BNN RI : Kratom Jenis Narkotika Golongan Satu

Pontianak (Kalbar), RN Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menegaskan bahwa mitragyna speciosa (Kratom) alias Puri...

Pontianak (Kalbar), RN
Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menegaskan bahwa mitragyna speciosa (Kratom) alias Purik merupakan tumbuhan Narkotika jenis golongan satu. Dari masa transisi pada tahun 2022 Kratom secara resmi dilarang secara menyeluruh.

"Kratom merupakan tumbuhan jenis Narkotika golongan satu,"tegas Kepala BNN RI, Drs.Heru Winarko,SH dalam pertemuan Focus Group Discussion (FGD), tentang tanaman Kratom dengan Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, di Balroom Mercure, Jalan Jenderal Ahmad Yani No.91 Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (5/11/2019).

Dikatakan Kepala BNN RI, kedatangannya ke Kalimantan Barat ini sebagai bentuk ibadah untuk mensosialisasikan tentang bahaya mitragyna speciosa (Kratom). Heru Winarko meminta kepada Kepala Daerah untuk mensosialisasikan kembali kepada Masyarakat mengenai bahaya Kratom. Sehingga Masyarakat dapat mengetahui secara pasti tentang kandungan dan bahaya Kratom.

"Kedatangan kami ini sebagai ibadah, selain itu surat edaran tertanggal, 31 Oktober 2019 sudah kami edaran juga sampai pada tingkat Kepala Daerah. Oleh karena itu, kami minta Kepala Bupati agar mensosialisasikan kembali kepada Masyarakat tentang persoalan ini,"pinta Heru Winarko.

Selain itu, Kepala Bandan Narkotika Nasional Republik Indonesia ini juga berharap situasi di Kalimantan Barat tidak seperti daerah di Aceh. Menurut Heru Winarko, sekitar 10 tahunan yang lalu polemik Narkoba di Aceh awalnya juga kurang lebih sama dengan polemik Kratom seperti yang terjadi di Kalimantan Barat saat ini.

"Jangan sampai situasi di Aceh terjadi di Kalimantan Barat, saat ini sudah 13 titik rawan Narkoba di wilayah Kalimantan Barat,"sindir Kepala BNN.

Ditempat yang sama, ditambahkan Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN, Mufti Djusnir bahwa pelarangan tersebut mulai berlaku secara menyeluruh tahun 2022, atau lima tahun masa transisi pasca ditetapkannya tanaman kratom sebagai narkotika golongan satu oleh Komite Nasional Perubahan Narkotika dan Psikotropika tahun 2017 silam.

"Pelarangan penggunaan daun kratom lantaran tumbuhan tersebut jauh lebih kecil manfaatnya dibandingkan efek dan kerugiannya,"terang Mufti Djusnir.

Menurut Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN, tumbuhan asal Kalimantan itu mengandung senyawa yang berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian. Penggunaan Kratom dengan dosis rendah bisa berefek stimulan dan dosis tinggi dapat memiliki efek sedative-narkotika.

"7-OH-mitragynine memiliki efek 13 kali kekuatan morfin yang dapat menimbulkan withdrawal symptoms (adiksi), depresi, pernapasan, serta kematian," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tanaman Kratom tersebut hanya ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Selain itu Sutarmidji juga menyampaikan bahwa pemasok Narkoba terbesar yaitu dari Malaysia.

"Kratom hanya ada di Kabupaten Kapuas Hulu, sedangkan pemasok Narkoba terbesar dari Malaysia,"tandas H.Sutarmidji,SH,M.Hum.

Terkait adanya aturan larangan Kratom, Gubernur Kalimantan Barat, dengan masa transisi ini meminta kepada Pemerintah untuk mencarikan dan mempersiapkan solusinya agar mata pencaharian masyarakat tidak hilang.

"Solusi penganti Kratom memang harus dipersiapkan dari sekarang,"saran Sutarmidji.

Namun Bupati Kapuas Hulu berdalih bahwa Kratom tersebut merupakan mata pencaharian masyarakatnya. Oleh karena itu, A.M.Nasir menyarankan agar Kratom terus dilanjutkan namun di bawah pengawasan Pemerintah. Apalagi Menurut Nasir, sudah belasan bahkan puluhan tahun ini, Masyarakatnya di Kapuas Hulu menggantungkan perekonomiannya pada Kratom tersebut.

"Kratom ini sudah dikerjakan sejak 15 sampai 20 tahun yang lalu, dan saat ini satu-satunya. Jadi saya minta Kratom tetap dilanjutkan tetapi di bawah pengawasan dari Pemerintah,"kata Bupati Kapuas Hulu kepada BNN RI dalam pertemuan tersebut.

Dalam Forum Group Discussion tersebut, pihak Asosiasi Jasa Pengiriman ekspres juga menyoroti bahwa selama ini lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah terkait pengiriman Kratom yang dilakukan oleh perorangan dan kelompok yang diduga tanpa melalui prosedur pengiriman dan benar. Dalam persoalan tersebut, pihak Asosiasi Jasa Pengiriman ekspres meminta regulasi aturan dan pengawasan yang jelas.

"Dalam persoalan ini kami merasa dirugikan karena tidak ada kejelasan tentang aturan pengiriman barang. Karena ada juga yang melakukan pengiriman barang secara perorangan,"tandasnya.

Adrian

COMMENTS

Nama

.berita terkini,5873,.beritaterkini,3,Aceh,10,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,102,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,7,agam,2,ambon,2,AS,1,babel,1,BALAESANG,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,5,Bandung,60,Bandung Barat,8,banggai,1,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,14,Banjarnegara,6,bantaeng,6,Banten,27,Banyuasin,5,Banyumas,10,Banyuwangi,49,Barru,1,Batam,74,batang,3,BATU,1,Bekasi,525,bekasi terkini,1,Belitung,96,Beltim,96,Bener Meriah,213,BENGKALIS,7,Bengkayang,32,BENGKULU,1,BENGKULU SELATAN,8,BER,3,BERI,1,berita,1,Berita terkini,2241,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,Bintan,8,Blitar,5,BNN,1,Bogor,203,BOGOR TIMUR,28,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,1,bolmong,143,bolmong utara,1,bolmut,1,BOLNONG,1,bolsel,1,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,41,Buol,79,Ciamis,14,Cianjur,4,Cibinong,1,Cikarang,26,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,8,Cileungsi,41,Cimahi,123,Cirebon,258,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,265,Daerah,6605,Daik Lingga,2,Dairi,111,Deli Serdang,7,Depok,200,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,12,Donggala,38,DPRD Kab. Bekasi,10,DPRD Kota Bekasi,22,Dumoga,38,Dumoga Utara,1,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,2,fakta,1,Garut,26,gorontalo,1,Gowa,12,Gresik,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,INDRA,1,indralaya,18,Indramayu,12,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,337,jakarta selatan,2,Jambi,106,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,1,Jember,2,Jeneponto,1,Jepara,79,Jombang,3,kab,2,Kab 50 Kota,3,Kab. Bandung,87,Kab. Bogor,15,Kab. Brebes,3,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,17,Kab.Bandung,162,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,2,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,1,Kab.Sumedang,10,Kab.Tangerang,2,KABANJAHE,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,Kajen,2,Kalbar,192,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,7,Kalteng,90,Kaltim,19,Kampar,22,Kampar Riau,44,Kapuas Hulu,236,Karawang,61,KARIMUN,1,KARIMUN - RN,1,KARO,23,KATINGAN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,7,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,9,Kerinci,20,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,1,KOTA MANNA,1,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,1,Kotamobagu,23,KOTAWARINGIN TIMUR,1,KOTIM,4,Kronjo,1,Kuala Kapuas,5,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,5,KUDUS,44,Kuningan,180,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,1,Labuhan Batu,4,Labura,249,Lahat,13,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,38,Lampung Barat,24,LAMPUNG METRO,105,Lampung Tengah,4,Lampung Timur,460,Lampung Utara,74,langkat,1,LANTAMAL V,3,lebak,9,LEMBATA,6,LIMAPULUHKOTA,1,Lingga,598,Loksado,1,Lombok,4,lombok timur,6,LOTIM,8,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,2,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,2,LUBUKSIKAPING,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwuk,7,m,1,Magelang,1,Majalengka,73,makassar,16,Malang,138,Maluku,3,Maluku tengah,2,MAMAJU.RN,3,MAMASA,25,MAMUJU,15,Manado,10,Manokwari,4,Mauk,2,medan,33,Mekar Baru,1,merangin,47,MERANTI,251,Mesuji,72,metro,155,metro lampung,5,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,Mojokerto,225,monokwari,1,morowali,4,Muara Belida,1,muara bungo,2,Muara Enim,77,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,2,Nasional,15,Natuna,93,NTB,11,NTT,5,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,299,Oku Timur,28,Opini,4,Padang,2,Padang Lawas,14,Pagaralam,14,Pagimana,1,Pakpak Bharat,12,Pakuhaji,2,Palangka raya,198,Palas,23,palelawan,4,Palembang,40,Palu,102,Paluta,51,pande,1,Pandeglang,655,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,8,Papandayan,1,Papua,4,PAPUA BARAT,11,Parigi,6,Parigi Moutong,12,PARIMO,2,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,Pasuruan,1,PATI,42,Patia,1,PAYAKUMBUH,3,Pekalongan,24,Pekanbaru,165,Pekanbaru Riau,36,pelalawan,22,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,Polhukam,154,Politik,2,Pontianak,243,Poso,2,Pringsewu,24,Pulang Pisau,4,pulpis,1,purbalingga,3,Purwakarta,790,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,Riau,124,rokan,1,Rokan Hilir,12,rokan hulu,1,Sabang,57,Samarinda,43,SAMPI,1,Sampit,375,sar,1,Sarolangun,209,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,10,selong,2,Semarang,5,SEMOGA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,58,Serdang Bedagai,32,Sergai,26,Seruyan,7,SIAK,2,Sibolga,7,SIDRAP,14,Sigi,54,Simalungun,35,Singaparna,5,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,4,SOLOK,3,Solok Selatan,8,Sorong,52,Subang,141,SUKABUM,1,Sukabumi,128,Sulawesi,2,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,46,Sulbar,29,Sulsel,11,Sulteng,184,Sulut,257,Sumatera Selatan,1,SUMATERA UTARA,1,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,36,Sumedang,6,sumsel,15,Sumut,61,Sungai Penuh,1,Takalar,35,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,Tanah Karo,4,Tangerang,365,Tangerang Selatan,3,Tanjab Barat,492,Tanjab Timur,51,tanjung balai,1,Tanjung Enim,1,TANJUNG PINANG,6,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,15,Tapanuli Utara,10,tapung,2,tarutung,1,Tasikmalaya,70,Tebing Tinggi,62,Tegal,12,Teminabuan,5,Tenggarong,1,ter,1,Terkini,6791,terkiri,4,Timika,1,Toabo,1,tolitol,2,Tolitoli,778,tolotoli,1,TOMOHON,4,Touna,1,Trenggalek,11,Tulang Bawang,11,Tulang Bawang Barat,7,Tulungagung,196,Waisai,5,Yogyakarta,2,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: BNN RI : Kratom Jenis Narkotika Golongan Satu
BNN RI : Kratom Jenis Narkotika Golongan Satu
https://lh3.googleusercontent.com/-OVOjxl8png0/XcI-HJWipRI/AAAAAAAB86U/jpE1c1UJUZwSwM5N6HvofphbGIf2Y2ljQCLcBGAsYHQ/s1600/1573010959993148-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-OVOjxl8png0/XcI-HJWipRI/AAAAAAAB86U/jpE1c1UJUZwSwM5N6HvofphbGIf2Y2ljQCLcBGAsYHQ/s72-c/1573010959993148-0.png
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2019/11/bnn-ri-kratom-jenis-narkotika-golongan.html
https://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/
http://www.radarnusantara.com/2019/11/bnn-ri-kratom-jenis-narkotika-golongan.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy