LARANGAN MEMBAKAR LAHAN, 3 AKTIVIS PALI MENDATANGI KOMISI III DPRD PALI, BAGAIMANA SOLUSINYA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),RN Membuka ladang baru dengan cara membakar merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilakukan masyaraka...

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),RN
Membuka ladang baru dengan cara membakar merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilakukan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan. Karena membuka lahan untuk merupakan keharusan bagi masyarakat demi kelangsungan hidupnya  bagi para petani yang lahannya setelah dibakar akan digunakan untuk menanam padi dan tanaman lainnya. Karena dari situlah sumber mata pencahariannya. 

Tradisi ini sudah lama dilakukan masyarakat, bahkan kita sendiri tidak tahu kapan dimulainya. Karena membuka lahan dengan cara dibakar, menurut masyarakat, lahan yang sudah dibakar menjadi lebih subur, bahkan tradisi ini juga yang membudayakan kegiatan gotong royong dimasyarakat terus dipertahankan. 

Sedangkan dampaknya, membakar lahan dengan cara dibakar membuat negara Indonesia dianggap dunia sebagai negara penyumbang kabut asap yang terbesar. Dan akhinya Pemerintah Indonesia mengeluarkan perundang undangan tentang larangan membuka lahan dengan cara dibakar. 

Sejak diberlakukannya Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, terutama pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal 10 Miliar. Maka membuka lahan dengan cara membakar menjadi perbuatan yang melanggar hukum serta menjadi momok bagi masyarakat. 

Namun dikeluarkannya Undang Undang tersebut, sejauh ini Pemerintah belum memberikan solusinya bagi masyarakat bagaimana cara membuka lahan selain dengan cara dibakar. Apakah Pemerintah menyiapkan alat berat untuk membuang limbah atau menyiapkan pupuk untuk menyuburkan lahan. Disini, Pemerintah terkesan tidak mau tahu, yang jelas membuka lahan dengan cara dibakar dilarang. 

Permasalahan ini merupakan permasalahan harkat hidup masyarakat banyak, tidak bisa dianggap sepeleh. Disatu sisi membuka lahan adalah keharusan sedangkan disisi lain dampak hukum sudah mengangah, siap memasukan masyarakat kedalam terali besi bila membuka lahan dengan cara dibakar. 

Keadaan inilah yang menggerakan hati , tiga orang aktivis di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), karena mereka merasa terpanggil untuk mencarikan solusinya bagi masyarakat dengan melakukan audensi ke Komisi III DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (03/08/2020). 

Ketiga aktivis Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tersebut adalah Denis Mata Lata SH, Yosep Aserius SH dan M. Fariz. 

Kedatangan tiga aktivis ini, di Kantor DPRD Kabupaten PALI disambut langsung oleh Anggota DPRD PALI dari Komisi III Edi Eka Puryadi. 

Dihadapan Komisi III DPRD Kabupaten PALI, Denis Mata Lata SH, yang mewakili rekan rekannya menuturkan bahwa sudah diketahui pembukaan Iahan dengan cara di bakar merupakan tradisi yang sudah menjadi budaya dan kebiasaan bagi masyarakat di Kabupaten PALI yang memiliki kebun karet secara turun temurun sejak dari jaman baheula. 

Namun lanjut Dennis, sejak diberlakukannya aturan-aturan yang melarang masyarakat membuka lahan dengan cara dibakar, hal ini menimbulkan masalah baru di masyarakat. 

" Saat ini, apalagi pada musim kemarau dimana musim masyarakat membuka lahan,,setiap saat pengawasan dari tim karhutlah sangat ketat. Helikopter Ialu Ialang hampir setiap harinya, bahkan bila ada kebakaran hutan, tim karhutlah segera mendatangi lokasi untuk mengatasinya" Tutur Dennis. 

" Dalam hal ini kami sangat prihatin mengingat akibat membakar hutan untuk kebutuhan hidupnya sendiri, ada masyarakat yang telah di tetapkan sebagai tersangka " Tambahnya. 

Dijelaskan Dennis, ada 2 hal yang kami sampaikan kepada komisi III DPRD PALI,, yaitu pertama Kita sepakat bahwa pembakaran Iahan tidak di perbolehkan dengan alasan apapun. Namun adakah solusi yang tepat untuk menganti kebiasaan tersebut dengan suatu hal yang baru sehingga masyarakat tidak kebingungan. Kedua, lakukan sosialisasi aturan-aturan mengenai Iarangan pembakaran Iahan kepada masyarakat. Karena dinilai tidak cukup hanya saja sosialisasi menggunakan spanduk/baliho yang ada di beberapa titik tertentu dan itu sangat tidak efektif. 

Sementara itu menerima masukan dari para aktivis, anggota DPRD PALI dari Komisi III Edi Eka Puryadi dalam penyampaiannya sangat menyambut baik usulan tersebut 

" Secepatnya akan kami kaji, Kita doakan bersama semoga membuahkan hasil yang baik " Ujar Edi Eka Puryadi 

Edi Eka Puryadi juga mengatakan bahwa dalam hal ini Ketua DPRD Kabupaten PALI, Asri AG SH, MSi akan memberikan restu untuk komisi 3 DPRD Kabupaten PALI guna dinas atau study banding ke salah satu Kabupaten di Pulau kalimantan,  yang mana masih memperbolehkan masyarakatnya menggunakan kearipan lokal yakni membuka lahan dengan cara membakar. 

" kami mau meIihat seperti apa produk hukum tersebut sehingga masyarakat disana masih tetap dapat membuka lahan pertanian dengan cara dibakar sebagaimana tradisi masyarakat PALI yang dilakukan selama ini " Pungkas Edi. (Khairlani)

COMMENTS

Nama

.,2,.berita terkini,11104,.beritaterkini,6,.kalbar,17,(Merlung),3,Aceh,30,ACEH SINGKIL,78,Aceh Tamiang,23,Aceh Tengah,112,ACEH TENGGARA,1,ACEH TIMUR,1,Aekkanopan,9,agam,10,ALAI.,5,ambon,2,Anyer,1,AS,1,Asahan,1,babel,1,Bagansiapiapi,1,bakan,1,BALAESANG,1,bali,1,BALIKPAPAN,5,balut.berita terkini,3,Banda Aceh,8,BANDAR LAMPUNG,2,Bandung,85,Bandung Barat,15,banggai,2,Bangka Belitung,4,Bangka Tengah,1,bangkep,1,BANGKEP - RN,1,BANGKINANG,2,Bangun Purba,1,Banguwangi,1,Banjar,19,Banjarnegara,7,bantaeng,41,Banten,51,Banyuasin,6,Banyumas,10,Banyuwangi,130,Barru,1,Batam,88,batang,6,BATANG HARI,2,BATU,6,batu bara,2,baturaja,3,Bekasi,821,bekasi terkini,2,Bekasi Utara,1,belawan,1,Belitung,150,Beltim,116,Bener Meriah,252,BENGKALIS,35,Bengkayang,64,BENGKULU,4,BENGKULU SELATAN,17,BENGKULU UTARA,1,BER,3,BERI,1,beriita terkini,3,berita,1,Berita terkini,2319,berita terkini.,1,berita terkinia,1,berita terkink,1,berita tetkini,1,berta terkini,1,Bintan,9,Blitar,11,BNN,1,Bogor,244,BOGOR TIMUR,52,Bola,1,BOLAANG MONGONDOW,2,bolmong,214,Bolmong raya,2,bolmong utara,1,bolmongsiar,1,bolmut,1,BOLNONG,1,bolsel,5,boltim,11,BOYOLALI,1,Brebes,49,Bukit Tinggi,45,bukittinggi,5,BUMIMORO,1,BUNGKU,1,Buol,80,BUTENG,1,Catatan Radar Nusantara,1,Ciamis,16,Cianjur,4,Cibinong,3,cikampek,1,Cikarang,43,CIKARANG BARAT,1,CIKARANG PUSAT,1,cikarang utara,1,Cilacap,6,Cilegon,16,cilengsi,1,Cileungsi,41,Cimahi,214,Cirebon,303,Cirebon Kota,1,Dabo Singkep,266,daer,2,Daerah,6798,Daik Lingga,2,Dairi,230,Deli Serdang,12,Deli tua,1,demak,26,Depok,274,derah,4,Dolok,4,Doloksanggul,16,Donggala,42,DPRD Kab. Bekasi,11,DPRD Kota Bekasi,22,Dumai,4,Dumoga,92,Dumoga Utara,2,Ekonomi,3,EMPAT LAWANG,3,fakta,1,Garut,38,gorontalo,37,Gowa,74,Gresik,1,GROBOGAN,1,Gunung Putri,2,Hukum,11,HUMAS BELTIM,6,humbahas,3,INDRA,1,Indragiri hulu,2,indralaya,44,Indramayu,14,info,1,INHIL,1,inhilriau,1,INHU,3,Jabar,7,jaka,1,Jakarta,478,jakarta selatan,4,jakarta timur,1,Jambi,144,JATIM,1,Jawa Barat,8,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,7,Jayapura,11,Jember,2,Jeneponto,14,Jepara,105,Jombang,3,kab,6,kab .Bandung,33,Kab 50 Kota,4,kab Bandung,21,kab. Agam,1,Kab. Bandung,3020,kab. bekasi,10,Kab. Bogor,18,Kab. Brebes,3,KAB. CIREBON,2,KAB. DAIRI,1,Kab. Kapuas Hulu,1,KAB. KARO,2,Kab. Kuningan,9,kab. langkat,1,kab. malang,1,Kab. Minahasa Tenggara,1,KAB. PELALAWAN,2,Kab. Serang,2,Kab. Serdang Bedagai,2,Kab. Sukabumi,10,kab. tangerang,4,Kab. Tasikmalaya,24,kab.agam,1,Kab.Bandung,410,Kab.Bekasi,61,KAB.BOGOR.BERITA TERKINI,1,kab.garut,1,kab.langkat,1,Kab.Malang,3,Kab.Samosir,7,KAB.SEMARANG,1,Kab.Sergai,5,KAB.SINJAI,5,kab.sorong,2,Kab.Sumedang,11,Kab.Tangerang,2,kab.Tasikmalaya,3,Kab.Way kanan,7,KABANJAHE,1,kabBandung,2,Kabupaten Bandung Barat,1,KABUPATEN SINJAI,3,KABUPATEN SINJAJ,3,kaimana,1,Kajen,2,Kalbar,575,kalideres,1,Kalimantan Barat,9,kalimantan timur,14,Kalsel,8,Kalteng,119,Kaltim,22,Kampar,70,Kampar Kiri,2,Kampar Riau,94,Kapuas Hulu,236,Karawang,122,KARIMUN,4,KARIMUN - RN,1,KARO,26,katapang,1,KATINGAN,4,KEBUMEN,1,Kec.Ukui,1,Kediri,11,KEEROM,13,Kendari,2,KEPRI,1,Kepulauan Riau,10,Kerinci,22,KETAPANG,1,KOBAR,1,Korupsi,9,KOTA BATU,1,KOTA KOTOMOBAGU,3,KOTA MANNA,2,KOTA METRO,24,Kota Sorong,7,Kotabumi,1,KOTAMIBAGU,3,Kotamobagu,41,KOTAWARINGIN TIMUR,2,KOTIM,6,Kronjo,1,Kuala Kapuas,6,kuala lumpur,1,Kuala Tungkal,8,kuansing,1,kuantan,1,KUDUS,80,Kuningan,288,KUTAI KERTANEGARA,5,Kutai Timur,12,Kutim,6,Labuhan Batu,4,Labura,334,Lahat,28,LAMBATA,1,Lamongan,1,Lampung,46,Lampung Barat,30,LAMPUNG METRO,105,LAMPUNG SELATAN,23,Lampung Tengah,8,Lampung Timur,460,Lampung Utara,262,LAMPUNGUTARA,1,lampura,2,langkat,4,LANTAMAL V,85,LANTAMAL X JAYAPURA,20,lebak,67,LEMBATA,7,LIMAPULUHKOTA,2,Lingga,803,Loksado,1,lolak,1,LOLAYAN,2,Lombok,4,lombok timur,40,LOTIM,12,lotim.berita terkini,37,LUBUK LINGGAU,15,Lubuk Pakam,4,lubuk sikaping,1,lubuklinggau,14,lubuksikapaing,1,LUBUKSIKAPING,1,lukun,1,Lumajang,1,Lumanjang,1,Luwu,2,Luwuk,7,m,1,Magelang,1,mahakam hulu,1,majaleMajalengka,1,Majalengka,201,majalengMajalengka,1,majalenMajalengka,1,majalMajalengka,1,majaMajalengka,1,makasar,1,makassar,79,Malang,178,Maluku,4,Maluku tengah,2,MALUKU UTARA,1,MAMAJU.RN,3,MAMASA,109,MAMUJU,96,MAMUJU TENGAH,4,Manado,18,mancanegara,1,Manokwari,64,MATENG,2,Mauk,2,medan,118,Mekar Baru,1,MEMPAWAH,1,merangin,92,MERANTI,704,MERAUKE,1,Merbau,2,Mesuji,72,metro,201,metro lampung,8,meulaboh,1,Minahasa,3,Minahasa Selatan,2,Minahasa Tenggara,2,Minut,1,miranti,1,Mojokerto,365,monokwari,1,morowali,28,MOROWALI UTARA,1,MORUT,2,moskow,1,Muara Belida,1,muara bungo,3,Muara Enim,193,muara Tami,1,Muaro Jambi,2,Mukomuko,81,muratara,56,Musi Banyuasin,10,MUSI RAWAS,31,musirawas,7,Naibenu,1,Nangka Bulik,2,Nasional,16,Natuna,95,NTB,30,NTT,5,nunukan,23,Ogan Ilir,7,Oku Selatan,446,Oku Timur,39,Opini,6,P. Bharat,1,P.SIANTAR,2,PACITAN,2,Padang,5,Padang Lawas,14,PADANG PANJANG,1,Pagaralam,31,Pagimana,1,Pakpak Bharat,17,Pakuhaji,2,Palangka raya,212,Palas,23,palelawan,9,Palembang,81,pali,2,Palu,135,Paluta,65,pancur batu,1,pande,1,pandegelang,1,Pandeglang,936,pangkalanbun,1,Pangkalpinang,18,Papandayan,1,Papua,49,PAPUA BARAT,81,parapat,1,PARIAMAN,1,Parigi,6,Parigi Moutong,15,PARIMO,36,Parlemen,32,PARUNG PANJANG,1,Pasaman,12,pasbar,1,Pasir Pangarayan,1,PASSI,1,PASSI TIMUR,6,Pasuruan,2,PATI,87,Patia,1,patrol,3,PAYAKUMBUH,3,PEBAYURAN,1,Pekalongan,24,pekan baru,1,Pekanbaru,209,Pekanbaru Riau,240,pelalawan,24,Pematangsiantar,36,Pemkab Bekasi,7,Pemkot Bekasi,6,Pendidikan,80,Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),43,perimo,1,PESISIR SELATAN,1,Pilkada,1,pintianak,1,PIPIKORO,1,PN.TIPIKOR,2,polda jabar,1,Polhukam,154,Politik,2,polman,1,Pontianak,1056,Poso,3,primo,3,Pringsewu,24,PROTOKOL DOLOK SANGGUL,1,PT Bukit Asam,1,Pulang Pisau,5,pulau merbau,6,pulpis,1,purbalingga,4,Purwakarta,1026,Purwokerto,1,Putussibau,40,Radar Artikel,4,Radar Selebrity,2,raja ampat,1,RANGSANG,8,rangsang pesisir,3,REMBANG,1,rengat,1,Riau,151,Rohil,1,rokan,1,Rokan Hilir,14,rokan hulu,2,Rongurnihuta,1,Sabang,57,Samarinda,53,sambilan,1,SAMPI,1,Sampit,549,Sangatta kutim,1,Sanggau,1,sar,1,Sarolangun,391,SELAT PANJANG,4,SELATPANJANG,1,Selayar,17,selong,2,Semarang,6,semende,1,SEMOGA,2,SEMOGA TENGGARA,1,Seram Bagian Barat,1,Serang,105,Serdang Bedagai,34,Sergai,29,Seruyan,18,SIAK,9,Sibolga,7,SIDOARJO,2,SIDRAP,15,Sigi,96,Simalungun,96,simpang apek,1,Singaparna,7,SINGKAWANG,1,SINGKEP BARAT,1,Sinjai,6,solo,1,SOLOK,5,Solok Selatan,8,Sorong,61,Sorong selatan,1,Subang,497,SUKABUM,1,Sukabumi,231,Sukoharjo,1,Sulawesi,3,Sulawesi Selatan,32,sulawesi tengah,49,Sulbar,51,Sulsel,19,Sulteng,257,Sulut,258,Sumatera Selatan,5,SUMATERA UTARA,5,SUMB,1,sumba barat,1,Sumbar,48,Sumedang,21,sumsel,38,Sumut,72,Sungai Penuh,1,sungai tohor,3,SURABAYA,51,tajabbarat,1,Takalar,111,TAMBANG,1,Tambraw,3,Tambraw - RN,6,tanah datar,1,TANAH JAWA,3,Tanah Karo,73,Tangerang,373,Tangerang Selatan,7,Tanjab Barat,706,Tanjab Timur,100,tanjabbar,1,tanjung balai,3,Tanjung Enim,1,Tanjung Jabung timur,1,tanjung makmur,1,TANJUNG PINANG,7,tanjung samak,1,TANOYAN,8,Tapanuli Selatan,1,Tapanuli Tengah,16,Tapanuli Utara,10,tapung,3,tarutung,1,Tasikmalaya,117,Tebing Tinggi,66,tebing tinggi timur,1,tebingtinggi barat,7,Tegal,12,teluk bintani,1,teluk buntal,1,Teminabuan,5,tenan,1,Tenggarong,1,ter,1,TERJUN GAJAH,1,Terki,1,Terkin,2,Terkini,13755,TERKINIO,1,TERKINIP,1,terkiri,9,TERKNI,1,Timika,1,Toabo,1,tolitol,3,Tolitoli,1004,tolotoli,2,TOMOHON,4,Touna,3,Trenggalek,20,Tulang Bawang,12,Tulang Bawang Barat,7,Tulung agung,2,Tulungagung,299,Waisai,5,warseno,1,WAY KANAN,2,Yogyakarta,3,
ltr
item
RADAR NUSANTARA NEWS: LARANGAN MEMBAKAR LAHAN, 3 AKTIVIS PALI MENDATANGI KOMISI III DPRD PALI, BAGAIMANA SOLUSINYA
LARANGAN MEMBAKAR LAHAN, 3 AKTIVIS PALI MENDATANGI KOMISI III DPRD PALI, BAGAIMANA SOLUSINYA
https://1.bp.blogspot.com/-Xn8E3ZsKn-g/XytYb_LLmWI/AAAAAAACru0/d7AhFT7cT5Yl0vTYwlRu6t-QGSxVhXVsACLcBGAsYHQ/s640/IMG-20200806-WA0003.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Xn8E3ZsKn-g/XytYb_LLmWI/AAAAAAACru0/d7AhFT7cT5Yl0vTYwlRu6t-QGSxVhXVsACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20200806-WA0003.jpg
RADAR NUSANTARA NEWS
https://www.radarnusantara.com/2020/08/larangan-membakar-lahan-3-aktivis-pali.html
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/
https://www.radarnusantara.com/2020/08/larangan-membakar-lahan-3-aktivis-pali.html
true
8338290086939464033
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy