"Jangan Anggap Dana PUAP Tidak Perlu Dikembalikan"

Lampung Timur, RN Drs. Umar Dani mengatakan perihal dugaan penggelapan dana PUAP terjadi sebelum dirinya menjabat Camat Kecamatan Labuh...


Lampung Timur, RN
Drs. Umar Dani mengatakan perihal dugaan penggelapan dana PUAP terjadi sebelum dirinya menjabat Camat Kecamatan Labuhan Ratu.
"Kejadian itu sebelum saya menjabat di Kecamatan Labuhan Ratu, saya waktu itu masih Camat di Batanghari Nuban",kata Camat Labuhan Ratu Rabu, 31/10 jam 13:00 WIB yang ditemukan dalam perjalanannya ke Pemkab Lamtim.

Triyono warga Desa Labuhan Ratu Empat sebagai partner Rizal Giarto disaat melaporkan dugaan penggelapan dana PUAP mengindikasikan rekening koran dana PUAP tidak jelas. Pihaknya melapor ke Kejaksaan Negeri Sukadana disinyalir tidak di tindaklanjuti. Ada dugaan Suyono yang ketika itu sedang menjabat Kepala Desa Labuhan Ratu Empat periode kedua menghentikan perkara tersebut.
"Rekening itu udah gak jelas uang berapa juta disitu tertera semua. Saya sudah naik yang lapor katanya begini - begini tapi nyatanya",kata Triyono, Senin, 29/10 Jam 11:00 WIB kepada tim Radar Nusantara di rumahnya.

Ada dugaan laporan Triyono di Kejaksaan Negeri Sukadana dihentikan oleh Suyono Kepala Desa Labuhan Ratu Empat disaat menjabat periode kedua.
Demi menyelamatkan dana PUAP tersebut, Rizal Giarto selaku Kepala Desa Labuhan Ratu Empat harus lebih tegas.
"Di bom sama lurah Suyono waktu itu jadi lurah kedua. Kalau dana PUAP ini lain, sebenernya pak Giarto lurah ini yang harus tegas",jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Labuhan Ratu Empat Kecamatan Labuhan Ratu, Rizal Giarto dengan gamblang mengungkap tentang dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Rp. 100 juta tahun 2010 terindikasi digelapkan. Uang itu diduga digelapkan mantan Kepala Desa terdahulu, Siyono. Padahal anggota kelompok tani mengharapkan uang itu kembali untuk biaya modal bertani.

Tujuan dana PUAP disalurkan Pemerintah untuk memberikan pinjaman permodalan ke petani yang terjerat rentenir sebab dana PUAP merupakan pinjaman tanpa bunga. 
"Coba tanya ketua gapoktan pak Ahya tentang dana PUAP, masalah dana PUAP itu pernah saya laporkan ke Kejaksaan. Yang laporan kami berdua sama pak Triyono yang paling berani waktu itu. Dulu pak Ahya sama pak Siyono pernah dipanggil pihak kejaksaan. Tapi sampai sekarang ini kami belum tau sejauhmana hasil penanganan tindaklanjutnya. Sedangkan anggota kelompok tani bener - bener perlu duit untuk modal",ungkap Rizal Giarto, Jumat 26/10 jam 9:30 WIB kepada Radar Nusantara di emperan dapur dibelakang rumahnya.

Dana PUAP senilai Rp. 100 juta diterima dan dikelola oleh Ahya Ketua Gapoktan Desa setempat tahun 2010. Setelah jabatan berakhir tahun 2013, dana PUAP diserahkannya ke Jarno sebagai bendaharawan.
"Setelah saya serahkan, ada kabar dari Jarno kalau uang ada yang macet. Dia ngomong, duit itu di pake pak Siyono waktu masih jadi kepala desa. Ya sudah, yang penting kwitansi uang yang dipakai itu disimpan",kelit Ahya mantan Ketua Gapoktan itu, Senin, 29/10 jam 12:00 WIB di rumahnya.

Sementara mantan Kepala Desa Labuhan Ratu Empat Kecamatan Labuhan Ratu, Hi. Suyono pada saat akan dikonfirmasi tidak berada di kediamannya. Bukan hanya saat itu saja, pada saat masih menjabat Kepala Desa Labuhan Ratu Empat seringkali menghindar.

"Uang yang disalurkan tidak saja uang masyarakat yang diminta pertanggungjawaban didunia tapi juga sampai di padang masyar",tegas DR. Ir. Sumarjo Gatot Irianto Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian seperti dikutip dari psppertanian.go.id.
Ditjen PSP Kementan telah mengaudit PUAP se-Indonesia, mana yang sakit, setengah sakit dan yang sehat. Diharapkan ke depannya PUAP yang sudah ada didorong harus lebih produktif.

Menyikapi perihal dugaan penggelapan dana PUAP oleh Suyono dan Ahya tersebut, Amir Faisal Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Lampung Timur mengatakan pengurus gapoktan diharuskan jujur. Indikasi persoalan ditimbulkan karena kurang pengawasan dan dukungan serta turut campur tangan pihak terkait.

"Pengurus gapoktan harus jujur hingga dana PUAP jelas pengembangannya. Masalah dana PUAP muncul indikasinya kurang pengawasan dan dukungan dari dinas atau mungkin ada campur tangan bahkan terjadi pembiaran",tegas Ketua Macab LMP Lamtim Rabu, 31/10 pukul 17:16 WIB via WhatsAppnya.

"Apalagi Suyono bagian dari unsur pemerintahan desa tidak selamanya menikmati itu. Kemungkinan pengurus, ketua, sekretaris dan bendahara tidak transparan atau malah kongkalikong",tambah Amir.

"Anggota kelompok tani jangan anggap dana PUAP tidak perlu dipulangin apalagi sampai dihabisin sebab itu keliru. Jangan ngomong macet padahal sudah beres dan apalagi manipulasi laporan",sambungnya.

"Kami harap petani sejahtera sebab ada gapoktan yang berhasil berkembang jadi lembaga keuangan mikro - agribisnis berdasarkan undang - undang nomor 01 tahun 2013, walaupun pengguliran dana PUAP sudah berakhir tahun 2016",harap Ketua Laskar Lampung Timur yang ketiga itu.
(rk/th).

COMMENTS

Nama

Aceh,10,ACEH SINGKIL,40,Aceh Tamiang,22,Aceh Tengah,45,ambon,1,BALAESANG,1,Banda Aceh,3,Bandung,34,Bangka Belitung,2,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banjar,12,Banjarnegara,1,Banten,8,Banyuasin,5,Banyuwangi,25,Barru,1,Batam,56,batang,2,Bekasi,261,Belitung,44,Beltim,75,Bener Meriah,79,BENGKALIS,3,Bengkayang,24,BER,3,Berita terkini,1565,Bintan,8,Blitar,4,BNN,1,Bogor,146,Bola,1,bolmong,103,bolmong utara,1,boltim,9,Brebes,38,Bukit Tinggi,15,Buol,23,Ciamis,11,Cianjur,2,Cibinong,1,Cikarang,10,Cilacap,5,Cilegon,3,Cileungsi,41,Cirebon,167,Dabo Singkep,79,Daerah,6147,Dairi,53,Deli Serdang,6,Depok,92,derah,3,Dolok,4,Doloksanggul,4,Donggala,2,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,6,Dumoga,15,Ekonomi,3,Garut,13,Gowa,3,Gunung Putri,2,Hukum,11,Indramayu,7,Jabar,6,jaka,1,Jakarta,207,Jambi,21,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,27,Jombang,3,kab,1,Kab. Brebes,3,Kab. Kuningan,6,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,8,Kab. Tasikmalaya,15,Kab.Bandung,129,Kab.Bekasi,57,Kab.Malang,1,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,Kab.Sumedang,8,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,35,Kalimantan Barat,1,kalimantan timur,5,Kalsel,7,Kalteng,40,Kaltim,12,Kampar,7,Kampar Riau,8,Kapuas Hulu,219,Karawang,26,Kec.Ukui,1,Kediri,3,Kendari,2,Kepulauan Riau,5,Kerinci,3,Korupsi,9,Kota Sorong,2,Kotabumi,1,Kotamobagu,10,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,Kuala Tungkal,1,KUDUS,10,Kuningan,117,KUTAI KERTANEGARA,1,Kutai Timur,11,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,75,Lahat,12,Lampung,24,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,29,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,216,Lampung Utara,70,LANTAMAL V,3,lebak,3,Lingga,474,Loksado,1,Lombok,4,lotim.berita terkini,23,Lubuk Pakam,4,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,Magelang,1,Majalengka,32,makassar,2,Malang,66,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,2,Manado,7,Manokwari,3,Mauk,2,medan,10,Mekar Baru,1,Mesuji,61,metro,57,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,143,morowali,1,Muara Belida,1,Muara Enim,74,Musi Banyuasin,10,Nasional,15,Natuna,86,NTB,1,Ogan Ilir,3,Oku Selatan,122,Oku Timur,4,Opini,1,Padang,2,Padang Lawas,11,Pagaralam,9,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,193,Palas,8,Palembang,13,Palu,84,Paluta,1,Pandeglang,535,Pangkalpinang,2,Papandayan,1,Papua,3,Parigi,6,Parigi Moutong,7,PARIMO,1,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,10,Pasuruan,1,Patia,1,PAYAKUMBUH,1,Pekalongan,24,Pekanbaru,123,pelalawan,15,Pematangsiantar,29,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,3,Pendidikan,75,Pilkada,1,Polhukam,145,Politik,1,Pontianak,51,Poso,1,Pulang Pisau,4,Purwakarta,370,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Selebrity,2,Riau,78,Rokan Hilir,9,Sabang,57,Samarinda,21,Sampit,208,sar,1,Sarolangun,73,Selayar,10,Semarang,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,14,Serdang Bedagai,32,Sergai,23,Seruyan,4,Sibolga,7,SIDRAP,3,Sigi,20,Simalungun,24,Sinjai,4,Solok Selatan,7,Sorong,28,Subang,32,Sukabumi,51,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,31,sulawesi tengah,30,Sulsel,7,Sulteng,176,Sulut,242,Sumatera Selatan,1,sumba barat,1,Sumbar,16,Sumedang,1,sumsel,4,Sumut,54,Sungai Penuh,1,Takalar,18,Tambraw - RN,1,Tangerang,277,Tanjab Barat,290,Tanjab Timur,15,Tanjung Enim,1,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,Tasikmalaya,42,Tebing Tinggi,62,Tegal,11,Terkini,6556,terkiri,2,Timika,1,Tolitoli,305,Touna,1,Trenggalek,7,Tulang Bawang,7,Tulang Bawang Barat,2,Tulungagung,74,Waisai,4,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: "Jangan Anggap Dana PUAP Tidak Perlu Dikembalikan"
"Jangan Anggap Dana PUAP Tidak Perlu Dikembalikan"
https://4.bp.blogspot.com/-zpC6wgDH57M/W9p1BW207UI/AAAAAAABnU4/rFLd9zMC0R8rQ6uth7jOGSnwMNysl7ZsACLcBGAs/s320/IMG-20181031-WA0013.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-zpC6wgDH57M/W9p1BW207UI/AAAAAAABnU4/rFLd9zMC0R8rQ6uth7jOGSnwMNysl7ZsACLcBGAs/s72-c/IMG-20181031-WA0013.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
http://www.radarnusantara.com/2018/11/jangan-anggap-dana-puap-tidak-perlu.html
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2018/11/jangan-anggap-dana-puap-tidak-perlu.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy