan bahan berhaya dan mikrobilo Ahmad Kurnia memaparkan, lewat kegiatan sosialisasi ini pihaknya mengajak masyarakat untuk bisa mempunyai cara yang lebih spesifik, demi menghindari obat dan makanan yang tidak baik. Karena itu bisa mengganggu kesehatan.

"Kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat bisa mengantisipasi maupun mengetahui dalam peredaran obat tradisional maupun makanan ilegal yang sudah banyak beredar di kabupaten tangerang,"ungkap Ahmad.

Tak hanya itu, data BPOM Banten ditahun 2017 adasatu pelanggaran di kabupaten tangerang sebuah pabrik jamu yang berbahan kimia obat dan itu merupakan menjadi tanggapan nasional.

Lebih lanjut Kepala Seksi Farmasi dan Keamanan Pangan Dinkes Kabupaten Tangerang, Muji Harja  mengatakan, dalam foksi BPOM dan Dinas Kesehatan sangat berbeda  kewenangannya di dinas kesehatan hanya di level UMOD. Namun, secara garis besar sama dengan balai BPOM.

"Walaupun tufoksinya berbeda namun dalam pelaksanaanya peran dinkes sama dengan BPOM dimana disaat melakukan sarana farmasi, toko obat, maupun supermarket saat memeriksa kelengkapan prodak,"ungkapnya.

Menurutnya, keterbatasannya dalam sebuah pegawasan di dinas kesehatan kabupaten tangerang disebabkan kurangnya sumber daya manusia yang mencukupi.

"Adanya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bersama BPOM sekarang ini untuk mengudukasikan masyarakat agar dapat lebih cerdas untuk memilih produk yang aman,harapnya.

(Mansyur/cp)

COMMENTS

Nama

Aceh,1,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,44,Banda Aceh,3,Bandung,29,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,Bangun Purba,1,Banjar,11,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,18,Barru,1,Batam,51,Bekasi,236,Belitung,38,Beltim,70,Bener Meriah,64,Bengkayang,24,BER,1,Berita terkini,574,Bintan,8,BNN,1,Bogor,145,Bola,1,bolmong,79,bolmong utara,1,boltim,6,Brebes,38,Bukit Tinggi,10,Buol,17,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,8,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,42,Cirebon,153,Dabo Singkep,51,Daerah,6047,Dairi,48,Deli Serdang,6,Depok,87,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,7,Ekonomi,3,Garut,11,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,2,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,185,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jayapura,1,Jember,1,Jepara,18,Jombang,3,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,127,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,Kab.Sumedang,7,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,2,Kalsel,7,Kalteng,39,Kaltim,12,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,203,Karawang,3,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,1,Kotabumi,1,Kotamobagu,8,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,Kuningan,112,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,3,Labura,28,Lahat,12,Lampung,9,Lampung Barat,24,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,134,Lampung Utara,70,lebak,3,Lingga,437,Loksado,1,Lombok,3,lotim.berita terkini,7,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,58,Maluku,3,Maluku tengah,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,7,Mekar Baru,1,Mesuji,56,metro,18,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,134,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,14,Natuna,67,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,104,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,10,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,6,Palembang,12,Palu,77,Paluta,1,Pandeglang,531,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,5,Parigi Moutong,7,Parlemen,31,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,100,Pematangsiantar,26,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,74,Pilkada,1,Polhukam,143,Politik,1,Pontianak,43,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,321,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,69,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,5,Sampit,185,sar,1,Sarolangun,72,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,31,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,Sigi,19,Simalungun,21,Solok Selatan,7,Sorong,22,Subang,30,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,10,sulawesi tengah,20,Sulsel,6,Sulteng,175,Sulut,242,sumba barat,1,Sumbar,13,Sumedang,1,sumsel,3,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,15,Tangerang,252,Tanjab Barat,271,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,36,Tebing Tinggi,61,Tegal,11,Terkini,6487,terkiri,2,Tolitoli,238,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,4,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,54,Waisai,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: Peredaran Obat Tradisional Ilegal, Kabupaten Tangerang Menjadi Perhatian BPOM Banten
Peredaran Obat Tradisional Ilegal, Kabupaten Tangerang Menjadi Perhatian BPOM Banten
https://1.bp.blogspot.com/-zzmPXVRgsPo/W0hdL7CVkYI/AAAAAAABhZY/qqY5cAUjK0QEC0I0Qtt_KGl3C-x_ybvqwCLcBGAs/s640/IMG-20180713-WA0005.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-zzmPXVRgsPo/W0hdL7CVkYI/AAAAAAABhZY/qqY5cAUjK0QEC0I0Qtt_KGl3C-x_ybvqwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180713-WA0005.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/07/peredaran-obat-tradisional-ilegal.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/07/peredaran-obat-tradisional-ilegal.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy